Dampaknya hari ini, emas berjangka kehilangan momentum naiknya karena investor melihat bahwa ekonomi global, khususnya di luar Amerika Serikat, masih cukup tangguh untuk menahan suku bunga tinggi saat ini. Hal ini secara otomatis mengurangi daya tarik emas sebagai aset pelarian krisis bagi investor di kawasan Asia-Pasifik yang kini beralih ke pasar ekuitas.
Stabilnya kepercayaan bisnis di Australia memberikan indikasi bahwa perlambatan ekonomi global mungkin tidak akan separah yang dikhawatirkan sebelumnya. Emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga kehilangan daya tariknya ketika prospek pertumbuhan ekonomi regional membaik. Para trader di bursa berjangka terlihat melakukan penyesuaian posisi dengan melepas aset emas mereka.
Forecast nanti malam: Data Harga Ekspor dan Impor AS akan segera dirilis. Jika harga impor naik, hal ini mengindikasikan inflasi impor yang dapat membuat Federal Reserve tetap pada jalur hawkish, yang merupakan berita buruk bagi emas. Sebaliknya, penurunan harga impor akan memberikan sentimen positif bagi emas untuk kembali pulih. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar