Rabu, 31 Juli 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Melihat Penyebab Harga Emas Yang Naik 1% Lebih


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG
- Harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Kenaikannya pun lumayan tinggi, lebih dari 1%.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.409.7/troy ons. Melesat 1,2% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 18 Juli.

Harapan akan penurunan suku bunga mengangkat harga sang logam mulia. Emas adalah aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

“Eropa menunjukkan masalah dalam ekonominya, dan bank sentral sepertinya akan menurunkan suku bunga pada September. Bank sentral Amerika Serikat (AS) juga kemungkinan akan melakukan hal yang sama. Ini yang menjadi penopang kenaikan harga emas,” jelas Phillip Streble, Chief Market Strategist Blue Line Futures, seperti diberitakan Bloomberg News.

Esok dini hari waktu Indonesia, bank sentral AS Federal Reserve akan mengumumkan hasil rapat selama 2 hari terakhir. Satu yang dinanti adalah arah suku bunga acuan.

Bulan ini, Federal Funds Rate diperkirakan tetap di 5,25-5,5%. Mengutip CME FedWatch, peluangnya adalah 94,8%.

Namun, pelaku pasar meyakini bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell akan memberikan kode bahwa suku bunga acuan bisa turun pada September. Oleh karena itu, kemungkinan pemangkasan 25 basis poin (bps) menjadi 5-5,25% adalah 86,3%.

“Secara umum, harga emas mengarah lebih tinggi lagi masih terbuka,” ujar Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, dalam risetnya.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali masuk zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 55,12. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun patut dicermati indikator Stochastic RSI berada di 36,56. Masih menghuni area jual (short).

Alhasil, risiko koreksi harga emas menjadi terbuka. Target support terdekat adalah US$ 2.405/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.388/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sementara target resisten terdekat ada di US$ 2.417/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik lagi menuju US$ 2.432/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Selasa, 30 Juli 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Merosot Dampak Penguatan Dolar AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada perdagangan Senin, tertekan oleh kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Investor saat ini tengah menanti pertemuan Dewan Gubernur Bank Sentral AS yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan.

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD 2.382,40 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun kurang dari 0,1% menjadi USD 2.379,9 per ons.

Dolar AS menguat dan kami mendapat angka dari China bahwa konsumsi emas di sana turun jadi itu sangat negatif,” kata analis Marex Edward Meir.

Dolar AS naik sekitar 0,3% ke puncak lebih dari dua minggu terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Konsumsi emas di China, pengguna terbesar di dunia, turun 5,6% pada paruh pertama tahun 2024 karena permintaan perhiasan emas anjlok. Namun, pembelian emas batangan dan koin melonjak.

Namun, yang mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik adalah kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah menyusul serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Pertemuan The Fed

Pelaku pasar bertaruh bahwa Fed akan meletakkan dasar untuk pemotongan suku bunga September pada pertemuan kebijakannya pada hari Rabu.

Jika Fed mengonfirmasi sikap dovish, prediksi dapat meningkat menjadi tiga kali pemotongan sebelum akhir tahun," kata analis pasar di Forex.com Fawad Razaqzada dalam sebuah catatan.

World Gold Council melaporkan bahwa ETF emas, yang menyimpan emas batangan untuk investor, mengalami arus masuk bersih minggu lalu sebesar 9,8 metrik ton. ETF emas menuju bulan ketiga berturut-turut dengan arus masuk bersih sebesar 39 ton pada bulan Juli.

World Gold Council mengungkapkan bahwa di India, konsumen emas utama lainnya, permintaan perhiasan dan batangan serta koin dapat mengalami peningkatan sebesar 50 metrik ton pada paruh kedua tahun 2024 dari pengurangan pajak impor emas negara bagian minggu lalu ke level terendah dalam 11 tahun - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

 

Senin, 29 Juli 2024

PT Rifan - Emas Mengkilap Di Awal Pekan, Batu Bara Dan CPO Kompak Menguat

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas menguat pada awal pekan di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga. Batu bara dan CPO juga ditutup menguat. Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin harga emas di pasar spot menguat 0,47% ke level US$2.398,39 per troy ounce pada pukul 06.45 WIB.

Dalam sepekan, kontrak ini telah melemah sebesar 0,53% dalam sepekan. Kemudian, harga emas Comex kontrak Desember 2024 menguat 0,58% ke level US$2.442,10 per troy ounce pada pukul 06.34 WIB, dan telah mencatatkan pelemahan sebesar 0,77% dalam sepekan. Mengutip Reuters, harga emas telah meningkat 1% pada perdagangan Jumat karena imbal hasil Treasury menurun di tengah optimisme penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September 2024, setelah data menunjukan harga di Amerika Serikat (AS) naik sedikit pada Juni 2024.

Data AS yang beragam hingga melemah hari ini menunjukkan tekanan inflasi dan aktivitas ekonomi mereda, membuka jalan bagi Fed untuk memangkas suku bunga dua kali tahun ini," pungkas analis pasar di Forex.com, Fawad Razaqzada. Para pembuat kebijakan The Fed pada Jumat juga memperoleh bukti baru mengenai kemajuan mereka dalam melawan inflasi. Hal ini memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September 2024.

Sementara itu, permintaan fisik India, konsumen terbesar kedua di dunia, juga mendapat dorongan karena Negara Bollywood tersebut memangkas bea masuk impor emas dan perak pada awal minggu ini. Selisih harga emas di India dan global juga melonjak ke level tertinggi dalam satu dekade minggu ini - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Jumat, 26 Juli 2024

Rifan Financindo Berjangka - Ekonomi AS Masih Panas, Harga Emas Langsung Lemas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia ambruk pada perdagangan kemarin. Dinamika di Amerika Serikat (AS) jadi sentimen negatif bagi sang logam mulia.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.363,5/troy ons. Anjlok 1,47% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 8 Juli.

Harga emas sedang berada dalam tren negatif. Dalam seminggu terakhir, harga komoditas ini jatuh 3,18% secara point-to-point.

Rilis data ekonomi terbaru di AS menjadi beban bagi harga emas. Malam tadi waktu Indonesia, US Bureau of Economic Analysis mengumumkan data pembacaan pertama terhadap pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam periode kuartal II-2024.

Pada April-Juni, ekonomi AS tumbuh 2,8% secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Jauh lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,4% dan juga lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg dengan perkiraan 2%.

Data ini membuat investor sedikit bimbang, apakah bank sentral Federal Reserve bisa menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat? Sebab jika ekonomi AS masih ‘panas’, maka suku bunga kemungkinan besar tetap bertahan di level tinggi.

Mengutip CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5-5.25% pada September memang masih tinggi, yakni 88,1%. Namun angka itu turun dibandingkan kemarin yang sebesar 90% atau minggu lalu yang mencapai 94%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan dalam iklim suku bunga tinggi.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terperosok ke zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 36,59. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset berada di posisi bearish.

Adapun indikator Stochastic RSI berada di 78,98. Masih menghuni area beli (long) tetapi sudah hampir jenuh beli (overbought).

Dengan perkembangan ini, harga emas sepertinya akan bergerak di rentang sempit. Target resisten terdekat adalah US$ 2.364-2.367/troy ons. Sementara target support terdekat ada di US$ 2.362-2.359/troy ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

 

Kamis, 25 Juli 2024

Rifan Financindo - Fenomena Aneh, Amerika Lesu, Harga Emas Ikutan Layu


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin, meski dolar Amerika Serikat (AS) juga terpantau melandai, dengan fokus investor beralih ke data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan lebih banyak sinyal mengenai waktu penurunan suku bunga bank sentral AS.

Merujuk data Refinitiv pada perdagangan kemarin, harga emas global ditutup melemah 0,48% di posisi US$ 2.397,59 per troy ons. Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,48% pada Selasa sebelumnya.

Namun pada perdagangan Kamis pagi hari ini pukul 06:00 WIB, harga emas dunia cenderung naik tipis 0,01% ke US$ 2.397,79 per troy ons.

Harga emas melandai meski indeks dolar AS (DXY) cenderung melandai kemarin, indeks dolar AS turun tipis 0,06% ke angka 104,39. Pelemahan dolar AS seharusnya menguntungkan emas karena konversi pembelian yang lebih murah akan meningkatkan permintaan.

Meski kembali melandai, tetapi harga emas masih cukup tinggi hingga kemarin.

"Indeks dolar AS yang lebih lemah, harga indeks saham AS yang lebih rendah, dan harga minyak mentah yang lebih tinggi, mendukung minat beli emas dan perak," kata Jim Wyckoff, analis pasar senior di Kitco Metals.

Melemahnya dolar AS seharusnya membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya. Namun kali ini, tampaknya investor masih merealisasikan keuntungannya di emas.

Di lain sisi, turunnya harga emas kemarin sejalan dengan pergerakan indeks Nasdaq Composite yang padat teknologi ambruk parah karena kekecewaan investor akan hasil kinerja Alphabet (Google) dan Tesla.

Investor saat ini menantikan data awal dari produk domestik bruto (PDB) untuk kuartal II-2024 yang dirilis Kamis hari ini dan data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS periode Juni 2024 pada Jumat besok, untuk mendapatkan petunjuk mengenai jalur penurunan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Menurut FactSet, PDB diperkirakan akan meningkat sebesar 1,9%. Jika laporan sesuai dengan prediksi, ini akan menandai peningkatan dari kenaikan 1,4% selama kuartal pertama.

Namun, ini akan menjadi perlambatan yang cukup mencolok dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2023, di mana PDB naik 4,9% pada kuartal ketiga dan 3,4% pada kuartal keempat.

Jika PDB AS mengalami peningkatan, maka tendensi untuk terjadinya pemangkasan suku bunga The Fed di September akan semakin kecil.

Sementara inflasi PCE AS masih diperkirakan melandai Namun masih belum menyentuh level 2% sesuai target The Fed.

"Hal utama yang membantu emas saat ini adalah ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin benar-benar memutuskan untuk melakukan pemotongan lebih awal dari September," kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di EverBank, dikutip dari Reuters.

"Selain itu, pemotongan pajak impor emas dan perak oleh India juga membantu karena hal itu akan meningkatkan permintaan," tambah Gaffney.

India memotong bea masuk emas dan perak menjadi 6%, dari sebelumnya sebesar 15%.

Meski begitu, pasar masih optimis bahwa pemangkasan suku bunga The Fed masih dapat dimulai pada pertemuan September mendatang.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pasar memperkirakan The Fed akan memulai memangkas suku bunga acuannya pada pertemuan September mendatang mencapai 93,3%.

Namun, dengan suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

Rabu, 24 Juli 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Selasa Bergerak Naik, Menghentikan Penurunan Empat Kali Berturut Turut

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik tipis pada hari Selasa, menghentikan penurunan empat hari berturut-turutnya, terpicu prospek penurunan suku bunga AS bulan September dan menantikan data ekonomi AS yang akan dirilis akhir pekan ini. Sementara itu ketidakpastian kondisi politik AS memicu peningkatan safe haven seperti Emas.

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi $2,402.39 per ons.
Harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi $2,403.40.

Menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters, The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Pasar mengantisipasi peluang 96% penurunan suku bunga oleh bank sentral AS pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool.

Untuk minggu ini, pasar akan fokus mencermati laporan produk domestik bruto AS untuk kuartal kedua yang dirilis pada hari Kamis dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi terbaru – ukuran inflasi pilihan The Fed – yang akan dirilis pada hari Jumat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan bergerak naik dengan peningkatan prospek penurunan suku bunga The Fed dan permintaan safe haven dengan ketidakpastian politik AS - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 23 Juli 2024

PT Rifan Financindo - Cetak Rekor Terus, Harga Emas Diramal Bakal Ke U$2.600/Troy Ons

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia diperkirakan akan terus gemilang sepanjang 2024 hingga awal 2025. Rekor-rekor baru akan diproyeksi akan terus tercipta.

Bank investasi JP Morgan pun meningkatkan target harga emasnya untuk tahun ini dan 2025.

Harga emas diperkirakan akan naik ke US$2,500 per Troy ons pada akhir 2024, menurut perkiraan JP Morgan Research.

Arah perjalanan masih lebih tinggi pada beberapa kuartal mendatang, memperkirakan harga rata-rata US$2,500/oz pada kuartal keempat 2024 dan US$2,600/oz pada 2025, dengan risiko masih condong ke arah yang melampaui batas sebelumnya," menurut Gregory Shearer, Kepala Strategi Logam Dasar dan Mulia di JP Morgan.

Sebagai catatan prediksi harga emas didasarkan pada perkiraan ekonomi JP Morgan yang memperkirakan inflasi inti AS akan melambat menjadi 3,5% pada tahun 2024 dan 2,6% pada tahun 2025.

Emas Dunia Kembali Catatkan Rekor Harta Tertinggi

Harga emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal reserve atau The Fed.

Harga emas pada perdagangan Selasa ditutup di US$2.468,57 per troy ons, naik 1,92% dibandingkan posisi sebelumnya.

Emas melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa meskipun data penjualan ritel inti lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh Powell yang mengindikasikan kemarin bahwa The Fed semakin yakin bahwa inflasi kembali menuju targetnya," kata Tai Wong, pedagang logam independen berbasis di New York seperti dikutip Reuters.

Ini pada dasarnya menandai pemotongan harga pada bulan September kecuali bencana inflasi dalam beberapa minggu mendatang."

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Senin mengatakan tiga pembacaan inflasi AS selama kuartal kedua tahun ini "menambah keyakinan" bahwa laju kenaikan harga kembali ke target The Fed secara berkelanjutan, pernyataan yang menunjukkan peralihan ke penurunan suku bunga mungkin tidak akan lama lagi.

Berdasarkan perangkat Fedwatch, pasar menilai ada peluang bank sentral AS The Federal Reserve/The Fed mulai pangkas suku bunga pada September. Probabilitas mencapai 91,7 suku bunga turun pertama kali sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%-5,25%.

Pemangkasan tersebut berlanjut pada dua pertemuan berikutnya, masing-masing 25 basis poin pada pertemnuan November dan satu lagi pada Desember.

Sehingga pada akhir tahun suku bunga The Fed berada di kisaran target 4,50%-4,75% dengan penurunan tiga kali dalam setahun.

Optimisme ini yang membuat emas diperkirakan jadi komoditas yang berjaya pada 2024 hingga awal 2025 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

Senin, 22 Juli 2024

PT Rifan - Harga Emas Tergelincir Dari Level Tertinggi Imbas Dolar AS Yang Perkasa

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas anjlok lebih dari dua persen pada perdagangan Jumat, 19 Juli 2024. Koreksi harga emas tersebut dipicu dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat dan aksi ambil untung setelah sentuh rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai awal pekan ini.

Adapun harga emas sempat sentuh rekor didorong meningkatnya harapan penurunan suku bunga AS pada September. Harga emas di pasar spot turun 1,9 persen menjadi USD 2.399,27 per ounce pada pukul 17.58 GMT.

Emas batangan mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada posisi USD 2.483,60 pada Rabu pekan ini. Sedangkan harga emas berjangka AS terpangkas 2,3 persen menjadi USD 2.399,10

Di sisi lain, harga perak di pasar spot turun sekitar 3,2 persen menjadi USD 29,11 per ounce dan platinum susut 0,3 persen menjadi USD 964,75. Harga palladium melemah 2,7 persen menjadi USD 905,09. Tiga logam tersebut menuju koreksi mingguan.

Adapun dolar  AS menguat sekitar 0,2 persen terhadap mata uang lainnya. Sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga naik sehingga memberikan tekanan pada emas batangan.

Selain aksi ambil untung, pasar juga kecewa karena narasi soft landing ini. Hal ini dapat memberikan tekanan pada harga emas, karena investor akan mengalihkan uangnya dari investasi yang aman ke investasi yang lebih berisiko,” ujar Chief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian, seperti dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan, pihaknya melihat semakin banyak keputusan yang didorong oleh investasi sehingga permintaan emas meningkat.

Pasar kini mengantisipasi peluang 98 persen penurunan suku bunga oleh bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) pada September, menurut CME FedWatch. Daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil hasil cenderung menonjol di lingkungan suku bunga rendah - PT RIFAN

Sumber : liputan6

 

Jumat, 19 Juli 2024

Rifan Financindo Berjangka - Antam (ANTM) Genjot Penjualan Di Tengah Tren Kenaikan Harga Emas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emiten pertambangan pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menggenjot volume produksi dan penjualan di tengah tren kenaikan harga emas dunia.

Berdasarkan laporan kuartalan, dikutip Kamis, Antam mencatatkan volume produksi emas seberat 274 kilogram (kg) atau setara 8.777 troy ons sepanjang kuartal II-2024. Volume ini meningkat 64% dari capaian produksi kuartal I-2024.

Meski demikian, volume produksi tersebut masih mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya atau year-on-year (yoy). Pada kuartal II-2023, Antam mencatat produksi sebesar 291 kg atau 9.356 troy ons.

Sementara itu, total penjualan emas Antam juga mengalami peningkatan sebesar 25% seacara kuartalan menjadi 8.857 kg (284.759 troy ons) dari sebelumnya di kuartal I-2024 yang sebesar 7.112 kg (228.656 troy ons).

Secara tahunan, volume penjualan Antam di kuartal II-2024 juga masih mengalami peningkatan. Pada kuartal-Ii 2023, Antam hanya mencatatkan volume penjualan emas sebesar 6.285 kg atau setara 202.067 troy ons.

Kenaikan volume penjualan dan produksi tersebut seiring dengan harga logam mulai yang belakangan tercatat juga terus meningkat.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.460,7/troy ons, turun 0,31% dari hari sebelumnya.

Meski demikian, pada Selasa kemarin, harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan ditutup di US$ 2.468,3/troy ons. Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 3,72% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga terangkat 5,7%.

Bersamaan dengan itu, harga emas Antam juga ikut terkerek naik dan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp1.420.000/gram. Sementara harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 1.287.000/gram - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Kamis, 18 Juli 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Sentuh Harga Tertinggi

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa di intraday karena meningkatnya optimisme terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve AS pada bulan September dan melemahnya dolar yang meningkatkan permintaan.

Menurut data Refiniitiv pada perdagangan Kamis harga emas dunia di pasar spot tercatat US$2.460,61 per troy ons, naik 0,10% dibandingkan posisi kemarin.

Sementara pada perdagangan kemarin harga emas dunia menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di US$2.483 per troy ons, sebelum akhirnya turun 0,41% dan ditutup diUS$2.458,39 per troy ons.

Ekspektasi bahwa kita semakin dekat dengan penurunan suku bunga The Fed dan kita telah melihatnya seiring dengan penurunan imbal hasil yang perlahan-lahan sebagai antisipasi, yang, bersama dengan melemahnya dolar, merupakan faktor pendukung utama di balik pergerakan emas ini," kata David Meger, direktur investasi dan perdagangan alternatif di High Ridge Futures.

Semakin banyak pejabat The Fed menyatakan bahwa mereka merasa semakin yakin bahwa laju kenaikan harga sudah berada pada jalurnya, kembali ke tujuan The Fed, setelah angka yang lebih tinggi dari perkiraan pada awal tahun.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan waktu penurunan suku bunga bank sentral AS "semakin dekat", namun ketidakpastian mengenai arah perekonomian membuat tidak jelas kapan penurunan biaya pinjaman jangka pendek akan terjadi.

Data menunjukkan produksi di pabrik-pabrik AS meningkat lebih dari perkiraan pada bulan Juni, berkontribusi pada peningkatan produksi yang solid pada kuartal kedua. Pasar sekarang melihat peluang 98% penurunan suku bunga AS pada bulan September,

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar, sehingga membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Rabu, 17 Juli 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Ada Sinyal Pemangkasan Suku Bunga AS, Emas Menguat Dekati Rekor

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas menguat menuju rekor karena ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve meningkat dan para pedagang meningkatkan taruhan pada masa kepresidenan Donald Trump yang kedua. 

Emas batangan naik 0,8% menjadi sedikit di bawah US$2.443 per ons setelah naik pada Senin hingga sekitar US$11 dari puncaknya yang ditetapkan pada akhir Mei.

Para pedagang melihat penurunan suku bunga sebesar dua seperempat poin tahun ini--sebuah langkah yang secara tradisional akan menguntungkan logam mulia tanpa bunga--karena inflasi melambat.

Emas hampir 20% lebih tinggi untuk tahun ini, didukung oleh antisipasi penurunan suku bunga The Fed, serta pembelian yang signifikan oleh bank-bank sentral. Ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung juga telah mendukung logam mulia, yang secara tradisional dipandang sebagai aset safe haven.

Optimisme tentang penurunan suku bunga AS karena lebih banyak data ekonomi yang mendukung kasus pivot the Fed mendukung emas," kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Bank NV. "Emas siap untuk menjaga momentum positifnya di tengah lanskap geopolitik dan makroekonomi global saat ini, sementara permintaan bank sentral diperkirakan akan tumbuh."

Pada Senin, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan data baru-baru ini telah memberi para pembuat kebijakan kepercayaan diri yang lebih besar bahwa inflasi menuju ke target 2% bank sentral.

Para pedagang telah menambah taruhan bahwa akan ada tiga kali pemangkasan tahun ini setelah Goldman Sachs Group Inc mengatakan, kondisi sudah siap untuk pelonggaran, dengan "alasan yang kuat" bagi para pejabat untuk menurunkan suku bunga paling cepat pada Juli.

Sementara itu, pencalonan Trump mendapatkan momentum setelah percobaan pembunuhan yang gagal pada akhir pekan lalu dan hakim menolak sebuah kasus kriminal yang menimpanya.

Dow Jones Industrial Average mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Senin, sementara saham Trump Media & Technology Group Corp dan platform berbagi video konservatif Rumble Inc melonjak.

Kepresidenan Trump dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap emas, kata Giovanni Staunovo, seorang analis komoditas di UBS Group AG. Hal ini dapat menyebabkan "pemotongan pajak, mendukung pergeseran ke ekuitas, dan pada akhirnya membatasi penurunan suku bunga yang lebih cepat," katanya.

Di sisi lain, pemotongan pajak akan memperburuk keseimbangan fiskal AS, berpotensi melemahkan status dolar dan mendorong pembeli ke aset-aset safe haven, seperti emas. Emas spot naik menjadi US$2.442,57 per ons pada pukul 10.48 WIB.

Indeks Spot Dolar Bloomberg naik tipis, sementara imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun merosot. Perak stabil, sementara platinum dan paladium turun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Selasa, 16 Juli 2024

PT Rifan Financindo - Penyebab Harga Emas Naik Dekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia pun mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 2.321,9/troy ons. Naik 0,45% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Harga emas pun berada di posisi tertinggi sejak 20 Mei. Kebetulan, pada 20 Mei harga emas dunia menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di US$ 2.426,2/troy ons.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 2,55% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 4,36%.

Pernyataan terbaru dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve Jerome ‘Jay’ Powell menjadi sentimen positif bagi harga emas. Dalam wawancara bersama David Rubenstein di Economic Club, Powell bicara soal perkembangan ekonomi Negeri Adikuasa.

Kami tidak mendapatkan keyakinan pada kuartal I. Namun pada kuartal II, termasuk pekan lalu, menambah keyakinan kami,” tegas Powell, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Powell bicara tentang arah inflasi yang menurutnya bergerak turun menuju target 2% dan pasar tenaga kerja yang tidak lagi ketat.

“Sekarang inflasi sudah turun dan pasar tenaga kerja ‘mendingin’. Keduanya sudah lebih seimbang,” tambahnya.

Kata-kata Powell itu membuat pelaku pasar makin yakin bahwa The Fed bakal menurunkan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch, peluang penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke 5-5,25% pada September mencapai 92%. Naik dibandingkan akhir pekan lalu yang sebesar 90,3%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas mantap di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 63,92. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun perlu diwaspadai bahwa indikator Stochastic RSI sudah menyentuh angka 100. Sudah paling tinggi, sangat jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, ada risiko harga emas akan terkoreksi. Target support terdekat adalah US$ 2.419/troy ons. Jika tertembus, maka US$ 2.415/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Adapun target resisten terdekat adalah US$ 2.431/troy ons. Penembusan di titik ini berpotensi membawa harga emas naik ke arah US$ 2.435/troy ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : bloomberg

 

Senin, 15 Juli 2024

PT Rifan - Donald Trump Ditembak, Harga Emas Hari Ini Turun

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) turun hari ini. Koreksi yang searah dengan harga emas dunia.

Emas Antam dibanderol Rp 1.399.000/gram. Turun Rp 1.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam ada di Rp 1.264.000/gram. Berkurang Rp 2.000 dari posisi hari sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan harga emas dunia. Pada pukul 08:25 WIB, harga emas dunia di pasar spot turun 0,17% ke US4 2.407,16/troy ons.

Apresiasi mata uang dolar Amerika Serikat (AS) jadi sentimen negatif bagi harga emas. Pada pukul 07:42 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) menguat 0,2% ke 104,295.

Investor berburu dolar AS setelah peristiwa mengejutkan akhir pekan lalu. Calon presiden yang juga mantan presiden AS Donald Trump mengalami percobaan pembunuhan kala berkampanye di Pennsylvania.

Peristiwa tersebut menyebabkan investor berbondong-bondong mencari selamat di aset yang dipandang aman. Aset yang dipilih sepertinya adalah dolar AS.

Pasar secara alami akan waspada terhadap potensi serangan berulang yang mirip seperti ini,” kata Neil Jones, pedagang valuta asing TJM di Eropa, dilansir oleh Bloomberg News, Ahad malam. 

"Saya memperkirakan dolar akan dibuka menguat secara keseluruhan, yang merupakan reaksi awal terhadap peningkatan risiko serta persepsi bahwa popularitas Trump akan meningkat."

Emas dan dolar AS memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Saat dolar AS menguat, biasanya harga emas malah turun.

Ini karena emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Penguatan dolar AS akan membuat emas lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas akan turun, dan harga pun mengikuti - PT RIFAN

Sumber : bloomberg

 

Jumat, 12 Juli 2024

Rifan Financindo Berjangka - Inflasi AS Bulan Juni 2024 Menurun, Tingkatkan Prospek Penurunan Suku Bunga The Fed September 2024

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Inflasi harga konsumen dan inflasi inti harga konsumen AS bulan Juni secara keseluruhan menurun, memicu peningkatan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan September tahun ini.

Inflasi bulanan bulan Juni 2024 menurun
Inflasi harga konsumen secara tak terduga turun 0,1% bulan ke bulan pada bulan Juni 2024, penurunan pertama sejak Mei 2020, menyusul angka yang datar pada bulan sebelumnya dan turun dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,1%.

Indeks bensin turun 3,8%, setelah turun 3,6% di bulan Mei, lebih dari sekadar mengimbangi peningkatan tempat penampungan (0,2% vs 0,4%). Selain itu, harga pangan naik 0,2%, sedikit di atas 0,1%.

Inflasi tahunan bulan Juni 2024 menurun
Sedangkan tingkat inflasi harga konsumen tahunan di AS turun selama tiga bulan berturut-turut menjadi 3% pada Juni 2024, terendah sejak Juni 2023, dibandingkan 3,3% pada bulan Mei dan di bawah perkiraan sebesar 3,1%.

Biaya energi naik lebih lambat (1% vs 3.7%), karena bensin (-2.5% vs 2.2%) dan bahan bakar minyak (0.8% vs 3.6%) sementara layanan gas utilitas (3.7% vs 0.2%) meningkat.

Inflasi juga menurun pada kelompok perumahan (5,2% vs 5,4%) dan transportasi (9,4% vs 10,5%) dan stabil pada kelompok pakaian jadi (0,8%).

Selain itu, harga kendaraan baru terus menurun (-0.9% vs -0.8%) dan mobil dan truk bekas (-10.1% vs -9.3%).

Di sisi lain, inflasi pangan naik tipis (2,2% vs 2,1%).

Inflasi inti bulanan bulan Juni 2024 menurun
Inflasi harga konsumen inti AS, tidak termasuk barang-barang yang bergejolak seperti makanan dan energi, naik 0,1% di bulan Juni 2024, melembat dari kenaikan 0,2% di bulan Mei dan di bawah ekspektasi pasar yaitu kenaikan 0,2% yang menandai kenaikan paling lemah dalam harga konsumen inti setidaknya sejak bulan Februari 2021.

Harga untuk perumahan melambat (0,2% vs 0,4% di bulan Mei) dan turun untuk bulan kedua untuk jasa transportasi (-0,5% vs -0,5%) dan kendaraan baru (-0,2% vs – 0,5%), sementara penurunan terjadi pada mobil dan truk bekas (-1,5% vs 0,6%).

Inflasi inti tahunan bulan Juni 2024 menurun
Sedangkan tingkat inflasi harga konsumen inti tahunan, tidak termasuk barang-barang yang mudah berubah seperti makanan dan energi, turun lebih jauh ke level terendah dalam tiga tahun terakhir sebesar 3,3% pada bulan Juni 2024, turun dari 3,4% pada bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar sebesar 3,4% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

 

 

Kamis, 11 Juli 2024

Rifan Financindo - Harga Emas Batangan Naik Usai The Fed Indikasi Turunkan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada hari Rabu setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS berada di jalur untuk menurunkan suku bunga segera. Penggerak harga emas lainnya yaitu, sementara para investor menunggu data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Pada hari Selasa, Powell mempertahankan nada hati-hati dan menambahkan bahwa "data yang lebih baik akan memperkuat" alasan untuk kebijakan moneter yang longgar.

Pasar memperkirakan ada peluang 75% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September menurut alat CME FedWatch serta penurunan lainnya pada bulan Desember. Daya tarik emas yang tidak memberikan hasil cenderung bersinar ketika suku bunga turun - RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

Rabu, 10 Juli 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Pilih Jual Atau Beli, Cek Dulu Target Harga Emas Hari Ini

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan jelang siang hari ini. Ke depan, bagaimanakah prospek harga sang logam mulia?

Harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 2.364,79/troy ons. Naik 0,13% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini terjadi setelah harga anjlok. Kemarin, harga emas ditutup jatuh lebih dari 1%.

Dalam sepekan terakhir, harga emas naik 1,45% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga bertambah 2,34%.

Bagaimana proyeksi harga emas dalam waktu dekat? Apakah masih kuat menanjak atau malah melorot?

Secara teknkal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54,77. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI berada di 61,72. Menghuni area beli (long) dan cukup kuat.

Harga emas masih berpeluang naik dengan target resisten di US$ 2.371/troy ons. Namun selepas itu, sepertinya harga akan mengalami pembalikan.

Cermati pivot point di US$ 2.367/troy ons. Jika titik ini tertembus, maka harga emas bisa turun menuju US$ 2.353/troy ons. Target support selanjutnya adalah US$ 2.343/troy ons.

Prospek Cerah

Ke depan, sepertinya prospek harga emas akan cerah. Ini didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga acuan, terutama di Amerika Serikat (AS).

“Saya meyakini harga emas bisa lebih tinggi lagi dengan ekspektasi The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga,” tegas Bob Haberkorn dari RJO Futures, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Mengutip CME FedWatch, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat diperkirakan menurunkan Federal Funds Rate pada September dengan peluang 69,7%. Suku bunga acuan diperkirakan turun lagi pada Desember, dengan kemungkinan 47,1%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bloomberg

 

Selasa, 09 Juli 2024

PT Rifan Financindo - Harga Emas Hancur Karena Ramai Ramai Dibanting Penjual

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia terperosok tajam setelah penguatan tiga hari beruntun. Penurunan tajam tersebut mengawali pekan yang buruk bagi investor emas. Turunnya harga emas didorong dari aksi taking profit oleh sebagian investor emas.

Pada perdagangan Senin harga emas di pasar spot ditutup anjlok 1,37% di level US$ 2.358,79 per troy ons. Penurunan tersebut mematahkan penguatan emas dalam tiga hari beruntun. Emas sempat terbang 2,7% selama tiga hari pada Rabu-Jumat pekan lalu.

Sementara, hingga pukul 06.00 WIB Selasa, harga emas di pasar spot bergerak lebih tinggi atau naik 0,02% di posisi US$ 2.359,33 per troy ons.

Harga emas anjlok lebih dari 1% pada perdagangan Senin, tertekan oleh reli risk-on di ekuitas dan aksi ambil untung alias taking profit oleh investor setelah emas reli tajam di sesi sebelumnya atas ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) AS dapat memangkas suku bunga pada bulan September.

Terlihat banyak aksi taking profit, dan ekuitas menguat sehingga menjadi sedikit faktor persaingan terhadap logam mulia," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters.

Indeks Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sementara Dow Jones mencapai rekor tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Namun, saya yakin Anda akan melihat emas naik berdasarkan prediksi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Alat pemantau The Fed melihat pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada bulan September dan kemudian pemangkasan lagi mungkin dilakukan pada November dan Desember yang akan menguntungkan emas," tambah Haberkorn.

Data minggu lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang melambat membuat bank sentral AS tetap pada jalur untuk segera memangkas suku bunga.

Menurut alat Fedwatch, saat ini pasar memperkirakan peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 71% pada bulan September dan pemangkasan lagi pada bulan Desember.

Sementara itu, pada pekan ini investor akan fokus pada kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell di Kongres setengah tahunan, komentar dari sejumlah pejabat Fed, dan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis.

Di tempat lain, bank sentral konsumen utama China menahan diri dari pembelian emas untuk cadangannya selama dua bulan berturut-turut pada periode Juni - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

Senin, 08 Juli 2024

PT Rifan - 7 Strategi Jitu Locking Dalam Trading

PT RIFAN BANDUNG - Istilah Locking (mengunci) adalah hal yang tidak asing di telinga para trader. Bagaimana tidak? Saat trading, dimana posisi open sebelumnya, baik itu Buy atau Sell, tidak diselesaikan atau closed. Justru membuka posisi baru dengan kuantiti yang sama dari sisi volume transaksinya atau dikunci terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna mengingat kebiasaan masyarakat yang berupaya menahan posisi Locking. Mereka percaya bahwa usaha ini bisa mengurangi nilai minus atau bahkan pasar bergerak hingga ke arah profit.

Namun sayangnya, kenyataan malah potensi kerugian terus melebar dan minus semakin bertambah dilihat dari sisi ekuitas. Tentu hal ini tidak ingin Anda alami, bukan? Untuk itu, mari pelajari analisa teknikal dasar agar pada waktu posisi buka atau tutup benar-benar bisa mengurangi potensi kerugian dan mengembalikan ekuitas (equity) menjadi break event point. Mari simak cara analisa teknikal sederhana dengan cara di bawah ini!

 

1. Pahami Analisa Teknikal Arah Market di Time Frame Minimal 4 Jam

Dengan mengetahui arah market di time frame 4 jam ini kita bisa mengetahui arah minimal di time frame standart range yaitu 4 jam  terutama ke pergerakan yang lebih besarnya yaitu daily. Apakah ada Data yang akan mempengaruhi pergerakan dalam 4 jam kedepan sampai di time frame selanjutnya yaitu ke daily, jadi jangan sampai kesiapan equity terganggu adanya data fundamental yang akan rilis, karena sudah bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap kekuatan equity terutama mental kita pada waktu buka locking tersebut.

2. Perhatikan Batasan Posisi Kuncian

Selanjutnya apabila market atau harga sudah melewati batasan posisi kuncian tadi (harga sudah diluar dari posisi kuncian) dan harga sudah melebihi jauh minimal 4-6point sudah keluar dari batasan range yang bergerak di time farme tersebut. Amatin Pola (Pattern) dari bar/Candel selanjutnya akan tembus (break) kemana. Langkah selanjutnya yang harus diambil adalah cutloss posisi yang berlawanan dengan posisi Buy atau Sell dimana yang kita pertahankan adalah posisi yang searah market di 4jam menuju 4jam berikurtnya atau bahkan lebih.

Banyak terjadi pada umumnya dimana Trader atau nasabah tergiur dengan membuka locking dikarenakan posisi salah satunya sedang profit dan yang satunya lagi (lawannya) tentunya minus, inilah yang dinamakan mengambil keuntungan semu, kenapa berapapun besaran profit pada konidisi kuncian tetaplah minus yang terjadi adalah sejumlah itu krn Locking adalah kekalahan atau minus yang tertunda atau belum direalisasikan (diclosed).

3. Memasang Kembali Posisi Berlawanan

Setelah dibuka pastikan kita memasang kembali posisi berlawanan (Limit Order) untuk mengunci kembali atau cutloss apabila ternyata setelah dibuka market bergerak sebaliknya dan ini guna menjaga agar minus tidak bertambah banyak lagi dari sebelumnya.

4. Membuka Kuncian atau Locking

Membuka kuncian atau locking adalah pada dasarnya sama dengan kita membuka posisi baru untuk mendapatkan selisih keuntungan dan menimalisir risiko. Jadi, apabila kita membuka Locking tersebut sama saja kita open posisi baru di harga dimana kita buka Locking nya tersebut.

5. Mendapatkan Selisih dari Jarak Locking

Pastikan untuk bisa mendapatkan selisih sesuai jarak kunciannya atau Lockingnya. Contohnya, apabila minus Locking adalah 6 point, pastikan untuk bisa mendapatkan minimal sama atau bahkan lebih dengan cara bertahan dengan analisa teknikal di 4 jam berikutnya dan 4 jam yang sedang dilihat dimana dikontrol dengan saksama di setiap time frame pendeknya, yaitu 15menit. Apabila mulus, bukan tidak mungkin membuka Locking ini akan mendapatkan keuntungan karena searah dengan time frame di 4jam ke daily rangenya.

Akan tetapi, apabila Locking tersebut sudah terlalu jauh dan melebar secara angka, lebih baik di cutloss saja agar tidak menganggu pikiran dan mental serta Equity tidak kontra produktif.

6. Membutuhkan Ilmu dan Pengetahuan Lebih Lanjut

Untuk melakukan Locking dibutuhkan ilmu yang cukup serta ketajaman serta ketelitian dalam bersikap, apabila tidak Locking akan jadi suatu bumerang terhadap akun tersebut dan ada baiknya tidak dilakukan sama sekali karena banyak sekali yang tidak faham dengan cara ini dan bagaimana keluar dari Lockingan akan tetapi anehnya metode ini sering dan banyak dilakukan.

7. Jangan Menyamakan Locking dengan Hedging

Locking bukanlah Hedging seperti teori – teori yang menjelaskan di berbagai literatur karena keduanya sangat berbeda dan berbeda pula dalam penggunaanya, sementara di market Hedging adalah sesuatu hal yang memang sering dilakukan terutama oleh interbank bahkan di Amerika dan beberapa negara maju banyak terdapat Hedge Fund company, seperti Goldman sach, JP Morgan, dan lain-lain.

Apapun bentuk metode tradingnya, apabila kita tidak mengetahui dengan baik secara ilmunya, ini akan jadi berdampak buruk bagi proses trading kita ke depan dan harus difahami bahwa setiap metode tetap akan berdampak terhadap resiko dan kekuatan modal (equity) dan tentunya terhadap mental kita, maka penulis menyarankan bagaimana kita menekuni suatu metode dengan tidak mengabaikan managemen resiko dan tentunya belajar dengan baik dan benar akan suatu pola trading.

Locking adalah bukan pilihan satu – satunya untuk bisa menjadikan trading kita berjalan optimal, pahami dan pelajari secara menyeluruh apa itu locking sebelum kita mencobanya dan hindarin sebisa mungkin pemakaian metode locking - PT RIFAN

Sumber  : investing

 

Jumat, 05 Juli 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Hari Ini Makin Mahal, Tembus Level Segini

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak naik pada hari Kamis (Jumat waktu Jakarta). Harga emas dunia melonjak setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memicu harapan bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) dapat memangkas suku bunga paling cepat pada bulan September.

Harga emas di pasar spot naik 0,3% ke level USD 2.362,10 per ons setelah mencapai level tertinggi hampir dua minggu pada sesi perdagangan sebelumnya. Sedangkan harga emas berjangka AS sedikit berubah menjadi USD 2.369,80.

Data ekonomi AS pada hari Rabu, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP dan layanan yang lemah, menunjukkan ekonomi yang melambat. Laporan terpisah menunjukkan peningkatan aplikasi awal untuk tunjangan pengangguran AS minggu lalu.

Para pedagang kini tengah menanti data ketenagakerjaan nonpertanian AS yang akan dirilis pada hari Jumat.

Laporan jasa ISM yang lebih lemah dari perkiraan merupakan hadiah yang ditunggu-tunggu oleh para pihak yang pesimis dengan The Fed menjelang NFP. Pergerakan harga emas ke USD 2.400 akan terjadi jika NFP mengonfirmasi keretakan ekonomi yang kita lihat di tempat lain,” kata Analis Senior di City Index Matt Simpson.

Kurs dolar AS sedang melemah, membuat harga emas batangan yang dinilai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 

Pasar sekarang memperkirakan peluang sebesar 74% bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuannya di bulan September, menurut  CME FedWatch Tool .

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, pejabat Fed pada pertemuan terakhir mereka mengakui bahwa ekonomi AS tampaknya melambat tetapi masih menyarankan pendekatan menunggu dan melihat sebelum berkomitmen untuk menurunkan suku bunga, menurut risalah dari sesi 11-12 Juni.

Selain harga emas,, harga perak juga naik 0,2% menjadi USD 30,54 dan harga platinum naik 0,5% ke USD 1.002,28. Sedangkan harga paladium turun 0,6% menjadi USD 1.023,23 setelah naik ke level tertinggi sejak pertengahan April di sesi sebelumnya - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Kamis, 04 Juli 2024

Rifan Financindo - Peluang Pemangkasan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar sekarang melihat peluang 68% bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September serta pemotongan lain pada bulan Desember. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas yang tidak menghasilkan.

Investor sekarang menantikan risalah dari pertemuan kebijakan terbaru bank sentral AS yang akan dirilis kemudian hari ini, dan laporan non-farm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang pemotongan suku bunga AS - RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

Rabu, 03 Juli 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melorot Lagi, Ini Gara Garanya

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia memelah pada perdagangan Selasa terimbas kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS). Sementara investor tengah mencerna pernyataan dari Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

Data pekerjaan AS akan dirilis pada pekan ini yang bisa mempengaruhi gerak harga emas. Data tersebut akan menjadi salah satu sinyal bagi investor untuk melihat potensi penurunan suku bunga AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,21% ke angka USD 2.326,90 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS turun sekitar 0,2% menjadi USD 2.335,30 per ons.

Imbal hasil obligasi Treasury AS berjangka waktu 10 tahun yang menjadi acuan mencapai level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Senin dan tetap tinggi pada hari Selasa. Hal ini membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

“Pasar masih sangat sensitif terhadap diskusi apapun mengenai suku bunga atau apapun yang berkaitan dengan kebijakan Fed. Jadi, saya pikir ini masih dalam momentum menunggu dan melihat,” kata analis Blue Line Futures Phillip Streible.

Gubernur the Fed Jerome Powell mengatakan bahwa Bank sentral AS masih memerlukan lebih banyak data sebelum memangkas suku bunga untuk memastikan pembacaan inflasi yang lebih lemah baru-baru ini memberikan gambaran sebenarnya tentang apa yang terjadi pada tekanan harga.

Data pada hari Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan AS naik menjadi 8,14 juta pada bulan Mei - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

 

Selasa, 02 Juli 2024

PT Rifan Financindo - Ada Kabar Genting Dari AS, Begini Prediksi Harga Emas

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas diprediksi masih akan mengalami koreksi saat investor mencermati data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menentukan arah kebijakan suku bunga Federal reserve.

Berdasarkan data Refinitiv harga emas dunia di pasar spot pada perdagangan Selasa dibuka di US$2.331,55 per troy ons. Posisi ini sama dengan harga penutupan pada hari sebelumnya.

Kami melihat sedikit short-covering yang dilakukan oleh para pedagang berjangka jangka pendek dan bargain hunter yang dilakukan oleh para pelaku pasar tunai. Pasar juga didukung oleh menguatnya harga minyak mentah dan melemahnya dolar AS," kata Jim Wyckoff. analis pasar senior di Kitco Metals.

"Kami mungkin akan bergerak ke samping di sini atau mungkin ke samping untuk turun di sini mungkin selama sisa musim panas," tambah Wyckoff.

Ketua The Fed Jerome Powell akan menjadi pusat perhatian para investor logam mulia pada hari ini, sebab dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral.

Jerome Powell akan berpidato di acara Diskusi Panel Kebijakan oleh Forum Bank Sentral Eropa (ECB) tentang Perbankan Sentral 2024 di Sintra, Portugal.

Cukup penting diperhatikan bagaimana komentar Powell terhadap kondisi ekonomi global terkini dan prospek kebijakan moneter the Fed mendatang, terutama kini memasuki semester II/2024 sudah semakin dekat dengan pemilu AS.

Para pelaku pasar hingga saat ini menilai suku bunga The Fed akan dipangkas dua kali hingga akhir tahun ini.

Selain itu, data tenaga kerja juga penting. Data tenaga kerja JOLTs Job Opening periode Mei 2024 diperkirakan turun menjadi 7,85 juta pekerjaan, dari bulan sebelumnya sebesar 8,05 juta, menurut konsensus trading economic. Sementara untuk JOLTs Job Quit diperkirakan masih bertahan di 3,5 juta pada Mei 2024.

Sejauh ini, kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup ketat, sementara inflasi meskipun melandai tetap belum sesuai dengan target bank sentral - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Senin, 01 Juli 2024

PT Rifan - Inflasi AS Sesuai Prediksi, Harga Emas Bersinar

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan hari Jumat setelah keluarnya laporan utama inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. Rilis data inflasi ini meningkatkan harapan bahwa Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) dapat menurunkan suku bunga di September.

Harga emas di pasar spot stabil di USD 2.324,25 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi pada USD 2.339,6 per ounce.

Direktur Investasi dan Perdagangan Alternatif High Ridge Futures David Meger menjelaskan, tren penurunan inflasi berjalan sangat lambat dan bertahap.

Akibatnya, kami melihat imbal hasil (yield) terus menurun, obligasi meningkat lebih tinggi, dan hal ini cukup mendukung pasar emas,” kata dia.

Harga emas juga didukung oleh penurunan imbal hasil surat utang AS, yang menjadikan emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil lebih menarik bagi investor.

Pada hari Jumat, taruhan pasar meningkat di tengah harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada September dan Desember, setelah Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi menunjukkan inflasi tidak meningkat sama sekali dari bulan April hingga Mei.

Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi mengikuti kenaikan 0,3% yang tidak direvisi pada data April bulan lalu, sementara belanja konsumen meningkat secara moderat.

Sedangkan CME FedWatch, para pelaku pasar saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 68% penurunan suku bunga Fed pada bulan September, dibandingkan dengan 64% sebelum rilis data inflasi.

Presiden Bank Sentral Federal San Francisco Mary Daly, yang juga anggota Komite Pasar Terbuka Federal 2024 mengatakan, data inflasi terbaru adalah kabar baik bahwa kebijakan berhasil.

Harga emas dunia telah diperdagangkan dalam kisaran yang cukup ketat dan mungkin akan mempertahankan kisaran tersebut sampai FOMC mengonfirmasi bahwa mereka akan menurunkan suku bunga,” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di EverBank - PT RIFAN

Sumber : liputan6