Kamis, 23 April 2020
Rifan Financindo - Lagi Sentimen Covid-19, Bursa Asia Ditutup Variatif
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis ini karena kekhawatiran atas potensi kejatuhan ekonomi ke jurang resesi akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Di Asia, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi diprediksi berada di level nol persen untuk pertama kalinya dalam kurun 60 tahun pada 2020.
Pertumbuhan ekonomi yang suram ini dikarenakan eksportir diterjang oleh permintaan yang merosot di tengah badai pandemi virus corona yang menyebabkan terjadi pembatasan aktivitas sehingga kondisi ini memaksa konsumen tinggal di rumah dan sejumlah usaha bisnis ditutup.
Data perdagangan mencatat, bursa saham di China daratan ditutup menguat, di mana indeks Shanghai Composite naik 0,31% menjadi 2.819,94, sedangkan indeks Shenzhen naik 0,47% pada 1.744,39. Sementara pasar saham di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 0,51%.
Pasar saham Jepang juga masuk zona merah, indeks Nikkei 225 turun 1,33% menjadi 19.290,20, sementara indeks Topix melemah 0,82% menjadi 1.422,24 - RIFAN FINANCINDO
Sumber : cnbcindonesia.com
Rabu, 22 April 2020
PT Rifan Financindo Berjangka - Corona Dan Harga Komoditas Tekan Laju IHSG Hari Ini
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Rabu. Laju indeks saham utamanya dipengaruhi oleh kasus virus corona di dalam negeri dan harga komoditas yang anjlok, salah satunya minyak.
Tidak hanya itu, faktor ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri juga masih terus menekan pergerakan saham.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks kembali tertekan oleh kondisi pasar regional dan global. Keadaan, tambahnya, diperparah oleh fluktuasi harga komoditas.
Tidak hanya itu, faktor ketidakpastian ekonomi global dan dalam negeri juga masih terus menekan pergerakan saham.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan indeks kembali tertekan oleh kondisi pasar regional dan global. Keadaan, tambahnya, diperparah oleh fluktuasi harga komoditas.
IHSG berpotensi melemah, mengingat kondisi pasar regional dan global,
termasuk harga komoditas yang terlihat sedang dalam tekanan," kata
William seperti dikutip dari risetnya, Rabu (22/4). Ia memprediksi IHSG
bergerak dalam rentang support 4.302 dan resistance 4.718.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menuturkan rasio
kematian korban virus corona Indonesia yang melebihi rasio kematian
dunia juga masih akan menjadi fokus investor.
Sentimen pandemi
covid-19 dalam negeri dengan rasio kematian 8,73 persen lebih besar dari
rasio rata-rata kematian dunia sebesar 6,87 persen, ini masih akan
menjadi fokus investor," ungkapnya.
Ia memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 4.500 dan resistance 4.605.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones jeblok 2,67 persen ke level 23.018, S&P 500 anjlok 3,07 persen ke level 2.736, dan Nasdaq Composite turun 2,7 persen menjadi 8.263 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Ia memproyeksi IHSG bergerak dalam rentang support 4.500 dan resistance 4.605.
Sementara itu, saham-saham utama Wall Street kompak ditutup melemah. Indeks Dow Jones jeblok 2,67 persen ke level 23.018, S&P 500 anjlok 3,07 persen ke level 2.736, dan Nasdaq Composite turun 2,7 persen menjadi 8.263 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : cnnindonesia.com
Senin, 20 April 2020
PT Rifan - IHSG Masih Di Bawah Tekanan Covid-19 Sepekan Ini
PT RIFAN BANDUNG - Dalam risetnya hari ini, Valbury Sekuritas Indonesia mengatakan pergerakan IHSG dalam pekan ini diperkirakan bergerak mixed
dengan peluang melemah. Ketidakpastian dari Covid-19 tetap berpengaruh
bagi pasar global dan juga dampaknya bagi saham yang diperdagangan Bursa
Efek Indonesia pada pekan ini.
Dampak dari wabah Covid-19 diperkirakan berpengaruh besar terhadap
ketenagakerjaan nasional, Menteri Keuangan Sri Mulyani, memprediksikan
jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia akan mengalami
kenaikan.
Angka kemiskinan Indonesia akan meningkat, dalam skenario
berat naik 1,1 juta orang atau dalam skenario lebih berat akan
menghadapi tambahan kemiskinan 3,78 juta orang. Demikian dengan angka
pengangguran juga tentunya mengalami kenaikan. Angka pengangguran yang
selama ini sudah menurun dalam lima tahun terakhir, juga kemungkinan
akan mengalami kenaikan.
Dalam skenario buruk saja, angka pengangguran
akan bertambah 2,9 juta. Dan ketika masuk dalam skenario sangat buruk
diprediksi mencapai 5,2 juta jumlah pengangguran baru di Indonesia.
Catatan dari Bank Indonesia, merebaknya pandemi Covid-19 telah mendorong ke luarnya investasi portfolio (capital outflows)
dari Indonesia dalam jumlah besar dan memberi tekanan pelemahan nilai
tukar rupiah. Aliran investasi portofolio total yang masuk sebesar
Rp22,9 triliun dalam periode 1-19 Januari 2020 kemudian ke luar dalam
jumlah yang besar sejak merebaknya pandemi Covid-19, yaitu Rp171,6
triliun secara neto dalam periode 20 Januari sd 1 April 2020.
Sebagian
besar capital outflows dari SBN, yaitu sebesar Rp157,4 triliun,
dan dari saham sebesar Rp13,3 triliun. Kebijakan pemerintah yang
memutuskan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI
Jakarta, dan sejumlah daerah lain, diakui atau tidak, telah berdampak
kontraproduktif terhadap dinamika aktivitas ekonomi dan keuangan.
Sektor
terdampak pertama akibat wabah Covid-19 ialah sektor pariwisata,
seperti travel, hotel, restoran, penerbangan, dan UMKM terkait. Selain
itu, perdagangan ekspor dan impor karena terputusnya mata rantai
perdagangan internasional. Siiring dengan perkembangannya dalam tempo
yang cepat berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan dapat terdampak.
Di tengah Covid-19 yang menhantui AS, Presiden Donald Trump, mengancam
akan membubarkan Kongres. Ancaman Trump ini disampaikan karena calon
pejabat yang dinominasikan Trump selalu digagalkan politisi Demokrat di
Senat. Trump menuding politisi Demokrat di Senat telah menjegal nominasi
bagi sejumlah pejabat di pemerintahan yang penunjukkannya membutuhkan
audisensi dan konfirmasi dari Senat - PT RIFAN
Sumber : beritasatu.com
Jumat, 17 April 2020
Rifan Financindo Berjangka - Ekonomi China -6,8% Tapi Rupiah Menguat 1,6%
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di kurs
tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah juga menguat di perdagangan pasar spot.
Kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 15.503. Rupiah menguat signifikan 1,8% dibandingkan posisi hari sebelumnya, kabar serupa juga datang dari 'arena' pasar spot. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 dihargai Rp 15.345 di mana rupiah menguat tajam 1,63%.
Kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 15.503. Rupiah menguat signifikan 1,8% dibandingkan posisi hari sebelumnya, kabar serupa juga datang dari 'arena' pasar spot. Pada pukul 10:00 WIB, US$ 1 dihargai Rp 15.345 di mana rupiah menguat tajam 1,63%.
Kala pembukaan pasar rupiah sudah menguat 0,77%. Selepas itu, mata uang
Tanah Air semakin sangar dan membuat dolar AS lengser ke bawah Rp 15.400
Sejauh ini pasar belum terpengaruh kabar buruk dari China. Biro
Statistik Nasional Negeri Tirai Bambu melaporkan, ekonomi pada kuartal
I-2020 terkontraksi alias tumbuh negatif -6,8% year-on-year (YoY). Ini
adalah kontraksi pertama sejak China mencatat pertumbuhan ekonomi secara
YoY pada 1992.
Namun, yang lalu biarlah berlalu. Kuartal I-2020 sudah dilalui dan hasilnya, ya begitulah. Sekarang mari menatap masa depan.
China adalah negara yang pertama merasakan pukulan pandemi virus corona (Coronavirus Desease-2019/Covid-19) karena virus itu memang bermula dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei. Namun, China pulih dengan sangat cepat.
China adalah negara yang pertama merasakan pukulan pandemi virus corona (Coronavirus Desease-2019/Covid-19) karena virus itu memang bermula dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei. Namun, China pulih dengan sangat cepat.
Beberapa
indikator menunjukkan bahwa pada Maret pun sudah ada perbaikan
dibandingkan Januari-Februari. Ini adalah bukti ekonomi China sudah
pulih dari keterpurukan, meski secara bertahap.
Jadi mulai kuartal
II-2020 sepertinya kita akan melihat stabilitas, mungkin akan ada
pertumbuhan di kisaran 2%," papar Nathan Chow, Ekonom Senior DBS yang
berbasis di Hong Kong - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : cnbcindonesia.com
Kamis, 16 April 2020
Rifan Financindo - Mengenal Apa Itu Sovereign Bond
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Sovereign bond adalah obligasi negara yang merupakan
instrumen utang khusus yang dikeluarkan oleh pemerintah. Obligasi negara
dapat didenominasikan dalam mata uang asing atau mata uang domestik
pemerintah, kemampuan untuk menerbitkan obligasi dalam mata uang domestik cenderung menjadi kemewahan yang tidak dinikmati sebagian besar pemerintah.
Namun, semakin tidak stabilnya denominasi mata uang, semakin tinggi risiko yang dihadapi pemegang obligasi, untuk memenuhi pengeluaran, pemerintah memiliki 2 opsi: untuk
menaikkan pajak atau menerbitkan obligasi. Menaikkan pajak merupakan
yang memiliki proses hukum yang panjang. Jadi, obligasi negara lebih
disukai karena mirip dengan mengambil pinjaman dari pasar.
Imbal hasil obligasi pemerintah adalah tingkat bunga yang dibayarkan
pemerintah pada penerbitan obligasi.
Negara-negara dengan ekonomi yang
bergejolak dan tingkat inflasi yang tinggi harus menerbitkan pengembalian bunga yang lebih tinggi pada obligasi mereka dibandingkan dengan yang lebih stabil.
Adapun hasil obligasi tergantung pada 3 faktor:
1. Kelayakan Kredit
Adalah kemampuan yang dirasakan negara-negara penerbit untuk membayar hutang mereka. Ini dapat diperoleh dari lembaga pemeringkat.2. Risiko Negara
Faktor eksternal / internal seperti kerusuhan dan perang cenderung membahayakan kemampuan suatu negara untuk melunasi utangnya.
3. Nilai Tukar
Dalam kasus di mana obligasi diterbitkan dalam mata uang asing,
fluktuasi nilai tukar dapat menyebabkan peningkatan tekanan pembayaran
pada pemerintah yang menerbitkan.
Selain itu, bank-bank sentral juga mengendalikan persediaan uang
dalam perekonomian dengan menggunakan obligasi ini. Ketika pemerintah
berada dalam mode ekspansionis, bank sentral akan mengembalikan utang
dengan imbalan uang tunai untuk meningkatkan modal untuk pengeluaran.
Dalam hal itu, bank berharap untuk memperlambat pertumbuhan dengan
menjual lebih banyak sekuritas untuk mengambil likuiditas dari sistem - RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com
Rabu, 15 April 2020
PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Menembus 1700 Meski Pasar Libur
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik lebih dari 1.5 persen di sesi perdagangan malam, meski sebagian pasar finansial masih libur Paskah.
Level tingginya bahkan menembus rekor tertinggi dalam lebih dari tujuh
tahun. Harga emas spot pun naik menyusul harga emas futures yang telah
lebih dulu menembus $1,700.
Harga emas spot naik 1.7 persen dan diperdagangkan di $1,717.36 per ons,
level tertinggi sejak Desember 2012. Sementara itu, harga emas futures
di Comex New York naik 0.5 persen ke level $1,761.40, tertinggi sejak
bulan Februari 2013. Saat berita ini ditulis, grafik XAU/USD berikut ini
menampilkan kenaikan harga emas hingga 1.36 persen ke $1,718.03,
melanjutkan reli yang terbentuk sejak akhir pekan kemarin.
Harga emas menguat sehubungan dengan minat risiko yang kembali
kendur, karena kepanikan para investor akan ketidakpastian ekonomi
jangka panjang akibat penyebaran virus Corona. Pasar saham dan
indeks-indeks hari ini dibuka melemah, berkebalikan dengan harga emas
yang menjulang.
Inflasi dalam perekonomian cenderung mendukung bullish emas. Dalam
hal ini, emas fisik (bullion) akan menjadi aset penyimpan nilai favorit
dalam menghadapi kenaikan harga.
Selain minat risiko yang turun, stimulus moneter dari berbagai bank
sentral (khususnya The Fed) turut menjadi penyokong kenaikan harga emas.
The Fed minggu lalu telah mengumumkan tambahan paket stimulus senilai
$2.3 triliun untuk membantu perekonomian yang terdampak. Bagaimana
tidak, krisis akibat virus ini sudah menciptakan sedikitnya 16.8 juta
pengangguran di AS - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : seputarforex.com
Selasa, 14 April 2020
PT Rifan Financindo - Turun Tipis, Harga Emas Dibanderol USD1.686/Ounce
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas
sedikit menurun pada perdagangan Senin waktu setempat, meski masih
berada pada level tertinggi. Hal ini karena meningkatnya kekhawatiran
tentang prospek ekonomi global terhadap wabah corona virus, dan
langkah-langkah stimulus Federal Reserve.
Emas spot turun 0,1% menjadi USD1.686.82 per ounce, setelah
menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret. Emas berjangka AS turun 0,7%
menjadi USD1.739.90, komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan spekulan
meningkatkan posisi bullish mereka di emas COMEX dan memotongnya dalam
kontrak perak dalam seminggu hingga 7 April.
Palladium naik 2,4% menjadi USD2.224,02 per ounce dan perak naik 0,5%
menjadi USD15,40, sementara platinum turun 0,3% menjadi USD745,74.
The Fed pada Kamis lalu mengumumkan upaya untuk USD2,3 triliun untuk
mendukung pemerintah daerah dan usaha kecil dan menengah, yang terbaru
dalam rangkaian program yang diperluas yang dimaksudkan untuk menjaga
ekonomi AS tetap utuh ketika negara itu memerangi pandemi virus corona.
Bahkan 16,8 juta orang Amerika telah mengajukan tunjangan
pengangguran dalam tiga minggu terakhir, dengan klaim baru mingguan
mencapai 6 juta untuk kedua kalinya berturut-turut karena wabah tanpa
henti menghentak ekonomi - PT RIFAN FINANCINDO
Sumber : okezone.com
Langganan:
Postingan (Atom)


