Kamis, 27 Juli 2023

Rifan Financindo - Anggota Fed Abaikan Potensi Resesi Menyusul Data Optimis Baru Ini

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kembalinya ke meja kenaikan suku bunga menyusul data terbaru yang menunjukkan ekonomi tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal pertama; pasar tenaga kerja mendingin pada bulan Juni; dan inflasi melambat lebih dari yang diharapkan.

Tanda-tanda kekuatan ekonomi baru-baru ini telah membujuk anggota The Fed, yang menghasilkan perkiraannya sendiri terlepas dari perkiraan peserta FOMC, untuk membatalkan proyeksi bahwa ekonomi AS akan memasuki resesi tahun ini.

Anggota The Fed sekarang punya "perlambatan dan pertumbuhan yang nyata mulai tahun ini dalam perkiraan, tetapi mengingat ketahanan ekonomi baru-baru ini, mereka tidak lagi memperkirakan resesi," tegas Powell pada dini hari dalam sebuah konferensi pers setelah keputusan kebijakan moneter.

Data terbaru indeks core personal consumption expenditures - yang tidak termasuk harga makanan dan energi, dan sangat diawasi oleh Fed sebagai ukuran yang lebih indikatif dari tekanan harga yang mendasarinya - naik 0,3% pada bulan Mei dari 0,4% dan melambat ke laju 4,6% secara tahunan dari 4,7% sebelumnya - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Rabu, 26 Juli 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Pertahankan Kenaikannya Seiring Pedagang Menunggu Keputusan Suku Bunga Fed

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mempertahankan kenaikannya dalam perdagangan yang tenang seiring para investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve, dengan pembuat kebijakan AS diperkirakan akan memberikan kenaikan lagi.

Harga pada kontrak swap terus meningkat dalam seperempat persentase poin kenaikan pada hari Rabu, meskipun fokus yang lebih besar akan berada pada petunjuk apakah akan ada lebih banyak pengetatan moneter akhir tahun ini. Pedagang obligasi melihat peluang 50% dari kenaikan 25 basis poin lainnya setelah bulan Juli. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya negatif untuk emas batangan, yang tidak menghasilkan bunga apa pun.

Logam melihat dukungan beragam dari Treasuries, dengan imbal hasil dengan tenor dua tahun turun sementara obligasi 10 tahun naik. Dolar menghentikan kenaikan lima hari pada Selasa, mengurangi tekanan pada emas, yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan greenback.

Spot emas sedikit berubah di $1.965,32 per ons pada pukul 7:55 pagi di Singapura, setelah naik 0,5% di sesi sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil. Perak tergelincir, paladium beringsut lebih tinggi dan platinum bergerak mendatar - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : Bloomberg

 

Selasa, 25 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hari Ini, Menjelang Menuju Pertemuan The Fed

Harga emas hari ini berpotensi menguat menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada 25-26 Juli 2023. Tim Analis Monex Investindo Futures menjelaskan harga emas turun US$6,91 ke US$1.954,78 per troy ounce pada penutupan perdagangan Senin (24/7/2023) waktu setempat, dan sudah turun dalam empat hari perdagangan beruntun. "Emas sebenarnya sempat naik, tetapi berbalik turun pada perdagangan sesi Amerika Serikat kemarin akibat penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS,” tulis analis Monex, Selasa (25/7/2023). Data yang dirilis dari AS kemarin bervariasi. Purchasing managers’ index (PMI) manufaktur dirilis sebesar 49 pada Juli, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 46,3 dan mematahkan forecast penurunan menjadi 46 di Srading Central.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Hari Ini, Selasa 25 Juli 2023, Menuju Pertemuan The Fed", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230725/235/1677855/harga-emas-hari-ini-selasa-25-juli-2023-menuju-pertemuan-the-fed.
Author: Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas hari ini berpotensi menguat menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada 25-26 Juli 2023. Tim Analis Monex Investindo Futures menjelaskan harga emas turun US$6,91 ke US$1.954,78 per troy ounce pada penutupan perdagangan Senin (24/7/2023) waktu setempat, dan sudah turun dalam empat hari perdagangan beruntun. "Emas sebenarnya sempat naik, tetapi berbalik turun pada perdagangan sesi Amerika Serikat kemarin akibat penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS,” tulis analis Monex, Selasa (25/7/2023). Data yang dirilis dari AS kemarin bervariasi. Purchasing managers’ index (PMI) manufaktur dirilis sebesar 49 pada Juli, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 46,3 dan mematahkan forecast penurunan menjadi 46 di Srading Central.

Sebaliknya, PMI sektor jasa dilaporkan sebesar 52,4 turun dari sebelumnya 54,4 dan di bawah forecast sebesar 54. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, level di bawahnya berarti kontraksi sementara di atasnya adalah ekspansi. “Melihat data tersebut, kontraksi sektor manufaktur AS membaik, sementara ekspansi sektor jasanya melambat. Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat, yang membuat indeks dolar AS dan yield obligasi AS naik,” kata Monex.

Menurut analis Monex, pasar juga menanti pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia, untuk mencari kepastian akhir dari periode kenaikan suku bunga, atau masih akan ada kenaikan selanjutnya. Menjelang pengumuman tersebut, emas diprediksi masih akan bergerak volatil sehingga ada peluang naik pada perdagangan sesi Asia Selasa (25/7/2023), setelah mengalami penurunan empat hari beruntun - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bisnis

Harga emas hari ini berpotensi menguat menjelang pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada 25-26 Juli 2023. Tim Analis Monex Investindo Futures menjelaskan harga emas turun US$6,91 ke US$1.954,78 per troy ounce pada penutupan perdagangan Senin (24/7/2023) waktu setempat, dan sudah turun dalam empat hari perdagangan beruntun. "Emas sebenarnya sempat naik, tetapi berbalik turun pada perdagangan sesi Amerika Serikat kemarin akibat penguatan indeks dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS,” tulis analis Monex, Selasa (25/7/2023). Data yang dirilis dari AS kemarin bervariasi. Purchasing managers’ index (PMI) manufaktur dirilis sebesar 49 pada Juli, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 46,3 dan mematahkan forecast penurunan menjadi 46 di Srading Central.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Harga Emas Hari Ini, Selasa 25 Juli 2023, Menuju Pertemuan The Fed", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230725/235/1677855/harga-emas-hari-ini-selasa-25-juli-2023-menuju-pertemuan-the-fed.
Author: Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Senin, 24 Juli 2023

PT Rifan - Emas Turun Karena Menguatnya USD

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas diperdagangkan turun pada jam perdagangan sesi AS hari Kamis dengan dolar AS melanjutkan kenaikannya. Harga emas diperdagangkan di sekitar $1,970 per troy ons.

Setelah mengalami fase konsolidasi ke kerendahan beberapa bulan, indeks dolar AS mengalami kenaikan sebesar 0.60% mengarah ke 101.00 di sekitar 100.575. Kenaikan indkes dolar AS ini disebabkan karena koreksi normal setelah dolar AS mengalami tren bearish belakangan ini.

Sentimen pasar bervariasi dengan kecenderungan memburuk selama jam perdaganan sesi Asia, namun pada jam perdagangan sesi AS kembali membaik. Perdagangan di Wall Street bervariasi dengan Dow Jones Industrial Average berwarna hijau, walaupun yields treasury AS naik tajam yang memberikan dukungan tambahan terhadap dolar AS.

Partisipan pasar terus menilai data-data AS yang bervariasi menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS pada minggu depan. Di satu pihak, Initial Jobless Claims terkontraksi ke 228.000 pada minggu yang berakhir tanggal 14 Juli, lebih baik daripada yang diperkirakan yang menunjukkan masih ketatnya pasar tenaga kerja. Di lain pihak, Existing Home Sales turun 3.3% pada bulan Juni, sementara Philadelphia Fed Manufacturing Survey terkontraksi ke – 13.5 pada bulan Juli.

Menurut Federal Open Market Committee (FOMC) dot-plot, meskipun tekanan inflasi sudah berkurang, the Fed tetap sedang dalam perjalanan untuk menaikkan tingkat bunga lagi sebesar 25 bps, paling tidak dua kali lagi dalam tahun ini.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,954 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,943 dan kemudian $1,934.

Resistance terdekat menunggu di $1,975 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,984 dan kemudian $1,996 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 21 Juli 2023

Rifan Financindo Berjangka - Dolar Stabil Di Atas 100 Dan Bersiap Dapat Untung Besar Lawan Poundsterling

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Posisi indeks dolar stabil di atas angka 100 pada  perdagangan forex sesi Asia hari Jumat 21 Juli dan secara mingguan bersiap untuk naik hampir 1%.

Namun terhadap mayoritas rival utamanya dolar AS terpantau mixed, menguat terhadap yen Jepang dan Aussie dengan posisi imbal hasil obligasi naik ke 3,8%.

Dolar AS juga bersiap untuk mendapatkan keuntungan terbesar minggu ini terhadap pounsterling karena lemahnya inflasi Inggris dan turunnya spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Bank of England.

Stabilnya posisi dolar diatas 100 merespon turunnya data klaim pengangguran yang dapat menyebabkan Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Klaim pengangguran mingguan yang berakhir 15 Juli turun ke level terendah 2 bulan  menunjukkan permintaan yang kuat untuk pekerja.

Pekan depan pasar forex akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan kebijakan bank sentral dari Eropa, Jepang, dan juga Amerika Serikat.

Indeks harian dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya  sedang berada di kisaran 100.79 setelah sebelumnya ditutup pada posisi 100,82.

EURUSD

Terpantau kini pair menguat di  1,1136 dengan rentang support harian berada di 1.1088 – 1.1035 dan rentang resisten di 1.1199 – 1.1244 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Kamis, 20 Juli 2023

PT Rifan - Emas Bertahan Pada Keuntungan Di Atas $1,960

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas terus diperdagangkan di teritori positip di atas $1,960 di sekitar $1,975 pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa.

Yield obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun lebih dari 1% pada hari Selasa di bawah 3.8% setelah keluarnya data ekonomi AS yang terbaru, yang membuat emas berpegang kepada keuntungan hariannya.

Pada hari Senin, dolar AS naik setelah turun selama dua minggu berturut-turut, dengan para investor bersiap menyesuaikan diri menjelang keluarnya data ekonomi yang high impact dari AS pada minggu ini yaitu Penjualan Ritel.

Penjualan Ritel AS pada bulan Juni naik 0.5% MoM sementara angka inti juga diperkirakan naik 0.3% MoM.

Data Penjualan Ritel AS yang bagus akan bisa membantu membangkitkan taruhan Federal Reserve yang hawkish mengenai jalur kebijakan setelah kenaikan tingkat bunga sebesar 25 bps pada bulan Juli.

Sebaliknya data Penjualan Ritel AS yang mengecewakan akan menyalakan ketakutan akan resesi dan mendukung ekspektasi the Fed sudah dekat kepada mengakhiri siklus pengetatannya.

Dolar AS kemungkinan akan tetap berada pada situasi serba menguntungkan baik data penjualan ritel bagus ataupun mengecewakan. Karenanya kenaikan harga emas kemungkinan hanya akan berlangsung sebentar saja.

Dolar AS mendapatkan keuntungan dari bangkitnya keprihatinan mengenai pertumbuhan ekonomi Cina.

Menurut data yang dirilis oleh National Bureau of Statistics of China GDP Cina kuartal ke dua hanya berkembang 6.3% per tahun, di bawah dari yang diperkirakan oleh para ekonom sebesar 7.3%. Sekalipun secara kuartalan GDP Cina naik 0.8% lebih tinggi daripada yang diperkirakan, namun masih jauh lebih rendah dari kuartal pertama sebesar 2.2%.

Sentimen berhati-hati menguasai pasar dengan utusan perubahan iklim AS John Kerry bertemu dengan diplomat perubahan iklim Cina Xie Zhenhua pada hari Selasa dalam usaha untuk membangun kembali saling mempercayai di antara ke dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,964 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,955 dan kemudian $1,932.

Resistance terdekat menunggu di $1,984 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,990 dan kemudian $2,000 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 18 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Emas Settlement Dan Aktivitas Pasar

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Stabil saat bergerak": Itulah pasar emas minggu ini. Karena data inflasi yang lunak selama tiga hari terakhir isyarat bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mundur lebih cepat dari yang diantisipasi dari suku bunga acuannya, emas praktisnya telah beranjak naik - bahkan ketika komoditas lain yang dimotori oleh minyak telah bergerak lebih tinggi. Perak yang biasanya mengambil isyarat dari emas, juga telah meninggalkan rekannya yang lebih berkilau ini dalam bayang kenaikan tajam minggu ini.

Emas berjangka di Comex New York ditutup turun tipis 0,23% di $1.959,30/oz pada akhir sesi Jumat. Pada sesi sebelumnya, harga emas sedikit lebih baik, naik $2 untuk mencapai level tertinggi tiga minggu di $1.968,50 dari level terendah tiga bulan di $1.900,60 seminggu yang lalu.

Harga emas spot, refleksi perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders, turun 0,26% ke $1.955,47.

"Emas telah terhenti [di] sekitar $1.960 setelah melonjak pasca data inflasi AS awal pekan ini," kata Erlam dari platform trading online OANDA. "Sekarang menjadi pertanyaan apakah yang kita lihat adalah pergerakan korektif sebagai bagian dari penurunan sejak Mei atau apakah penurunan tersebut adalah koreksi."

Pergerakan emas terus naik secara perlahan dalam menghadapi jatuhnya dolar ke posisi terendah 15 bulan telah mengejutkan banyak orang. Logam mulia ini telah berada dalam tren seperti itu sejak Labor Department melaporkan hari Rabu bahwa Indeks Harga Konsumen, atau IHK, tumbuh hanya 3% yoy di bulan Juni dibanding dengan level tertinggi 40 tahun sebesar 9,1% tahun lalu. Indeks Harga Produsen , atau PPI, yang muncul setelah IHK, juga lebih rendah dari yang diharapkan.

Meskipun demikian, University of Michigan mengatakan hari Jumat bahwa survei Sentimen Konsumen yang sangat diawasi menunjukkan minat belanja orang Amerika ada di tingkat tertinggi dalam dua tahun terakhir, yang menurut para ekonom tidak akan terlalu menggembirakan bagi The Fed, yang ingin melihat mundurnya inflasi lebih besar.

Semua mata kini tertuju pada The Fed dan apa yang akan dilakukannya terhadap suku bunga saat para pengambil kebijakannya kembali rapat pada tanggal 26 Juli untuk memutuskan suku bunga. Sementara Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk melewati kenaikan suku bunga bulan lalu, para ekonom berpendapat ada kemungkinan besar FOMC akan memilih untuk naikkan lagi 25 poin basis kali ini, sesuai dengan laju kenaikan suku bunga baru ini - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing