RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa diperdagangkan melemah pada Kamis
petang, melanjutkan aksi jual global dengan investor khawatir terhadap
masalah inflasi yang meluas dan potensi perlambatan ekonomi global.
Pada pukul 14.45 WIB, Jerman anjlok 1,9%, Prancis jatuh 1,8%, dan Inggris turun 1,6%. Sebaliknya, (IHSG) berakhir naik 0,44% di 6.823,33 sampai pukul 15.15 WIB menurut data Investing.com.
Saham-saham di Eropa telah mengikuti tren dari pelemahan di
Asia Kamis pagi dan juga aksi jual dramatis di Wall Street semalam di
mana indeks blue-chip jatuh lebih dari 1.100 poin, atau 3,6%, kerugian satu hari terbesar sejak 2020.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan awal
pekan ini bahwa ekonomi AS dapat dirugikan oleh upaya untuk mengurangi
inflasi, dan sejumlah perusahaan ritel utama AS telah membukukan
pendapatan kuartalan yang mengecewakan, dan mengingatkan meningkatnya
tekanan biaya, mengkonfirmasi ketakutan terburuk investor atas kenaikan
inflasi.
Kembali di Eropa, saham easyJet (LON:) naik 1,4% setelah maskapai murah itu
kerugian yang lebih kecil dari yang diperkirakan pada paruh pertama
tahun fiskalnya, dan menambah diharapkan akan bisa menerbangkan 90% dari
kapasitas pra-pandemi pada kuartal III tetapi juga mengingatkan
perusahaan masih tidak dapat memberikan proyeksi untuk setahun penuh.
Saham Assicurazioni Generali (BIT:) naik 0,8% setelah perusahaan asuransi Italia itu
penurunan sebesar 9,3% dalam laba bersih kuartal I periode tahun ke
tahun, lebih kecil dari diperkirakan penurunan setelah mencatat
penurunan nilai pada investasi di Rusia.
Saham IAG (LON:)
melemah 1,4% setelah pemilik British Airways pada hari Kamis
berkomitmen untuk menggelontorkan pengeluaran tambahan dan setuju untuk
memesan 50 pesawat jet Boeing (NYSE:) 737 MAX untuk pengiriman antara 2023 dan 2027.
Saham Credit Suisse (SIX:)
anjlok 2,5% usai bank Swiss ini menerima penurunan peringkat kedua
dalam minggu ini. Fitch mengikuti langkah Standard & Poors yang
menurunkan peringkat default penerbit jangka panjang bank itu menjadi
BBB+ dari A-.
Di tempat lain,
dari pertemuan European Central Bank terbaru akan dirilis nanti di sesi
ini dan investor mencari petunjuk mengenai jadwal potensial untuk
pengetatan kebijakan moneter.
Harga minyak stabil pada Kamis setelah mendapat kerugian sesi sebelumnya.
Data dari ,
yang dirilis Rabu malam setempat, menunjukkan persediaan minyak mentah
AS turun sebanyak 3,4 juta barel untuk pekan terakhir 18 Mei, penurunan
yang tidak terduga, dan ini mengindikasikan adanya permintaan yang
substansial.
Harga minyak umumnya telah meningkat karena pasokan Rusia
tertekan oleh larangan dari beberapa negara setelah invasinya ke
Ukraina.
Uni Eropa juga telah mengusulkan larangan total bertahap
terhadap impor minyak Rusia selama kurun waktu enam bulan, meskipun
langkah-langkah ini belum diadopsi karena adanya penolakan dari beberapa
negara timur, termasuk Hongaria.
Pada pukul 14.45 WIB, harga berjangka turun 0,2% di $106,84 per barel, sedangkan kontrak naik 0,2% di $109,35 per barel. Kedua kontrak anjlok sekitar 2,5% pada hari Rabu.
Selain itu, harga turun 0,3% di $1,810,14/oz, sementara diperdagangkan 0,2% lebih tinggi ke 1,0487 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
Sumber : investing.com