Ketakutan akan krisis properti yang berkepanjangan mendorong investor untuk menarik diri dari aset berisiko dan mencari perlindungan pada emas. Emas dianggap sebagai pelabuhan aman yang paling stabil saat kepercayaan terhadap instrumen utang korporasi mulai goyah. Peningkatan premi risiko kredit di wilayah Asia memberikan dorongan bagi kenaikan harga emas di pasar internasional.
Penguatan emas juga didukung oleh pelemahan indeks saham regional yang merespons negatif potensi krisis utang tersebut. Emas kembali berfungsi sebagai asuransi portofolio yang efektif di tengah gejolak sektor real estat.
Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan sangat sensitif terhadap pengumuman restrukturisasi utang dari perusahaan terkait. Investor disarankan untuk memantau nilai tukar mata uang regional terhadap Dolar AS. Emas kini didorong oleh risiko sistemik di sektor properti Asia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar