Selasa, 06 Oktober 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Hari Raya Melemahnya Dolar AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Selasa pagi seiring pelemahan Amerika Serikat akibat tekanan dari sentimen risiko yang kembali optimis.

Harga emas berjangka turun 0,17% di $ 1.916,75 per ons pukul 10.47 WIB dan XAU / USD melemah tipis 0,09% ke $ 1.911,68 menurut data Investing.com. Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,11% di 93,438.

Indeks S&P 500 berjangka naik tipis 0,07% ke 3.395,25 pukul 11.00 WIB.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (06/10) pagi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Senin (06/10) setelah menjalani perawatan covid-19 di rumah sakit selama tiga malam.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin Berbicara melalui telepon selama sekitar satu jam pada Senin membahas soal dana bantuan ekonomi dan bersiap melanjutkannya kembali pada hari Selasa untuk mencapai kesepakatan tentang undang-undang tersebut.

Presiden Chicago Federal Reserve Bank Charles Evans pada perkiraan inflasi AS mencapai 2% pada tahun 2023 dan ingin mendorongnya menjadi 2,5% untuk mengimbangi peningkatan harga di bawah target yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Sementara itu pemulihan ekonomi kawasan euro melambat pada bulan September sektor-sektor dan negara-negara di blok tersebut menghadapi tekanan akibat dari virus pandemi sehingga menerapkan kembali ke aktivitas.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK: ANTM ) naik Rp2.000 dari Rp1.015.000 pada hari Senin menjadi Rp1.017.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.22 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 05 Oktober 2020

PT Rifan - Donald Trump Positif Corona, Harga Emas Naik

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia bergerak ke level USD1.900 dalam perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Kenaikan harga emas terbatas karena dolar AS yang lebih kuat.

Tetapi emas batangan tetap menuju kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu karena Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif Covid-19 yang merusak sentimen risiko.

Tercatat, harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi USD1.900.40 per ounce. Harga akan naik 2,2% minggu ini, menuju proporsi kenaikan mingguan terbesar sejak awal Agustus. Emas berjangka AS turun 0,5% menjadi USD1.907.60.

Pemilu tinggal 33 hari lagi, begitu banyak yang tidak diketahui, apakah ini gejala yang ringan, bagaimana dia akan bereaksi terhadapnya. Jadi kita harus terbang ke tempat yang aman untuk menjaga emas tetap bertahan, ”kata ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn.

Pedagang tampak hati-hati karena mereka khawatir tentang penjualan ekuitas," katanya.

Harga emas telah naik ke level tertinggi dari satu minggu setelah Trump mengatakan dalam akun Twitternya bahwa dia dan istrinya Melania dinyatakan positif virus corona.

Namun Gedung Putih meyakinkan orang Amerika bahwa Presiden Trump dalam keadaan sehat.

Sementara Itu, investor juga mencatat laporan ketenagakerjaan bulanan terakhir sebelum pemilihan presiden 3 November, yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan September.

Emas kemungkinan akan tetap berada dalam kisaran dalam jangka pendek. Pasar akan menunggu hingga akhir pekan dan mencari berita, ”kata kepala perdagangan turunan logam dasar dan mulia di BMO Tai Wong - PT RIFAN

Sumber : okezone.com

Jumat, 02 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas 2 Oktober 2020: Naik Karena Melemahnya Dolar AS


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat karena melemahnya dolar AS. Ada laporan bahwa Sekretaris Keuangan AS Steven Mnuchin dengan jurubicara Kongres Nancy Pelosi mencapai kemajuan di dalam perundingan mengenai paket stimulus yang baru. Optimisme dari Capitol Hill mendorong pasar dan menekan turun dolar AS yang safe-haven.

Pergerakan naik pasar emas memerlukan berita fundamental yang baru untuk memulai kembali tren naik dalam jangka pendek yang sudah mandek. Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $7.80 pada $1,903.20 per ons. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.013.000,- per gram, turun Rp 3000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibukan mengarah naik. Selama bulan September indeks saham AS sedikit goyah namun harga saham AS sekarang kelihatannya sudah stabil.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 837.000 orang Amerika yang mengajukan klaim pengangguran baru, penurunan sebanyak 36.000 dari minggu sebelumnya 870.000, yang direvisi naik 3000 menjadi 873.000. Ini adalah angka terendah di dalam klaim pengangguran sejak ekonomi AS diporak porandakan oleh pandemic Covid – 19. Para ekonom memperkirakan klaim pengangguran bisa mencapai 850.000.

Emas mengalami tambahan dorongan naik dengan indeks harga PCE inti tahunan AS naik diatas daripada yang diperkirakan di 1.6% pada bulan Agutus.

Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,910.00 yang apabila berhasil dilewatkan akan lanjut ke $1,920.00 dan kemudian $1,925.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,890.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,880.80 dan kemudian $1,847.65 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 01 Oktober 2020

Rifan Financindo - Buka Emas Atau Yen, Sekarang Giliran Dolar AS Jadi Safe Haven

 
RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Ketidakpastian di seluruh pasar aset kenaikan kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) yang sangat signifikan. Dolar AS yang juga disebut dengan greenback itu bahkan mengalahkan dua aset investasi lainnya di safe haven (investasi dengan tingkat risiko terendah), yakni mata uang yen Jepang dan emas.

Pada Selasa, indeks dolar kemarin (DXY) naik hampir 2%, dibandingkan mata uang lainnya. Dilansir dari Reuters, Rabu, peringkat ini menunjukkan kenaikan tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Selain itu, para investor juga masih khawatir untuk kembali bangkit dari saham karena kondisi perekonomian yang masih bergejolak.

Padahal, mata uang Negeri Paman Sam itu turun 8% di bulan Maret lalu, yang membuat dolar dilihat tak ada harganya. Pada bulan Agustus lalu, nilai emas juga berada pada level tertinggi. Sementara itu, yen menderita cukup lama setelah harga globalnya jatuh selama pandemi Corona.

Nilai emas di pasar spot (XAU) juga turun hampir 4% di bulan September ini. Lalu, indeks yen Jepang JOY = EBS datar.

Selain aset investor akan aset investasi lainnya, faktor-faktor yang membuat AS sempat tak dihiraukan para investor pun tampak menghilang. Melihat mata uang lainnya misalnya euro yang sempat melonjak ketika kasus COVID-19 menyebar begitu cepat di Eropa. Lalu, sentimen terhadap Brexit juga telah membebani pound Inggris.

Managing Director & Co-head Pendapatan Tetap Global Investment-grade Neuberger Berman Thanos Bardas bertaruh dolar akan naik terhadap euro. Ia menilai, euro telah mengalami kenaikan yang berlebihan hingga 10% sejak Maret 2020.

Kebangkitan dolar berhubungan dengan respons pasar modal terhadap gelombang global de-risking (fenomena ketika berbagai komponen keuangan menghindari risiko) - RIFAN FINANCINDO

 Sumber :  detikfinance.com

 

Rabu, 30 September 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Karena Turunnya USD

 
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mengalami kenaikan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Selasa kemarin. Kenaikan harga emas ini disebabkan karena terkoreksinya indeks dolar AS setelah kenaikan baru-baru ini. Kelihatannya mulai ada permintaan safe-haven yang masuk ke pasar metal.

Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $9.70 pada $1,891.90. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.014.000,- per gram, naik Rp 8000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS dibuka sedikit turun dalam perdagangan sesi New York. Minat terhadap resiko sedikit membaik pada awal minggu ini. Namun dengan akan adanya debat pertama di dalam pemilihan presiden AS, pasar sedikit nervous menjelang berlangsungnya debat.

Hal yang penting diluar pasar metal adalah turunnya indeks dolar AS karena koreksi normal setelah naik mencapai ketinggian 2 bulan pada minggu lalu. Harga minyak mentah Nymex melemah sedikit dan diperdagangkan di bawah $40.00.

Data yang ditunggu adalah Non Farm Payrolls AS yang akan keluar pada hari Jumat dan diperkirakan akan memberikan penambahan pekerjaan sebanyak 875.000 dan tingkat pengangguran berada pada 8.2%.

Resistance terdekat menunggu di $1,900.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,910.00 dan kemudian $1,925.00. “Support” terdekat menunggu di $1,880.80 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,851.00 dan kemudian $1,800.00 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 29 September 2020

PT Rifan Financindo - Saran Bank Terbesar di Swiss Beli Emas Sekarang

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bank investasi kelas dunia asal Swiss, UBS Global Wealth Management mengatakan, saat ini merupakan waktu yang pas menempatkan dana di instrumen emas.

Investasi di emas dinilai menjadi tempat yang sangat baik menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat, kata UBS kepada CNBC Internasional 

Kami menyukai emas, karena kami pikir emas kemungkinan akan benar-benar mencapai sekitar US$ 2.000 per ounce pada akhir tahun," kata Kelvin Tay, Kepala Investasi Regional UBS

Dan emas memiliki lindung nilai tertentu," kata Tay. "Jika terjadi ketidakpastian atas pemilu AS dan pandemi Covid-19, emas adalah lindung nilai yang sangat, sangat bagus. Dan kelemahannya baru-baru ini merupakan titik masuk yang bagus bagi investor," tambahnya, saat berbicara dalam acara Squawk Box CNBC

Harga emas telah melesat ke rekor tertinggi tahun ini - dan melampaui US$ 2.000 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Namun baru-baru ini, harga telah turun lagi dan terakhir diperdagangkan di sekitar US$ 1.880 per ounce pada Selasa pada periode perdagangan pasar Asia.

Logam mulia juga menarik karena ditopang dengan tren suku bunga rendah," kata Tay.

Jika suku bunga tetap rendah seperti yang diindikasikan oleh bank sentral AS, The Fed, biaya untuk membenamkan dana di emas - aset non-imbal hasil - akan "cukup rendah". Itu karena investor tidak perlu memberikan bunga yang seharusnya diperoleh saat berinvestasi di aset non emas.

Tay juga merekomendasikan agar investor memasukkan sejumlah uang ke obligasi pemerintah China karena mereka akan dimasukkan dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia oleh penyedia indeks FTSE Russell.

Pencantuman obligasi China tersebut, mulai Oktober 2021, akan membawa miliaran dolar masuk ke China.

Tay menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah China, yakni sebesar 2,5%, lebih tinggi daripada obligasi negara di kawasan lain, dibandingkan dengan imbal hasil AS pada 0,6% dan imbal hasil obligasi Eropa yang sebagian besar justru memberikan yield negatif.

Ini adalah pengembalian [yield] yang sangat tinggi untuk [obligasi] pemerintah yang sangat berkualitas dengan neraca yang sangat kuat," katanya - PT RIFAN FINANCINDO

 Sumber : cnbcindonesia.com

 

 

Senin, 28 September 2020

PT Rifan - Laju Rupiah, Saham Dan Emas Dibayangi Resesi

PT RIFAN BANDUNG - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi Indonesia masuk jurang resesi pada kuartal III 2020. Sebab, pertumbuhan ekonomi kuartal III kembali minus melanjutkan kuartal sebelumnya.

Forecast terbaru kita pada September untuk 2020 adalah minus 1,7% sampai minus 0,6%. Ini artinya, negatif Territory kemungkinan terjadi pada kuartal 3," kata Sri Mulyani dalam video conference APBN KiTa.

Lantas, bagaimana laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah dan emas pada pekan ini?

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan IHSG cenderung melemah sepekan ke depan. Dia memperkirakan IHSG berada di level support 4.820-4.754 dan resistance 4.978-5.187.

perkirakan IHSG berpeluang kuat di awal pekan dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. IHSG bergerak dengan level support di level 4.820 sampai 4.754 dan resistance di level 4.978 sampai 5.187 dengan kecenderung melemah dalam sepekan ke depan," kata Hans dalam risetnya.

Sejumlah sentimen mempengaruhi kinerja IHSG dalam sepekan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari luar negeri, Hans menyebut salah satunya terkait rencana stimulus fiskal untuk mengatasi dampak pandemi di Amerika Serikat (AS). Dikabarkan Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS sedang mempersiapkan rencana paket stimulus virus senilai US $ 2,2 triliun.

Pejabat Federal Reserve pekan lalu Berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal karena kebijakan moneter yang terbatas pada tata perekonomian. Pernyataan ini menurunkan kredibilitas Fed sendiri tetapi mendorong pemerintah dan segera meloloskan stimulus fiskal baru untuk mengatasi dampak COVID-19.

Pasar saham Indonesia telah menguat pada akhir pekan ini. Penguatan ini didukung klaim pemerintah provinsi DKI Jakarta jika penerapan PSBB total jilid dua berhasil melaporkan kasus baru COVID-19. Selain itu kabar vaksin perusahaan China yang berhasil menjadi tambahan sentimen positif. Meski begitu, Hans bilang perpanjangan PSBB akan menjadi sentimen negatif pasar saham.

PSBB jilid dua sampai Oktober menjadi sentimen negatif bagi pasar. Biarpun PSBB ketat hanya diberlakukan di Ibu kota Jakarta, tetapi Jakarta punya kontribusi besar pada perekonomian Indonesia sehingga berpeluang pada perekonomian Indonesia - PT RIFAN

Sumber : detikfinance.com