Kamis, 23 Februari 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Lesu, Investor Antisipasi Hasil Kebijakan The Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menurun di akhir perdagangan Selasa. Penurunan ini karena dolar AS lebih kuat ketika para pedagang mengantisipasi lebih banyak isyarat kebijakan moneter Federal Reserve. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange turun USD7,70 atau 0,42% menjadi USD1.842,50 per ounce. Sebelumnya emas diperdagangkan di level tertinggi USD1.856,40 dan terendah di USD1.839,00. 

Pelaku pasar sedang mencerna data ekonomi terbaru dengan indeks dolar AS menjadi menguat. Greenback terhadap enam mata uang utama lainnhya, naik 0,31 persen menjadi 104,1723.

Para pedagang juga menunggu rilis pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hari ini. Menurut para analis, mungkin secara tak terduga hawkish, sehingga memberi petunjuk ke arah yang ingin diambil Federal Reserve dengan melanjutkan kenaikan suku bunga.  

Pasar juga menunggu banyak pembicara Fed karena inflasi AS yang terlalu tinggi dan kekuatan di pasar tenaga kerja membuat kebijakan bank sentral menjadi fokus.

Pembacaan inflasi AS dari perkiraan dengan cepat menghentikan reli harga emas baru-baru ini, karena pasar secara drastis menilai kembali ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 17,50 sen atau 0,81% menjadi USD21,89 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD27,20 atau 2,95% menjadi USD948,60 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

Senin, 20 Februari 2023

PT Rifan - Emas Tertekan Karena Kekuatiran Hawkishnya Para Bank Sentral

PT RIFAN BANDUNG - Mengakhiri perdagangan pada minggu lalu, emas turun untuk minggu ke empat berturut-turut dengan pasar kuatir akan ke agresifan Federal Reserve dalam menangani inflasi untuk turun ke 2%. Pasar juga terpukul oleh munculnya data – data makro ekonomi yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan angka inflasi yang tetap tinggi pada minggu lalu.

Pada hari Kamis minggu lalu, emas terpukul turun ke kerendahan selama enam minggu karena munculnya laporan inflasi dari Producer Price Index yang panas. Sekarang pasar menjadi kuatir Federal Reserve akan menjadi hawkish secara agresif untuk waktu yang lebih lama. Para trader emas menganggap hal ini sebagai faktor bearish untuk prospek permintaan global karena para bank sentral memperketat kebijakan moneter mereka untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam usaha menurunkan inflasi.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $6.80 ke $1,842.30 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret turun $0.34 ke $21.37 per ons.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor meningkat pada akhir minggu perdagangan yang lalu.

Hal kunci di luar pasar emas adalah naiknya dengan solid indeks dollar AS dan menyentuh ke ketinggian lima minggu di 103.885 dalam perdagangan semalam. Sementara harga minyak mentah berjangka Nymex turun solid dan diperdagangkan di sekitar $76.00 per barel pada hari Jumat minggu lalu.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,836 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,827 dan kemudian $1,820.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,854 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,870 dan kemudian $1,881 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 17 Februari 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kamis Turun Terendah 1 Bulan Setelah Dolar Dan Imbal Hasil Treasury AS Meningkat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas memperpanjang kerugian ke level terendah lebih dari satu bulan pada hari Kamis karena dolar AS dan imbal hasil Treasury AS melanjutkan kenaikannya setelah pembacaan ekonomi AS baru-baru ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin terus menaikkan suku bunga.

Harga emas spot turun 0,3% menjadi $1.830,80 per ons pada pukul 10:16 ET (1516 GMT), level terendah sejak awal Januari.

Harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi $1.838,10.

Data menunjukkan indeks harga produsen AS melambung ke 0,7%, lebih tinggi dari perkiraan konsensus 0,4%, sementara data klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh, dengan klaim 194.000, dibandingkan dengan ekspektasi 200.000.

Menyusul data tersebut, patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, sementara dolar memperpanjang kenaikannya ke level tertinggi enam minggu, membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa dari sudut pandangnya bank sentral AS dapat menjadi lebih agresif dengan kenaikan suku bunga di masa depan jika inflasi naik secara mengejutkan.

Dua kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin diperkirakan oleh bank sentral AS pada bulan Maret dan Mei. Pasar keuangan sekarang memperkirakan pada kenaikan lain di bulan Juni.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset dengan imbal hasil nol.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS setelah data menunjukkan harga produsen AS meningkat dan klaim pengangguran menurun yang memberikan sentimen The Fed akan menaikkan suku bunga agresif untuk mengendalikan inflasi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Kamis, 16 Februari 2023

Rifan Financindo - Inflasi AS Bikin Deg-Degan, Harga Emas Terus Tertekan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terus melandai setelah inflasi Amerika Serikat (AS) bergerak di atas ekspektasi pasar. Pada penutupan perdagangan Rabu (15/2/2023), emas ditutup di posisi US$ 1.836,19 per troy ons. Harga sang logam mulia jatuh 0,98%.

Harga emas nyaris tidak bergerak pada pagi hari ini. Pada perdagangan Kamis (16/2/2023) pukul 06: 28 WIB, harga emas berada di posisi US$ 1.836,29. Harganya menguat sangat tipis 0,005%.

Pelemahan emas kemarin melanjutkan tren pelemahan emas yang sudah berlangsung sejak awal bulan.

Emas memang sempat naik turun sejak awal Februari 2023 tetapi secara keseluruhan emas ambruk 4,8% sepanjang bulan ini.

Analis City Index, Matt Simpson, menjelaskan emas melemah karena pelaku pasar kini mulai mengkhawatirkan kelanjutan dari kebijakan moneter ketat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).

Kekhawatiran itu meningkat setelah data inflasi AS bergerak di atas ekspektasi pasar.

Inflasi AS mencapai 6,4% (year on year/yoy) pada Januari 2023, lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang berada di 6-6,2%.

"Kebijakan moneter yang agresif akan membebani emas ke depan. Emas tengah berada di tren pelemahan tetapi sejauh ini emas mampu menghindari pelemahan yang dalam," tutur Simpson, dikutip dari Reuters.

Kebijakan moneter yang ketat akan melambungkan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS.

Kondisi ini tentu bukan yang hal yang bagus bagi pergerakan emas. Dolar AS yang menguat akan membuat emas semakin tidak terjangkau karena mahal.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga akan kalah saing dengan surat utang pemerintah AS. 

Indeks dolar AS menguat ke 103,92 pada pagi hari ini. Level tersebut adalah yang tertinggi sejak 5 Januari 2023 atau sebulan lebih.  Yield surat utang pemerintah AS juga melambung ke 3,63% atau level tertingginya sejak 5 Januari 2023.

Kelanjutan kebijakan moneter ketat sudah disampaikan oleh sejumlah pejabat The Fed.

Kita harus tetap mempersiapkan diri untuk kelanjutan suku bunga tinggi. Suku bunga tinggi mungkin akan lebih lama dari proyeksi sebelumnya," ujar President Fed Lorie Logan, dikutip dari Reuters - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

 

 

 

Rabu, 15 Februari 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Dengan USD Berbalik Menguat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada awal jam perdagangan sesi AS, hari Selasa, dengan berbalik menguatnya dollar AS. Indeks Dolar AS berbalik naik setelah keluarnya laporan inflasi kunci AS, Consumer Price Index (CPI).

Emas berjangka kontrak bulan April turun $2.20 ke $1,851.10 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret turun $0.062 ke $21.80 per ons.

Angka CPI AS untuk bulan Januari muncul di 6.4% YoY. Sementara pasar memperkirakan CPI akan muncul di 6.2% dibandingkan dengan angka bulan Desember di 6.5%. Secara bulanan, CPI naik 0.5% dibandingkan dengan kenaikan 0.4% pada bulan Desember. Angka CPI yang muncul sedikit di atas dari yang diperkirakan pasar, membuat pasar cemas dengan kemungkinan the Fed akan semakin bertambah hawkish.

Pasar saham global bervariasi namun kebanyakan naik dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun sedikit pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Hal kunci di luar pasar emas adalah berbalik naiknya indeks dollar AS. Harga minyak mentah berjangka Nymex turun ke $78.85 per barel dengan pemerintah AS mengatakan bahwa mereka akan merilis 26 juta barel dari cadangan minyak strategis AS.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,825 dan kemudian $1,815.

Resistance terdekat menunggu di $1,875 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,881 dan kemudian $1,900 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 14 Februari 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Merosot Jadi USD1.863/Ounce, Ini Penyebabnya

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Selasa (14/2/2023), memperpanjang kerugian hari ketiga berturut-turut.

Dikutip Antara, hal ini karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS dari data inflasi utama yang akan dirilis hari ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, merosot USD11 atau 0,59% menjadi ditutup pada USD1.863,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tingkat tertinggi sesi USD1.877,20 dan terendah USD1.860,80.

Untuk  logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 22,3 sen atau 1,01%, menjadi menetap pada USD21,852 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD7,60  atau 0,8%, menjadi ditutup pada USD959,40 per ounce.

Investor menyesuaikan posisi di tengah kegugupan menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, karena gambarannya akan menjadi lebih jelas setelah data inflasi Januari dirilis.  

Pembacaan indeks harga konsumen Selasa diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut di mana suku bunga berpotensi mencapai puncaknya di AS. Sementara inflasi diperkirakan akan turun lebih jauh pada Januari dari bulan sebelumnya, namun masih dalam tren di tingkat yang relatif tinggi.

Kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan aset-aset lain yang tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dolar, yang diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, juga membuat logam kuning lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lainnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

Kamis, 09 Februari 2023

Rifan Financindo - Emas Kian Bersinar Ditopang Dolar AS Yang Lebih Lemah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kian bersinar, kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi ketiga berturut-turut didorong oleh dolar AS yang lebih lemah setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menyatakan proses disinflasi telah dimulai.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan April di Divisi Comex New York Exchange terdongkrak 5,9 dolar AS, atau 0,31 persen menjadi ditutup pada 1.890,70 dolar AS per ounce setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi 1.898,90 dolar AS dan terendah 1.881,40 dolar AS.


Emas berjangka bertambah 5,30 dolar AS atau 0,28 persen menjadi 1.884,80 dolar AS pada hari Selasa (7/2) setelah terkerek 2,90 dolar AS atau 0,15 persen menjadi 1.879,50 dolar AS pada hari Senin (6/2), dan anjlok 54,20 dolar AS atau 2,81 persen menjadi 1.876,60 dolar AS pada hari Jumat
Ketua Fed menunjukkan sedikit tanda tekanan<em> hawkish</em> terhadap pasar tenaga kerja yang tangguh di Amerika Serikat, meningkatkan harapan bahwa suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh.


Dalam sesi tanya jawab di hadapan Economic Club of Washington pada hari Selasa (7/2), Powell mengakui bahwa suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan jika kondisi ekonomi tetap kuat tetapi menegaskan kembali bahwa dia merasa proses disinflasi sedang berlangsung.
Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, Rabu (8/2), Presiden Federal Reserve New York John Williams yakin Federal Reserve perlu mempertahankan suku bunga restriktif selama beberapa tahun untuk mengendalikan inflasi, dan harapan untuk suku bunga Fed akan berada pada tingkat 5—5,25 persen.


Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan bahwa pada hari Rabu (8/2) laporan pekerjaan pada bulan Januari yang kuat telah meningkatkan harapannya untuk <em>soft landing</em>, menambahkan bahwa dia yakin kembali ke target inflasi 2,0 persen dapat dicapai tanpa peningkatan besar dalam pengangguran.


Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari yang sama bahwa persediaan grosir AS naik tipis 0,1 persen pada bulan Desember, kenaikan terkecil sejak Juli 2020.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret naik 24,3 sen atau 1,1 persen menjadi ditutup pada 22,42 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan April bertambah satu dolar AS atau 0,1 persen, menjadi menetap pada 987,20 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  antaranews.com