Tampilkan postingan dengan label SAHAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAHAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Tipis Akibat Pelemahan Sektor Ritel Meksiko


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan kenaikan tipis pada perdagangan hari ini menyusul laporan mengenai penurunan tajam dalam penjualan ritel di Meksiko kemarin. Sebagai ekonomi terbesar kedua di Amerika Latin, pelemahan konsumsi domestik di Meksiko memberikan sinyal bahwa daya beli masyarakat mulai tergerus oleh tingginya biaya pinjaman, yang memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang menuju aset yang lebih aman seperti emas berjangka internasional.

Dampaknya hari ini, harga emas berjangka mendapatkan limpahan likuiditas dari para investor yang mengkhawatirkan efek spillover ke negara-negara tetangga. Meskipun kenaikannya bersifat moderat, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin menghindari risiko penurunan nilai mata uang di pasar berkembang (emerging markets). Permintaan emas hari ini juga didukung oleh pergerakan teknis di mana harga memantul dari level dukungan dinamis, menunjukkan minat beli yang masih terjaga.

Berdasarkan pengamatan pasar, pergerakan emas hari ini cenderung mengikuti pola pergerakan harga komoditas logam lainnya seperti perak dan tembaga yang juga bergerak variatif. Sentimen "risk-off" yang dipicu oleh data Meksiko memberikan bantalan bagi harga emas agar tidak jatuh lebih dalam di tengah penguatan indeks Dolar AS. Investor saat ini lebih waspada terhadap rilis data ekonomi dari negara-negara G7 untuk menentukan arah tren jangka panjang.

Forecast nanti malam: Fokus pasar malam nanti tertuju pada data Penjualan Rumah Baru (New Home Sales) Amerika Serikat. Jika data menunjukkan penurunan, harga emas diprediksi akan menguat karena kekhawatiran akan dampak suku bunga tinggi pada ekonomi riil akan meningkat. Namun, jika penjualan rumah baru melonjak, emas berisiko mengalami koreksi teknis menuju level dukungan mingguan. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 22 Desember 2025

PT RIFAN BANDUNG - Permintaan Fisik India Jelang Musim Pernikahan Topang Harga Emas


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka menunjukkan ketahanan yang kuat berkat lonjakan permintaan fisik dari India menjelang dimulainya musim pernikahan dan festival besar. Sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia, aktivitas pembelian di India selalu memberikan dampak signifikan terhadap harga global. Penurunan harga ringan dalam beberapa waktu terakhir justru dimanfaatkan oleh para perhiasan di India untuk menimbun stok.

Dukungan dari pasar fisik ini membantu emas bertahan di tengah tekanan jual dari pasar berjangka yang dipengaruhi oleh data ekonomi AS. Kekuatan permintaan di Asia seringkali menjadi penyeimbang utama saat sentimen investasi di Barat cenderung negatif terhadap logam mulia.

Meskipun demikian, kebijakan pemerintah India terkait bea masuk impor emas tetap menjadi faktor risiko yang dipantau ketat. Perubahan kebijakan pajak dapat secara mendadak memengaruhi volume impor dan harga domestik.

Melihat ke depan, jika permintaan dari India melampaui ekspektasi musim lalu, emas berjangka berpotensi menembus level resistensi kunci di pasar internasional. Investor perlu memperhatikan laporan impor bulanan dari India sebagai indikator kekuatan pasar. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Selasa, 09 Desember 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Likuiditas Pasar dan Margin Trading pada Volatilitas Emas


HARGA EMAS HARI INI - Likuiditas adalah kemampuan aset untuk dibeli atau dijual dengan cepat tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan. Pasar emas berjangka sangat likuid, tetapi tingkat likuiditas dapat berfluktuasi, dan ini memengaruhi volatilitas harga. Selama periode low liquidity (seperti malam hari atau hari libur tertentu), pergerakan harga yang kecil dapat menghasilkan ayunan harga yang besar.

Margin trading, yang merupakan ciri khas pasar berjangka, juga memperbesar volatilitas. Margin memungkinkan trader untuk mengontrol posisi besar dengan modal yang relatif kecil. Ketika harga emas bergerak melawan posisi spekulan, pialang dapat mengeluarkan margin call, memaksa trader untuk menyuntikkan lebih banyak dana atau menutup posisi. Penutupan paksa ini menambah tekanan jual atau beli yang ada, memperbesar pergerakan harga.

Di pasar emas berjangka yang sangat ter leverage, penurunan harga yang tiba-tiba dapat memicu serangkaian margin call, yang menciptakan efek berantai yang mempercepat penurunan harga (atau kenaikan). Peristiwa ini dikenal sebagai liquidation event.

Oleh karena itu, trader emas berjangka harus selalu waspada terhadap tingkat likuiditas dan risiko margin. Volatilitas tinggi yang didorong oleh likuiditas rendah atau margin call adalah karakteristik yang melekat pada pasar berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 20 November 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Koreksi Harga Emas Berjangka Dipicu Kenaikan Tak Terduga dalam Penjualan Rumah AS


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami koreksi ke bawah hari ini, dipicu oleh rilis data penjualan rumah AS yang secara tak terduga menunjukkan kenaikan, meskipun suku bunga hipotek tinggi. Data perumahan yang lebih kuat dari perkiraan ini mengurangi kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang cepat, yang pada akhirnya menekan permintaan safe-haven untuk emas.

Data penjualan rumah yang tangguh memberikan sinyal bahwa ekonomi AS mungkin lebih tahan terhadap suku bunga tinggi daripada yang diperkirakan pasar, yang meningkatkan kemungkinan The Fed mempertahankan sikap hawkishnya lebih lama. Hal ini mendorong imbal hasil obligasi dan Dolar AS naik.

Koreksi ini menunjukkan bahwa pasar emas masih sangat sensitif terhadap data ekonomi AS yang memberikan kejutan positif. Sentimen safe-haven dapat dengan cepat terkikis oleh sinyal kekuatan ekonomi.

Manajemen RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk melihat koreksi ini sebagai ujian support. "Data perumahan yang kuat menantang narasi resesi. Emas sedang menguji level support-nya," kata seorang broker. "Trader harus siap jika harga menembus level ini, meskipun fundamental jangka panjang tetap mendukung." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 29 Oktober 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Didorong Lonjakan Harga Perak, Indikasi Kenaikan Harga Logam Mulia

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan penguatan yang solid hari ini, didorong oleh lonjakan harga perak yang signifikan, yang seringkali dianggap sebagai indikator utama bagi kenaikan harga logam mulia secara keseluruhan. Kenaikan harga perak mencerminkan peningkatan permintaan industri dan investasi spekulatif, yang menular ke pasar emas dan meningkatkan sentimen beli di pasar berjangka. Korelasi positif ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang lebih luas terhadap aset lindung nilai komoditas.

Perak, dengan penggunaan industri yang besar, seringkali memimpin pergerakan emas selama periode optimisme inflasi dan peningkatan permintaan komoditas. Kenaikan harga perak mengindikasikan bahwa investor khawatir tentang inflasi masa depan atau bahwa mereka memperkirakan pemulihan permintaan industri yang kuat. Dalam kedua skenario tersebut, emas diuntungkan, karena investor cenderung memindahkan sebagian modal yang dialokasikan untuk perak ke emas untuk alasan diversifikasi dan likuiditas.

Penguatan emas juga didukung oleh arus modal risk-off yang mengurangi eksposur mereka terhadap aset yang sangat berisiko. Meskipun perak memiliki komponen industri, emas tetap menjadi safe-haven utama. Kenaikan harga perak meningkatkan daya tarik emas sebagai bagian dari kelas aset logam mulia, yang memicu dorongan beli yang signifikan di pasar berjangka. Sentimen ini mencerminkan dominasi faktor teknis dan korelasi inter-komoditas dalam menentukan arah harga emas saat ini.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan terus memantau dengan cermat pergerakan harga perak. Jika perak dapat mempertahankan momentum kenaikannya, emas kemungkinan akan terus mengikuti. Investor disarankan untuk memperhatikan rasio emas/perak, karena rasio yang bergerak ke level yang lebih rendah seringkali mengindikasikan bullishness di seluruh sektor logam mulia. Emas kini didukung oleh sentimen positif yang berasal dari pasar perak. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Kamis, 16 Oktober 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bank Sentral Tiongkok Terus Borong Emas, Dukung Sentimen Positif

 

HARGA EMAS HARI INI - Sentimen positif di pasar emas berjangka kembali mendapat dukungan kuat dari Tiongkok, di mana bank sentral (People's Bank of China/PBOC) dilaporkan terus menambah cadangan emasnya untuk bulan ke-sekian secara berturut-turut. Pembelian emas yang konsisten oleh PBOC ini menunjukkan adanya upaya berkelanjutan untuk mendiversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.

Pembelian oleh bank sentral Tiongkok, salah satu yang terbesar di dunia, memberikan sinyal kuat kepada pasar tentang nilai strategis emas sebagai aset cadangan. Hal ini menciptakan "dasar" harga yang solid dan membatasi potensi penurunan emas secara signifikan.

Selain bank sentral, permintaan emas batangan dan koin di Tiongkok dari investor ritel juga tetap tinggi, didorong oleh kekhawatiran tentang pasar properti domestik yang goyah dan kinerja pasar saham yang lesu. Emas dianggap sebagai tempat berlindung yang lebih aman dibandingkan aset domestik lainnya.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyoroti pentingnya pembeli institusional dan ritel Tiongkok. "Permintaan dari Tiongkok, baik secara resmi maupun pribadi, adalah faktor struktural yang akan terus mendukung tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang," kata seorang konsultan. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 01 Oktober 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Tertekan oleh Sinyal Pengetatan Kebijakan Moneter oleh Bank Sentral Jepang

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami pelemahan hari ini setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) mengeluarkan sinyal yang lebih hawkish dari perkiraan mengenai kemungkinan mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya dalam waktu dekat. Pergeseran potensial dalam kebijakan moneter Jepang yang sangat akomodatif ini memicu penguatan yen Jepang dan meningkatkan yield obligasi global, yang pada akhirnya memberikan tekanan jual pada aset safe-haven seperti emas. Prospek pengetatan di ekonomi maju menekan daya tarik emas.

Sinyal pengetatan dari BoJ ini dipandang sebagai perubahan besar dalam lanskap kebijakan moneter global, di mana Jepang menjadi salah satu negara terakhir yang mempertahankan kebijakan ultra-loose. Ketika yen menguat, tekanan terjadi pada dolar AS yang merupakan mata uang safe-haven utama lainnya, tetapi pergerakan global dalam yield obligasi yang lebih tinggi justru meningkatkan biaya peluang memegang emas. Investor cenderung bereaksi negatif terhadap setiap sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat, terlepas dari negara mana pun yang memicunya.

Di pasar global, keputusan BoJ menyebabkan peningkatan volatilitas, terutama di pasar mata uang dan obligasi. Investor khawatir bahwa pengetatan moneter di Jepang dapat menyebabkan arus modal kembali ke negara tersebut, yang dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan. Dalam kondisi pasar yang sensitif, emas menjadi sasaran aksi jual karena trader mengurangi risiko menjelang perubahan kebijakan moneter penting.

Dalam jangka pendek, pasar emas berjangka akan terus memantau dengan cermat setiap pertemuan BoJ yang akan datang. Jika BoJ benar-benar mengakhiri kebijakan suku bunga negatif, tekanan pada emas kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memperhatikan dinamika yen dan obligasi Jepang, karena pergerakan di pasar Asia ini kini memiliki dampak yang lebih besar pada harga emas global. Emas harus berjuang melawan tren pengetatan global yang tampaknya mulai menyebar ke Jepang. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Senin, 29 September 2025

PT RIFAN BANDUNG - Permintaan Emas dari Bank Sentral Global: Buffer Terhadap Volatilitas Pasar

 

HARGA EMAS HARI INI - Pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia terus menjadi faktor penopang yang signifikan bagi harga emas berjangka, bertindak sebagai penyangga (buffer) terhadap volatilitas pasar yang disebabkan oleh suku bunga tinggi. Data terbaru menunjukkan bahwa bank sentral, terutama dari negara-negara berkembang, terus mengakumulasi emas dalam jumlah besar sebagai bagian dari upaya diversifikasi dan pengurangan risiko.

Motivasi di balik pembelian ini adalah ganda: perlindungan terhadap inflasi dan lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan sistem keuangan global. Bank sentral melihat emas sebagai aset yang tidak memiliki risiko kredit dan merupakan penyimpan nilai yang andal di tengah fluktuasi mata uang dan pasar obligasi. Tren akumulasi yang konsisten ini menunjukkan kepercayaan jangka panjang pada emas, terlepas dari pergerakan harga jangka pendek yang dipengaruhi oleh kebijakan The Fed.

Volume pembelian yang besar dari sektor resmi ini memberikan lantai harga yang kuat, membatasi potensi penurunan drastis pada emas bahkan ketika ada tekanan dari dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi yang tinggi. Akumulasi ini menunjukkan pergeseran struktural dalam permintaan emas.

Masa depan harga emas berjangka akan terus dipengaruhi oleh keputusan pembelian bank sentral. Jika tren ini berlanjut, hal itu dapat memberikan dorongan signifikan bagi harga emas. Investor perlu memantau laporan resmi dari Dewan Emas Dunia (World Gold Council) dan bank sentral individu untuk mengukur keberlanjutan tren ini. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 25 September 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Prospek Resesi di Eropa Tingkatkan Daya Tarik Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mendapatkan momentum positif dari meningkatnya kekhawatiran akan prospek resesi di kawasan Euro. Data ekonomi terbaru dari Jerman dan Prancis menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur dan jasa, yang memperkuat kekhawatiran bahwa ekonomi Eropa sedang menuju resesi. Dalam kondisi ini, emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven, menjadi pilihan yang semakin menarik bagi investor.

Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi dilema yang sulit. Mereka harus memerangi inflasi yang masih tinggi, tetapi pengetatan kebijakan lebih lanjut dapat mendorong ekonomi ke jurang resesi. Ketidakpastian mengenai langkah ECB di masa depan membuat investor mencari perlindungan di aset yang lebih stabil.

Selain itu, ketegangan politik di beberapa negara Eropa juga menambah sentimen risk-off di pasar. Ketidakstabilan politik dan ekonomi di salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia secara alami mendorong arus modal ke aset yang dianggap aman secara universal, seperti emas.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai katalisator positif bagi harga emas. "Meskipun fokus sering kali tertuju pada AS, kondisi ekonomi di Eropa juga memiliki dampak besar pada pasar emas," ujar seorang ahli. "Kekhawatiran resesi di Eropa memberikan dukungan fundamental yang kuat bagi emas, dan kami memperkirakan tren ini akan berlanjut." RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Selasa, 16 September 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Perang Dagang dan Dampaknya yang Berlarut-larut pada Harga Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Perang dagang antara negara-negara besar, seperti yang pernah terjadi antara AS dan Tiongkok, memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan global, termasuk emas berjangka. Ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif dan pembatasan perdagangan mendorong investor untuk mencari perlindungan. Emas, sebagai aset yang dianggap netral dan tidak terpengaruh langsung oleh sanksi perdagangan, menjadi pilihan utama untuk melindungi portofolio dari risiko-risiko tersebut.

Ketika ketegangan perdagangan meningkat, sentimen investor terhadap aset berisiko seperti saham cenderung memburuk. Hal ini mendorong arus modal keluar dari pasar saham menuju aset yang lebih aman, salah satunya adalah emas. Harga emas berjangka sering kali melonjak tajam setiap kali ada pengumuman kebijakan perdagangan yang agresif atau balasan tarif dari negara yang terlibat. Investor menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap potensi kerugian ekonomi yang disebabkan oleh konflik dagang.

Lebih lanjut, perang dagang juga dapat mengganggu rantai pasokan global dan memicu kenaikan inflasi. Tarif impor yang tinggi akan meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen. Kenaikan harga ini membuat daya beli mata uang melemah, yang sekali lagi meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Investor menyadari bahwa dalam kondisi ini, emas dapat mempertahankan nilainya lebih baik daripada mata uang fiat.

Meskipun perang dagang mungkin tidak menjadi berita utama setiap hari, dampaknya terhadap pasar emas berjangka masih terasa. Para trader akan terus memantau hubungan dagang antarnegara dan pernyataan para pemimpin politik sebagai bagian dari analisis fundamental mereka. Setiap tanda-tanda eskalasi atau bahkan de-eskalasi dapat memicu pergerakan harga emas yang signifikan. Oleh karena itu, dinamika perdagangan global tetap menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh setiap investor emas berjangka. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Jumat, 12 September 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor Waspadai Rilis Data Inflasi AS, Emas Berjangka Bergerak Sideways


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka terpantau bergerak dalam rentang yang sempit atau sideways pada perdagangan hari ini, seiring dengan kehati-hatian para investor menjelang rilis data inflasi penting dari Amerika Serikat (AS). Data inflasi tersebut akan menjadi salah satu faktor kunci yang akan menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) di masa depan. Jika data inflasi menunjukkan penurunan yang lebih cepat dari perkiraan, hal itu dapat mengurangi tekanan pada The Fed untuk terus menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan bagi harga emas. Namun, jika inflasi tetap tinggi, The Fed kemungkinan akan tetap hawkish, dan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunannya.

Meskipun demikian, sentimen pasar secara keseluruhan masih menekan harga emas. Penguatan dolar AS dan sentimen risk-on di pasar global membuat daya tarik emas sebagai aset safe haven menurun. Para investor lebih memilih untuk mengalihkan dananya ke aset-aset berisiko yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi, seperti saham. Laporan-laporan terbaru menunjukkan bahwa beberapa sektor ekonomi utama di AS dan Eropa berhasil menunjukkan ketahanan yang mengejutkan, meskipun menghadapi tantangan inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Hal ini mengurangi kekhawatiran terhadap resesi global dan membuat investor lebih berani mengambil risiko.

Di sisi lain, ada beberapa faktor yang berpotensi membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Salah satunya adalah ketidakpastian geopolitik yang masih berlanjut di beberapa kawasan dunia. Konflik bersenjata dan ketegangan politik antara negara-negara besar dapat sewaktu-waktu memicu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven. Selain itu, potensi perlambatan ekonomi di Tiongkok, sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, juga dapat menjadi pemicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas. Oleh karena itu, para analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan bergerak dalam rentang yang sempit, menunggu katalis baru yang dapat mengubah arah pergerakannya.

Ke depan, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah dan Eropa Timur, karena setiap eskalasi dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar dan mendorong harga emas kembali naik. Selain itu, mereka juga akan mencermati dengan seksama rilis data ekonomi dari negara-negara lain, terutama dari Tiongkok dan Eropa, untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang prospek ekonomi global. Setiap data yang menunjukkan perlambatan ekonomi dapat memicu kekhawatiran dan mendorong investor untuk kembali melirik emas sebagai aset safe haven - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 11 September 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Prospek Resesi di Eropa Tingkatkan Daya Tarik Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mendapatkan momentum positif dari meningkatnya kekhawatiran akan prospek resesi di kawasan Euro. Data ekonomi terbaru dari Jerman dan Prancis menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur dan jasa, yang memperkuat kekhawatiran bahwa ekonomi Eropa sedang menuju resesi. Dalam kondisi ini, emas, yang dianggap sebagai aset safe-haven, menjadi pilihan yang semakin menarik bagi investor.

Bank Sentral Eropa (ECB) menghadapi dilema yang sulit. Mereka harus memerangi inflasi yang masih tinggi, tetapi pengetatan kebijakan lebih lanjut dapat mendorong ekonomi ke jurang resesi. Ketidakpastian mengenai langkah ECB di masa depan membuat investor mencari perlindungan di aset yang lebih stabil.

Selain itu, ketegangan politik di beberapa negara Eropa juga menambah sentimen risk-off di pasar. Ketidakstabilan politik dan ekonomi di salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia secara alami mendorong arus modal ke aset yang dianggap aman secara universal, seperti emas.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai katalisator positif bagi harga emas. "Meskipun fokus sering kali tertuju pada AS, kondisi ekonomi di Eropa juga memiliki dampak besar pada pasar emas," ujar seorang ahli. "Kekhawatiran resesi di Eropa memberikan dukungan fundamental yang kuat bagi emas, dan kami memperkirakan tren ini akan berlanjut." - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 01 September 2025

PT RIFAN BANDUNG - Dolar AS Menguat, Emas Berjangka Berada di Persimpangan Jalan


HARGA EMAS HARI INI - Emas berjangka berada di persimpangan jalan, menghadapi tekanan signifikan dari dolar AS yang terus menguat. Indeks dolar AS (DXY) mencapai level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir, didorong oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan sikap hawkish-nya. Emas, yang dihargai dalam dolar AS, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika dolar menguat, yang dapat mengurangi permintaan. Hubungan terbalik antara dolar AS dan emas merupakan salah satu dinamika pasar yang paling konsisten dan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga harian.

Namun, di sisi lain, kekhawatiran resesi dan ketidakpastian geopolitik memberikan dukungan bagi emas sebagai aset safe haven. Investor yang khawatir tentang prospek ekonomi global cenderung mencari perlindungan di aset yang dianggap aman, dan emas seringkali menjadi pilihan utama. Dilema ini menciptakan pergerakan yang bergejolak di pasar, di mana emas berfluktuasi antara perannya sebagai lindung nilai inflasi dan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

Tekanan ganda dari dolar AS yang kuat dan imbal hasil obligasi yang tinggi telah menjadi tantangan utama bagi emas untuk mempertahankan momentum kenaikannya. Ketika imbal hasil obligasi, yang menawarkan pendapatan tetap, meningkat, mereka menjadi alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Investor yang mencari pendapatan cenderung mengalihkan dana dari emas ke obligasi.

Melihat ke depan, fokus pasar akan tetap pada arah kebijakan The Fed dan kekuatan relatif dolar AS. Jika inflasi mereda dan The Fed mulai menunjukkan sikap yang lebih dovish, tekanan terhadap emas bisa berkurang. Namun, jika dolar AS terus menguat karena perbedaan kebijakan moneter antara AS dan negara lain, emas mungkin akan tetap berada di bawah tekanan. Investor perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar dan prospek imbal hasil obligasi saat mengambil keputusan investasi emas. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 28 Agustus 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pelemahan Dolar AS Berlanjut, Dukung Kenaikan Harga Emas Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mendapatkan momentum positif berkat pelemahan Dolar AS yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Indeks Dolar AS (DXY) merosot setelah data ekonomi AS menunjukkan pertumbuhan yang sedikit di bawah ekspektasi, yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan mengambil pendekatan yang lebih akomodatif dalam kebijakan moneternya di masa depan. Melemahnya dolar membuat emas, yang dihargai dalam mata uang tersebut, menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan permintaan.

Selain faktor dolar, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian seputar negosiasi perdagangan internasional antara AS dan Tiongkok. Meskipun telah ada kemajuan, kekhawatiran tentang potensi hambatan tetap ada, yang mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset aman seperti emas. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar emas sangat responsif terhadap isu-isu geopolitik dan ekonomi makro global.

Di sisi teknis, harga emas berjangka berhasil menembus level resistansi kunci, yang memicu aksi beli lanjutan dari para spekulan dan investor institusional. Pola grafik menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut jika harga dapat bertahan di atas level support yang baru terbentuk. Momentum positif ini diperkirakan akan berlanjut selama Dolar AS tetap berada di bawah tekanan.

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG mengingatkan kliennya bahwa meskipun tren saat ini positif, volatilitas tetap menjadi risiko. "Pembalikan sentimen dolar bisa terjadi kapan saja, terutama jika ada rilis data ekonomi AS yang mengejutkan," kata seorang broker senior. "Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat dan pemantauan pasar yang konstan adalah kunci untuk sukses di pasar emas berjangka." -  RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Selasa, 26 Agustus 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Perang Dagang dan Dampaknya yang Berlarut-larut pada Harga Emas

 

HARGA EMAS HARI INI - Perang dagang antara negara-negara besar, seperti yang pernah terjadi antara AS dan Tiongkok, memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan global, termasuk emas berjangka. Ketidakpastian yang disebabkan oleh tarif dan pembatasan perdagangan mendorong investor untuk mencari perlindungan. Emas, sebagai aset yang dianggap netral dan tidak terpengaruh langsung oleh sanksi perdagangan, menjadi pilihan utama untuk melindungi portofolio dari risiko-risiko tersebut.

Ketika ketegangan perdagangan meningkat, sentimen investor terhadap aset berisiko seperti saham cenderung memburuk. Hal ini mendorong arus modal keluar dari pasar saham menuju aset yang lebih aman, salah satunya adalah emas. Harga emas berjangka sering kali melonjak tajam setiap kali ada pengumuman kebijakan perdagangan yang agresif atau balasan tarif dari negara yang terlibat. Investor menggunakan emas sebagai lindung nilai terhadap potensi kerugian ekonomi yang disebabkan oleh konflik dagang.

Lebih lanjut, perang dagang juga dapat mengganggu rantai pasokan global dan memicu kenaikan inflasi. Tarif impor yang tinggi akan meningkatkan biaya produksi, yang pada akhirnya akan diteruskan kepada konsumen. Kenaikan harga ini membuat daya beli mata uang melemah, yang sekali lagi meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Investor menyadari bahwa dalam kondisi ini, emas dapat mempertahankan nilainya lebih baik daripada mata uang fiat.

Meskipun perang dagang mungkin tidak menjadi berita utama setiap hari, dampaknya terhadap pasar emas berjangka masih terasa. Para trader akan terus memantau hubungan dagang antarnegara dan pernyataan para pemimpin politik sebagai bagian dari analisis fundamental mereka. Setiap tanda-tanda eskalasi atau bahkan de-eskalasi dapat memicu pergerakan harga emas yang signifikan. Oleh karena itu, dinamika perdagangan global tetap menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan oleh setiap investor emas berjangka - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 25 Agustus 2025

PT RIFAN BANDUNG - Pembelian Emas oleh Bank Sentral Global: Strategi Diversifikasi Berlanjut

 

HARGA EMAS HARI INI - Pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia terus menjadi tren yang menarik dan signifikan dalam pasar emas berjangka. Data terbaru menunjukkan bahwa banyak bank sentral, terutama dari negara-negara berkembang, secara konsisten menambah cadangan emas mereka. Langkah ini seringkali dipandang sebagai upaya diversifikasi aset cadangan devisa, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, dan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global. Akumulasi emas oleh lembaga-lembaga ini memberikan dukungan kuat bagi harga emas, menunjukkan kepercayaan pada logam mulia sebagai penyimpan nilai jangka panjang.

Motivasi di balik pembelian emas oleh bank sentral bervariasi. Beberapa negara mencari stabilitas di tengah fluktuasi mata uang dan risiko geopolitik. Lainnya mungkin bertujuan untuk mengurangi eksposur mereka terhadap volatilitas pasar obligasi atau untuk mendiversifikasi portofolio mereka dari aset yang menawarkan imbal hasil rendah. Peran emas sebagai aset yang tidak memiliki risiko kredit dan dapat diperdagangkan secara global juga membuatnya menarik bagi bank sentral yang ingin menjaga stabilitas keuangan negara mereka dalam jangka panjang.

Tren ini telah diamati selama beberapa tahun terakhir, bahkan di tengah kenaikan suku bunga global yang biasanya menekan harga emas. Ini menunjukkan bahwa bank sentral memiliki perspektif jangka panjang terhadap emas, melihatnya sebagai komponen penting dari cadangan devisa mereka, terlepas dari pergerakan harga jangka pendek. Akumulasi yang konsisten ini dapat memberikan lantai harga yang kuat untuk emas, membatasi potensi penurunan yang signifikan bahkan ketika ada tekanan dari faktor-faktor makroekonomi lainnya.

Masa depan harga emas berjangka akan terus dipengaruhi oleh keputusan pembelian bank sentral. Jika tren akumulasi emas ini berlanjut atau bahkan meningkat, hal itu dapat memberikan dorongan signifikan bagi harga emas. Namun, jika ada perlambatan dalam pembelian atau bahkan penjualan oleh bank sentral, hal itu dapat menjadi sinyal bearish bagi pasar. Investor perlu memantau laporan resmi dari Dewan Emas Dunia (World Gold Council) dan bank sentral individu untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tren ini. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 23 November 2020

PT Rifan - Harga Emas Spot Turun 1% Pekan Lalu, Terseret Efektivitas Vaksin Covid 19

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas cetak pelemahan hingga 1% pada pekan lalu setelah berita tentang efektivitas dari vaksin Covid-19 yang dirilis Moderna. Namun, pelemahan emas di pekan lalu berhasil menipis setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengisyaratkan bahwa negosiasi terkait stimulus Covid-19 terus berlanjut.

Harga emas spot ditutup di level US$ 1.870,99 per ons troi, naik 0,2% dibandingkan sesi sebelumnya. Harga emas spot ini turun 1% untuk pekan tersebut. 

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Februari 2021 naik 0,6% menjadi US$ 1,878,20 per ons troi. Tetapi dalam sepekan harga emas berjangka ini masih melemah 0,8%.

Tetapi jelang akhir pekan, emas berhasil mengikis pelemahan setelah Mnuchin mengatakan dia dan Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows akan berbicara dengan Kongres Republik dalam negosiasi dengan untuk dukungan ekonomi yang lebih banyak. 

Pikiran pembicaraan stimulus bergerak maju sekali lagi mendukung emas karena kami menyadari likuiditas dan langkah-langkah fiskal bank sentralterkait stimulus terus menjadi kekuatan pendorong di balik harga pasar.

Kilau emas memang mulai pudar usai sejumlah perusahaan kesehatan yang melakukan uji coba vaksin Covid-19 melaporkan tingkat efektivitas yang lebih baik dari perkiraan. Dalam 12 hari, harga emas pun sudah anjlok 5%. 

Sepanjang tahun ini, emas mendapat keuntungan dari kerusakan ekonomi yang merupakan dampak dari pandemi virus corona. Stimulus besar-besaran yang digelontorkan hampir semua negara juga menyuntikkan tenaga bagi emas. 

Harga emas diprediksi masih tetap perkasa dalam waktu dekat. Karena "vaksin akan memakan waktu berbulan-bulan untuk dibuat secara massal dan untuk pendistribusiannya yang cukup baik agar efektif dan Pemerintah AS akan terus mengalami kebuntuan - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Selasa, 27 Oktober 2020

PT Rifan Financindo - Harga Turun Karena Menguatnya USD

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Metal berharga ini terus diperdagangkan berlawanan dengan pergerakan dolar AS yang pada saat ini mengalami kenaikan.

Meskipun demikian turunnya harga emas terbatas ditengah tekanan jual yang terjadi di pasar saham. Emas berjangka kontrak bulan Desember diperdagangkan turun $0.90 per ons pada $1,904.30. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.007.000,- per gram.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat perdagangan sesi New York dimulai.

Sikap para trader dan investor kurang bersemangat memulai suatu minggu perdagangan yang baru, dengan meningkatnya infeksi pandemik di banyak negara di dunia, termasuk Eropa dan Amerika Serikat. Kekuatiran akan diterapkannya lockdown yang baru meningkat menjelang musim dingin.

Diskusi paket stimulus Covid – 19 belakangan ini antara Demokrat dengan Republikan di Kongres AS telah gagal menghasilkan kesepakatan, seminggu sebelum pemilihan presiden AS berlangsung. Hal ini juga negatif bagi pasar saham.

Penurunan lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,892.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,885.00 dan kemudian $1,851.00. Sedangkan kenaikannya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,917.30 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,925.00 dan kemudian $1,939.40 - PT RIFAN FINANCINDO

 

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 13 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Pasar Kecewa Dengan Rencana Trump Tangani Virus Covid-19


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Seluruh investor pasar global terkejut diumumkannya larangan perjalanan Eropa bersama paket kebijakan tanggap virus dari Presiden AS Donald Trump, ini menjadi sinyal jual. Dan malah tidak ada pemotongan pajak yang besar ataupun juga tes medis bagi warga Amerika.

Kekecewaan besar terhadap rencana Trump itu karena ungkapan yang ia ungkapkan pada Rabu malam setempat, memicu kejatuhan besar-besaran di bursa saham global. Indeks S&P berjangka di anjlok 5,00% atau turun 137 poin di 2.603,25.

Yang menjadi sorotan dari pengumuman Trump itu yakni bebas pungutan pajak selama tiga bulan bagi individu, usaha kecil serta pinjaman berbunga rendah untuk perusahaan yang terkena dampak virus covid-19.

Itu jauh dari harapan pasar yang menginginkan bantuan lebih besar untuk menanggulangi wabah virus yang telah menyebar ke 122 negara, menginfeksi lebih dari 126.000 orang, menebarkan kekhawatiran resesi dunia dan menghapus nilai pasar saham AS sekitar $6 triliun.

Bahkan harapan bahwa Trump akan memerintahkan uji coba medis di AS telah pupus sudah karena tidak ada rincian jelas mengenai hal ini dalam pengumumannya tersebut - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 24 Juni 2019

RIFANFINANCINDO BANDUNG - Harga Emas di Awal Pekan Kembali Naik Rp3.500 Menjadi Rp702.500 per Gram


RIFANFINANCINDO BANDUNGHarga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp3.500 pada perdagangan hari ini, Senin (24/6) menjadi Rp702.500 per gram dari penutupan perdagangan kemarin Rp699.000 per gram. Emas dijual mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.