Senin, 21 September 2020

PT Rifan - Emas Terkoreksi, Investor Menanti Kesaksian Gubernur The Fed Di Kongres

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali terkoreksi setelah naik tinggi akhir pekan lalu. Senin pukul 07.25 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2020 di Bursa Komoditi ada di US $ 1.956,30 per ons troi, turun 0,29% dari akhir pekan lalu yang ada di US $ 1.962,10 per ons troi .

Koreksi harga emas dipicu oleh aksi investor yang menanti komentar Gubernur The Fed serta pandangan dari industri pertambangan pada rencana pekan ini.

Powell akan bersaksi di hadapan komite Kongres selama tiga hari berturut-turut pada selasa, Rabu dan Kamis untuk membahas tanggapan terhadap pandemi virus corona.

Kemungkinan Powell akan menghadapi pertanyaan seputar kondisi ekonomi ekonomi dan stimulus fiskal yang lebih luas. 

Sementara itu, suku bunga menjadi topik pembicaraan yang terdepan dalam pertemuan pemangku kepentingan di tahun lalu - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id 

Jumat, 18 September 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Dipicu Tingginya Pengangguran AS & Potensi Stimulus Lanjutan


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kembali naik pada Jumat (18/09) pagi seiring penurunan dolar AS pasca lemahnya data ketenagakerjaan AS dan janji bank sentral global akan melanjutkan suntikan dana stimulus jika diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang terkena dampak pandemi covid-19.

Harga emas berjangka naik 0,47% ke $ 1.959,10 per ons menurut data Investing.com pukul 10.40 WIB dan XAU / USD juga naik 0,41% di $ 1.951,92. Malah, indeks dolar AS melemah 0,05% ke 92,918.

D mengutip dari Reuters Jumat (18/09) pagi, laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja AS tadi malam, data yang mendekati tepat untuk mengukur kesehatan ekonomi, menunjukkan hampir 30 juta orang yang mendapat tunjangan pengangguran di akhir Agustus. Hal tersebut menyatakan berlanjutnya dampak krisis kesehatan akibat pandemi covid-19 terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bank of England (BOE) mengatakan sedang mempertimbangkan penerapan untuk memangkas suku bunga di bawah 0% karena ekonomi Inggris menghadapi peningkatan tiga kali lipat jumlah kasus covid-19, pengangguran tinggi dan kemungkinan masalah baru Brexit.

Bank of Japan (BOJ) memberikan kebijakan moneter dan mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan stimulus jika jatuh tempo pengangguran akibat pandemi mendorong risiko tingkat deflasi.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK: ANTM ) stabil di level Rp1.030.000 pagi ini dari harga Kamis kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.37 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : investing.com

Kamis, 17 September 2020

Rifan Financindo - Bloomberg Intelligence Ramal Emas Ke US$ 4.000

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu, jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) Kamis dini hari, pada pukul 17:12 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.965,96/troy ons di pasar spot.

Bos The Fed, Jerome Powell, pada Kamis malam mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan "target inflasi rata-rata" yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% "secara moderat" dalam "beberapa waktu", selama rata-ratanya masih 2%.

Dengan "target inflasi rata-rata" Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi.

Suku bunga rendah yang ditahan dalam waktu yang lama tentunya berdampak negatif bagi dolar AS, dan dapat mendorong kenaikan harga emas dunia.
Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, US$ 2.072,49/troy ons 7 Agustus lalu, emas berbalik merosot, dan tidak pernah lagi kembali ke atas level US$ 2.000/troy ons. Emas juga bergerak dengan volatilitas tinggi, artinya naik-turun secara signifikan dalam waktu singkat, beberapa pekan terakhir.

Namun beberapa pekan terakhir volatilitas emas cenderung merendah dan harganya menurun, tetapi masih mampu bertahan di atas US$ 1.900/troy ons, meski belum sanggup lagi mencapai US$ 2.000/troy ons, namun Bloomberg Intelligence memprediksi emas masih akan terus menguat bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai US$ 4.000/troy ons di tahun 2023. 

Pergerakan harga emas juga diprediksi akan lebih unggul dari perak yang belakangan ini juga mencuri perhatian pelaku pasar.

"Kondisi saat ini, dimana bank sentral terus menerapkan kebijakan moneter longgar menjadi fondasi yang solid bagi emas, tetapi kurang berdampak untuk perak dan tembaga. Logam untuk industri lebih terkait dengan stimulus fiskal dan bangkitnya perekonomian ekonomi global," kata Mike McGlone ahli strategi senior komoditas di Bloomberg Intelligence, sebagaimana dilansir Kitco.

McGlone mengatakan rally harga emas baru saja dimulai, artinya kenaikan harga emas masih akan terus berlanjut.

"Emas mencapai dasar (bottom) di US$ 700 pada tahun 2008, dan mencapai puncak US$ 1.900 pada tahun 2019. Dengan kecepatan yang sama 2,7 kali dari level terendah di dekat US$ 1.470 tahun ini menunjukkan emas menuju US$ 4.000/troy ons di tahun 2023," katanya.

Meski McGlone memberikan outlook optimistis terhadap emas, tetapi ia juga memperingatkan level US$ 2.000/troy ons terbukti menjadi resisten yang kuat. Sehingga akan memerlukan waktu agak lama untuk menembus level tersebut - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 16 September 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Tipis, Pasar Soroti Proyeksi Kebijakan Moneter Fed


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Rabu pagi kendati dolar Amerika Serikat juga mengalami pelemahan menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve AS yang akan diumumkan dini hari nanti.

Harga emas sedikit naik 0,03% ke $ 1.966,80 per ons pukul 10.48 WIB menurut data Investing.com dan XAU / USD naik 0,28% di $ 1.959,57. Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,04% ke 93,052.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK: ANTM ) turun Rp7.000 dari Rp1.037.000 Selasa kemarin menjadi Rp1.030.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.53 WIB.

Melansir Reuters Rabu (16/09) pagi, Fed akan menghentikan pertemuan pertama sejak mendekati pendekatan yang lebih akomodatif terhadap inflasi dan melanjutkan untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

Keputusan Fed bakal diumumkan pada pukul 18.00 WIB mengikuti pers dari Ketua Fed Jerome Powell setengah jam kemudian.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi menyatakan Partai Demokrat AS terbuka reses bulan Oktober untuk menyelesaikan kesepakatan dengan Partai Republik soal RUU bantuan pandemi virus.

Lebih dari 29,39 juta orang dilaporkan terinfeksi virus di seluruh dunia dan 928.669 orang meninggal dunia, menurut catatan laporan.

Ekspor Jepang jatuh 14,8% pada Agustus dari periode sebelumnya, turun selama 21 bulan berturut-turut, data menunjukkan. Ini mengindikasikan dampak pandemi yang menghantam permintaan global - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 15 September 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Menanjak, Pefindo Kerek Peringkat Aneka Tambang (ANTM) Jadi Stabil

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi Berkelanjutan I/2011.

Menurut Pefindo, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. 

Meskipun, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Selain itu, Pefindo juga menaikkan peringkat ANTM menjadi “stabil” dari sebelumnya “negatif” sehubungan dengan ekspektasi kinerja kuangan yang lebih stabil, yang berlaku mulai 10 September 2020 sampai  1 September 2021.

Peringkat ini mencerminkan sumber daya dan cadangan ANTM yang cukup besar, posisi yang kuat di industri yang didukung oleh produk pertambangan yang terdiversifikasi, serta kegiatan operasional yang terintegrasi secara vertikal.

“ANTM telah mengurangi penjualan emas ekspor dan fokus pada pasar retail domestik yang marginnya lebih tinggi. Dan kami berharap segmen emas dapat terus menghasilkan keuntungan yang lebih besar didukung oleh kenaikan harga emas,” tulis Pefindo dalam rilis resmi, Senin (14/9).

Menurut Pefindo, dengan fokus penjualan emas dalam gramasi kecil, ANTM dapat menjangkau basis nasabah ritel yang lebih luas mengingat harga emas yang lebih terjangkau. Kondisi pendemi Covid-19 juga memicu kenaikan permintaan emas sebagai tujuan investasi yang dianggap lebih aman (safe haven).

Sementara dari segmen nikel,  Pefindo berekspektasi kemitraan strategis ANTM dengan smelter lain di Indonesia dapan mengkompensasi penurunan penjualan bijih nikel akibat larangan ekspor bijih nikel, di samping harga nikel yang mulai pulih.

Inisiatif ANTM luntuk mempertahankan posisi biaya yang rendah dapat memitigasi penurunan EBITDA dalam jangka waktu pendek melalui efisiensi biaya dan sinergi dengan induk usaha.

Ke depan,m Pefindo dapat menaikan peringkat ANTM jika emiten pelat merah ini meningkatkan bisnis profilnya secara substantial, yang tercermin dari capaian pendapatan dan EBITDA yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan serta leverage keuangannya berada pada level yang konservatif.

Peringkat juga dapat dinaikan jika ANTM menerima dukungan yang kuat dari holding tambang BUMN (MIND ID) dalam bentuk injeksi modal, pinjaman shareholder loan dan/atau sinergi bisnis yang secara substansial menaikan kinerja operasi ANTM.

Namun, peringkat ANTM juga dapat diturunkan jika pandemi yang berkepanjangan berakibat pada perlambatan pemulihan ekonomi global dan berdampak negatif terhadap permintaan dan harga komoditas, sehingga dapat melemahkan operasi bisnis dan profil keuangan ANTM.

Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika ANTM menarik utang lebih tinggi dari yang diproyeksikan dan/atau gagal menyelesaikan proyek ekspansi sesuai jadwal - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 11 September 2020

Rifan Financindo Berjangka - Mau Trading di Akhir Pekan? Simak Dulu 7 Kabar Pasar Hari Ini

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis kemarin terpaksa terkapar di zona merah setelah ambles 5,01% ke level 4.891,46 setelah sebelumnya perdagangan sempat dihentikan oleh bursa karena anjlok lebih dari 5%.

Rencana pemberlakuan kembali PSBB (pembatasan sosial berskala besar) secara total oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi sentimen negatif bagi pasar kendati PSBB bertujuan guna menekan tingkat positif Covid-19 di DKI yang melonjak.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 668 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 10,2 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan 'rem darurat' kembali ditarik. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota kembali diketatkan, tidak ada lagi PSBB Transisi. Mulai 14 September, warga Jakarta kembali disarankan untuk #dirumahaja.

"Kita akan menarik 'rem darurat' yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB Transisi, tetapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu," tegas Anies.

Upaya ini terpaksa ditempuh mengingat kasus corona di Jakarta boleh dikata sangat mengkhawatirkan. Per 8 Agustus, jumlah pasien positif corona mencapai 48.393 orang. Bertambah 1.014 orang (2,14%) dibandingkan sehari sebelumnya.

Selain kabar tersebut, simak juga peristiwa emiten yang terjadi sepanjang perdagangan kemarin untuk mempertimbangkan 'trading' Jumat ini (11/9/2020).


1. Saham Anjlok, Pemilik SCTV Buyback Lagi Saham Rp 500 M

Emiten media Grup Emtek, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), merencanakan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal itu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis ini (10/9/2020), manajemen SCMA menyatakan akan membeli kembali saham dengan jumlah biaya pembelian sebanyak-banyaknya Rp 500 miliar atau paling banyak 20% dari modal disetor dalam perseroan, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.

2. Setor Rp 221 M, Indika Caplok 25% Saham Tambang Emas Sulsel

Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yakni PT Indika Mineral Investindo (IMI), masuk ke proyek tambang emas Awak Mas di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan melakukan penyertaan saham 25% senilai US$ 15 juta atau setara dengan Rp 221 miliar (asumsi kurs Rp 14.700/US$) di PT Masmindo Dwi Area (Masmindo).

Masmindo adalah anak usaha Nusantara Resources Ltd (NUS), perusahaan tercatat di Bursa Australia yang juga menjadi mitra Indika yang mengelola tambang tersebut.

Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono perusahaan sudah melakukan penandatanganan perjanjian penyertaan saham dengan pihak-pihak terkait yakni Indika Mineral Investindo (IMI) selaku anak usaha, Nusantara Resources, dan Masmindo, pada 25 Februari 2020.

3. Kejar Cuan, Cathay Life Fokus Membidik Investasi Obligasi

Perusahaan asuransi asal Taiwan, Cathay Life Insurance Co. mengungkapkan bahwa perseroan kini mulai berhati-hati dalam berinvestasi meskipun kas perusahaan masih meningkat pada kuartal II-2020 dibandingkan dengan kuartal I-2020.

Kehati-hatian itu akan diimplementasikan dengan memilih obligasi atau instrumen pendapatan tetap (fixed income) dengan ratinglebih tinggi untuk menghindari volatilitas di tengah pandemi Covid-19.

Kas perseroan pada Juni naik sebesar NT$ 108 miliar atau US$ 3,66 miliar (sekitar Rp 54 triliun, kurs Rp 504/new dolar Taiwan) di Juni lalu dari NT$ 152 miliar pada kuartal I-2020 menjadi NT$ 260 miliar atau Rp 131 triliun per akhir Juni lalu. Jumlah kas itu sebesar 3,9% dari total portofolio investasi Cathay Life, naik dari 2,4% pada kuartal pertama.

4. Butuh Rp 24 T Selamatkan Jiwasraya, Dari Mana Sumber Dananya?

Holding BUMN Penjaminan dan Perasuransian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Bahana (BPUI) mengungkapkan total dana yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan likuiditas PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencapai Rp 24,2 triliun.

Besaran dana itu adalah bagian dari skema yang ditetapkan dalam penyelesaian kondisi keuangan Jiwasraya.

Bahana yang kini memakai brandIndonesia Financial Group (IFG) sudah mengungkapkan bahwa perseroan akan mendirikan anak usaha baru dengan nama IFG Life guna menyelamatkan Jiwasraya. Perusahaan baru ini akan menampung portofolio Jiwasraya yang sudah direstrukturisasi.

5. Apakah Ini Dua Calon Kuat yang Bakal Jadi Dirut Bank Mandiri?

Lima bankir dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) pekan lalu ditempatkan di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Termasuk di dalamnya adalah Direktur Utamanya yakni Royke Tumilaar yang didapuk menjadi direktur utama BNI.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI pada Rabu ini (2/9/2020).

Salah satu calon yang paling kuat untuk menjadi direktur utama Bank Mandiri adalah Wakil Direktur Utamanya saat ini, yakni Hery Gunardi. Dia merupakan salah satu anggota tim merger pendirian Bank Mandiri pada 1998-1999 yang sebelumnya memulai karir di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Satu kandidat lainnya yang juga disebut-sebut bakal mengisi posisi ini adalah salah satu alumni Bank Mandiri yang sudah malang melintang mengisi posisi direksi di BUMN lainnya, yakni Pahala Nugraha Mansury.

6. Jakarta PSBB Total, Begini Jeritan Perusahaan Properti

Sektor properti menjadi salah satu yang terkena dampak cukup signifikan pandemi Covid-19. Terlebih lagi, mulai Senin pekan depan, DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total.

Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, kepada CNBC Indonesia menyampaikan, pada dasarnya pengusaha mendukung rencana pemerintah dalam mengendalikan pandemi.

Namun, harus diakui, kondisi pasar properti masih cukup berat di tahun ini. Ditambah lagi dengan kebijakan pembatasan sosial, diperkirakan bakal menyebabkan penurunan penjualan.

7. Jelang Pergantian Direksi, Begini Kinerja BNI di Juli 2020

Jelang pergantian direksi, kinerja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ternyata tumbuh di atas rata-rata industri. Bahkan BNI memiliki modal yang kuat untuk menggenjot penyaluran kredit.

Bila melihat pada laporan keuangan bulanan, hingga Juli 2020 BNI terus meningkatkan penyaluran kredit demi mendukung pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Penyaluran kredit BNI bank only telah menembus Rp 546,47 triliun pada akhir Juli 2020, meningkat 5,1% dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Realisasi sampai Juli tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi perusahaan yang mematok pertumbuhan 2-4% karena pelambatan ekonomi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

 

Kamis, 10 September 2020

Rifan Financindo - Jakarta PSBB Total, Pengusaha Ngaku Panik Dan Teriak

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpaksa membuat pegusaha panik. Hal ini karena banyak sektor tidak boleh menjalankan aktivitas bisnis, kecuali 11 sektor yang sudah diizinkan.

Sebagai pengusaha, teman-teman semua panik. Karena kondisinya ada sektor-sektor baru untuk laksanakan operasional. Kalau harus berhenti mereka tidak siap. Mereka khawatir dari 11 sektor yg diperbolehkan, rencananya akan ditinjau kembali. Ini akan jadi beban pikiran mereka, kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta

Ia khawatir 11 sektor yang kemarin diizinkan akan makin dikurangi jika kondisinya makin parah. Apalagi pertambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat. Adapun sektor tersebut adalah Kesehatan, Perhotelan, Konstruksi, Industri strategis, Pelayanan dasar dan utilitas publik, Energi Komunikasi dan teknologi informatika, Keuangan, Logistik, Pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan juga Bahan pangan.

Di luar sektor tersebut, maka bisa dipastikan tidak bisa beraktivitas seperti masa PSBB transisi. Pengusaha dihadapkan kondisi sulit. "Belum ada yang siap, karena kita baru. Kemudian semua teriak kondisinya," sebut Diana.

Kondisi ini mengharuskan dunia usaha untuk berpikir lebih keras. Apalagi, jika melihat angka positif Covid-19 yang terus melonjak dari hari ke hari.

Kemarin sempat ada sounding-sounding kalau kondisi ini seperti apa. kami di Kadin pertanyakan ini ko bisa naik terus? seperti apa pemerintah untuk cegah deret ukur. Kita juga pertanyakan itu. Itu kan ranahnya pemerintah. Tapi ya tiba-tiba seperti ini juga nggak terpikirkan juga. Karena deret ukur terjadi seminggu atau hari ini. itu dilema sekali.

Namun, Ia memaklumi soal keputusan ini harus diambil oleh Pemprov DKI Jakarta, yakni untuk menekan angka kasus Covid-19.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengingatkan pengusaha agar lebih tanggap melihat kondisi ini.

Ini jadi tantangan tersendiri, gimana berkreasi, berinovasi secara baik dan benar sehingga dapat bertahan dan berkembang dan akselerasi walau di tengah tekanan pandemi, walau relatif singkat menekan dunia usaha kita - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com