Rabu, 18 Januari 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Investor Ambil Untung, Harga Emas Turun Dari Tertinggi 8 Bulan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (17/1/2023) waktu setempat, jatuh dari level tertinggi lebih dari delapan bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya.


Pelemahan terjadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve AS akan mengadopsi pendekatan yang kurang agresif untuk menaikkan suku bunga ke depan.


Mengutip Antara, Rabu (18/1/2023), paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi New York Exchange, anjlok US$11,80 atau 0,60 persen menjadi ditutup pada US$1.909,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai puncak sesi di US$1.931,80 dan terendah US$1.906,80.


Emas berjangka sempat melonjak US$22,90 atau 1,21 persen menjadi US$1.921,70 pada Jumat (13/1/2023), setelah terangkat US$19,90 atau 1,06 persen menjadi US$1.898,80 pada Kamis (12/1/2023), dan terkerek US$2,40 atau 0,13 persen menjadi US$1.878,90

Emas berjangka ditutup di atas US$1.900 pada Jumat (13/1/2023) untuk pertama kalinya sejak akhir April, dan mengakhiri pekan tersebut dengan 2,8 persen lebih tinggi.
Indeks dolar AS naik 0,20 persen. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kami melihat ini sebagai lebih dari sedikit kemunduran dalam tren gerakan menyamping lebih tinggi. Kami percaya kombinasi dari pelemahan dolar dan kekhawatiran inflasi terus mendukung lingkungan positif yang mendasari kami," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Dengan suku bunga yang lebih rendah diterjemahkan ke dalam pengembalian yang lebih rendah pada aset-aset berbunga seperti obligasi pemerintah, investor mungkin lebih memilih emas.


Para pedagang memperkirakan peluang 90,6 persen untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin dari The Fed pada Februari 2023 dan memperkirakan suku bunga memuncak di 4,94 persen pada Juni, sementara sebagian besar pejabat Fed memperkirakan suku bunga di 5,0 persen ke tahun depan.
Chief Executive Officer Citigroup Inc, Jane Fraser mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa Federal Reserve AS dapat memperlambat kenaikan suku bunga di akhir musim semi atau awal musim panas.


Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China merosot pada 2022, tetapi para pejabat di Forum Ekonomi Dunia mengatakan pembukaan kembali negara itu dapat mendorong pertumbuhan global melampaui ekspektasi.


Pembelian emas di China biasanya meningkat menjelang liburan Tahun Baru Imlek, yang berlangsung mulai 21 Januari.


Kami perkirakan harga emas akan cenderung di sekitar US$1.950 per ounce pada tahun 2023," kata Goldman Sachs dalam sebuah catatan tertanggal Jumat (13/1/2023).
Pada kalender ekonomi AS, data indeks harga produsen (IHP), penjualan ritel, dan produksi manufaktur dijadwalkan dirilis besok - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bisnis.com

Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (17/1/2023) waktu setempat, jatuh dari level tertinggi lebih dari delapan bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve AS akan mengadopsi pendekatan yang kurang agresif untuk menaikkan suku bunga ke depan. Mengutip Antara, Rabu (18/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$11,80 atau 0,60 persen menjadi ditutup pada US$1.909,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai puncak sesi di US$1.931,80 dan terendah US$1.906,80. Emas berjangka sempat melonjak US$22,90 atau 1,21 persen menjadi US$1.921,70 pada Jumat (13/1/2023), setelah terangkat US$19,90 atau 1,06 persen menjadi US$1.898,80 pada Kamis (12/1/2023), dan terkerek US$2,40 atau 0,13 persen menjadi US$1.878,90

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Investor Ambil Untung, Harga Emas Turun dari Tertinggi 8 Bulan", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230118/235/1619190/investor-ambil-untung-harga-emas-turun-dari-tertinggi-8-bulan.
Author: Newswire
Editor : Farid Firdaus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas melemah pada akhir perdagangan Selasa (17/1/2023) waktu setempat, jatuh dari level tertinggi lebih dari delapan bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve AS akan mengadopsi pendekatan yang kurang agresif untuk menaikkan suku bunga ke depan. Mengutip Antara, Rabu (18/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$11,80 atau 0,60 persen menjadi ditutup pada US$1.909,90 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai puncak sesi di US$1.931,80 dan terendah US$1.906,80. Emas berjangka sempat melonjak US$22,90 atau 1,21 persen menjadi US$1.921,70 pada Jumat (13/1/2023), setelah terangkat US$19,90 atau 1,06 persen menjadi US$1.898,80 pada Kamis (12/1/2023), dan terkerek US$2,40 atau 0,13 persen menjadi US$1.878,90

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Investor Ambil Untung, Harga Emas Turun dari Tertinggi 8 Bulan", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230118/235/1619190/investor-ambil-untung-harga-emas-turun-dari-tertinggi-8-bulan.
Author: Newswire
Editor : Farid Firdaus

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Selasa, 17 Januari 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Diperkirakan Tembus Rekor Di Atas USD2.000/Ounce Tahun Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas diprediksi naik ke rekor tertinggi di atas USD2.000 per ounce tahun ini. Meskipun ada sedikit turbulensi, di mana Amerika Serikat memperlambat laju kenaikan suku bunga dan akhirnya berhenti menaikkannya.

Harga spot logam mulia telah melesat di atas USD1.900 per ounce, melonjak sekitar 18% sejak awal November karena tekanan inflasi surut dan pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang kurang agresif dari Federal Reserve AS.

Suku bunga yang naik cepat memukul harga emas tahun lalu, menendangnya ke serendah USD1.613,60 pada September dari tertinggi USD2.069,89 pada Maret, hanya sedikit di bawah rekor puncak pada tahun 2020. 

Suku bunga yang lebih tinggi mengangkat pengembalian obligasi, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati oleh investor keuangan, dan mendorong dolar ke level terkuatnya dalam 20 tahun, membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi banyak pembeli.

"Melemahnya mata uang AS dan imbal hasil obligasi akan menjadi penarik makro untuk logam kuning, mendorong emas di atas 2.000 dolar AS per ounce dalam beberapa bulan mendatang," kata analis di Bank of America

Dengan lebih sedikit tekanan dari dolar dan obligasi, investor cenderung membeli emas batangan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan gejolak ekonomi, kata analis WisdomTree Nitesh Shah, menambahkan bahwa harga dapat dengan mudah bergerak di atas USD2.100 per ounce pada akhir tahun.

Emas secara tradisional dipandang sebagai tempat yang aman untuk menyimpan kekayaan. "Risiko bank-bank sentral berlebihan dan itu mendorong ekonomi mereka ke dalam resesi tinggi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

 

Senin, 16 Januari 2023

PT Rifan - Harga Emas Melonjak Lagi

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melonjak mendekati level tertinggi sembilan bulan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB)
 
Melonjaknya harga emas memperpanjang kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut yang didorong ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve. Data indeks harga konsumen Desember yang dirilis Kamis mengkonfirmasi bahwa inflasi AS berada di jalur menurun.

Namun, masih jauh untuk mencapai target inflasi Federal Reserve 2,0 persen. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunga acuan, tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat, kemungkinan sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada 1 Februari. Emas telah menguat selama tiga bulan terakhir karena inflasi yang surut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah.

Di sisi lain, emas terdongkrak nilai USD lebih rendah di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan jauh lebih tidak agresif dengan kenaikan suku bunga tahun ini dibandingkan 2022. "Harga emas naik karena Wall Street makin yakin bahwa Fed hampir selesai menaikkan suku bunga," kata analis di platform perdagangan daring OANDA Ed Moya.

Moya mengatakan jika emas dapat ditutup dengan nyaman di atas level USD 1.900 hal tu bisa menjadi sinyal yang sangat bullish untuk sisa bulan ini. "Resistensi kuat di wilayah USD 1.950 untuk logam kuning," ungkapnya. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (13/1/2023) bahwa indeks harga impor AS naik 0,4 persen pada Desember setelah turun sebesar 0,7 persen yang direvisi pada November, mengejutkan para ekonom yang memperkirakan penurunan 0,8 persen. Indeks sentimen 
konsumen Universitas Michigan yang dirilis Jumat (13/1/2023) naik menjadi 64,6 dalam survei awal Januari, pembacaan tertinggi sejak Januari 2022 dan naik 8,2 persen dari pembacaan Desember 59,7. 
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD 22,90 atau 1,21 persen menjadi ditutup pada USD 1.921,70 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai puncak sesi di USD 1.925,30 dan terendah USD 1.895,10. Emas berjangka ditutup di atas USD 1.900 pada Jumat (13/1) untuk pertama kalinya sejak akhir April. Total kenaikan pekan ini sebesar 2,8 persen lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Emas berjangka terangkat USD 19,90 atau 1,06 persen menjadi USD 1.898,80 pada Kamis (12/1), setelah terkerek USD 2,40 atau 0,13 persen menjadi USD 1.878,90 - PT RIFAN

Sumber : jpnn.com

Jumat, 13 Januari 2023

Rifan Financindo Berjangka - Bursa Saham Eropa Naik Tipis, PDB Inggris November Tumbuh 0,1%

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Eropa diperkirakan akan dibuka sedikit naik pada hari Jumat dan investor fokus rilis data ekonomi penting, termasuk data pertumbuhan Inggris untuk bulan November, serta laporan laba dari sektor perbankan AS.

Pukul 14.00 WIB, DAX futures Jerman naik 0,1%, CAC 40 futures di Perancis naik 0,2%, sementara FTSE 100 futures Inggris naik 0,1%.

Ekuitas Eropa ditutup menguat pada hari Kamis, melanjutkan awal yang positif di tahun baru, dibantu oleh data Inflasi AS yang menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga agresif Fed memiliki dampak yang diinginkan. Ini mengindikasikan bahwa bank sentral AS dapat memperlambat kenaikan suku bunga lebih lanjut pada awal Februari.

Optimisme pun tumbuh bahwa perlambatan yang diantisipasi luas di zona euro pada tahun 2023 mungkin tidak separah yang dikhawatirkan pertama kali, dibantu oleh meningkatnya optimisme atas pemulihan ekonomi di China, setelah ekonomi terbesar kedua di dunia, dan pasar ekspor utama untuk perusahaan-perusahaan Eropa, membuka kembali perbatasan internasionalnya untuk pertama kali dalam tiga tahun.

Meskipun demikian, jelas bahwa ekonomi global belum keluar dari masalah.

Bank Dunia awal pekan ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi hanya 1,7% tahun ini, setelah memperkirakan Juni lalu bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 3%.

Data yang dirilis sebelumnya pada hari Jumat menunjukkan bahwa produk domestik bruto Inggris naik 0,1% sebulan di bulan November, hasil yang lebih baik dari yang diperkirakan, tetapi produksi industri turun 0,2% dan produksi manufaktur menurun 0,5%.

Ada lebih banyak data untuk dicerna yang dijadwalkan nanti di sesi ini, yaitu angka inflasi konsumen final Prancis dan Spanyol bulan Desember serta produksi industri untuk zona euro di bulan November.

Di sektor korporasi, Vodafone (LON:VOD) kemungkinan akan menjadi sorotan setelah Financial Times melaporkan bahwa raksasa telekomunikasi ini berencana memangkas beberapa ratus pekerjaan, yang sebagian besar akan berada di markas besarnya di London, untuk mengendalikan biaya pengeluaran.

Di AS, pendapatan kuartalan akan hadir dari raksasa perbankan, Bank of America (NYSE:BAC), Citigroup (NYSE:C), JPMorgan (NYSE:JPM) dan Wells Fargo (NYSE:WFC). Para investor akan sangat ingin mendengar pemikiran mereka tentang kemungkinan resesi tahun ini dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi belanja konsumen.

Harga minyak turun pada hari Jumat, tetapi tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid seiring meningkatnya kepercayaan bahwa pembukaan kembali China akan mendorong lonjakan permintaan dari negara importir terbesar di dunia tahun ini.

Pasar minyak mentah juga menerima bantuan pada hari Kamis dari rilis indeks harga konsumen AS yang lemah, yang bisa mengisyaratkan prospek langkah kebijakan Federal Reserve yang kurang hawkish, membebani dolar AS.

Pukul 14.00 WIB, minyak WTI turun 0,1% di $78,30 per barel, sementara kontrak Brent turun 0,2% ke $83,83. Kedua kontrak telah naik lebih dari 6% sepanjang minggu ini.

Selain itu, emas berjangka naik ke $1.899,15/oz, dan EUR/USD diperdagangkan datar di 1.0846 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 12 Januari 2023

Rifan Financindo - Wall Street Menguat Jelang Dirilisnya Laporan Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Wall Street menguat pada Rabu (11/1/2023) jelang dirilisnya laporan inflasi Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, naik 268,91 poin, atau sekitar 0,8 persen, menjadi 33.973,01. Indeks S&P 500 meningkat 50,36 poin, atau sekitar 1,28 persen, menjadi 3.969,61. Indeks komposit NASDAQ melonjak 189,04 poin, atau sekitar 1,76 persen, menjadi 10.931,67.

Para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen AS naik 6,5 persen year-on-year pada Desember 2022, turun dari peningkatan 7,1 persen pada bulan sebelumnya.

Melambatnya laju inflasi mencuatkan harapan peningkatan suku bunga Federal Reserve secara tidak agresif tahun ini.

Indeks sektor properti dan kebutuhan konsumen memimpin peningkatan indeks utama S&P 500. Saham Microsoft dan Amazon masing-masing melambung 3,02 persen dan 5,81 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2023 naik 0,1 persen menjadi US$1.878,9 per ons. Indeks dolar AS turun 0,06 persen menjadi 103,18.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,4 persen, dipicu optimisme perlambatan laju peningkatan suku bunga The Fed.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 30,49 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 7.724,98. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melonjak 173,31 poin, atau sekitar 1,17 persen, menjadi 14.947,91.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 12,80 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 8.725,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 55,05 poin, atau sekitar 0,80 persen, menjadi 6.924,19.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,26 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2118 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,33 persen menjadi 1,1280 euro per pound - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 11 Januari 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Powell Tekankan The Fed Terus Mengendalikan Inflasi Tanpa Pengaruh Politik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa menekankan perlunya bank sentral untuk bebas dari pengaruh politik sambil menangani inflasi yang terus-menerus tinggi.

Dalam pidato yang disampaikan kepada Riksbank Swedia, Powell mencatat bahwa menstabilkan harga membutuhkan pengambilan keputusan sulit yang mungkin tidak populer secara politik.

Pernyataan Powell disampaikan dalam sebuah forum untuk membahas independensi bank sentral.

Pidato tersebut tidak mengandung petunjuk langsung tentang ke mana arah kebijakan Fed yang menaikkan suku bunga tujuh kali pada tahun 2022, dengan total 4,25 poin persentase, dan telah mengindikasikan kemungkinan kenaikan yang lebih besar akan terjadi tahun ini.

Powell berulang kali mengatakan bahwa faktor politik tidak membebani tindakannya.

Di bagian lain dari pidato hari Selasa, dia menyampaikan seruan dari beberapa anggota parlemen agar The Fed menggunakan kekuatan pengaturannya untuk mengatasi perubahan iklim.

Sementara The Fed telah meminta bank-bank besar untuk memeriksa kesiapan keuangan mereka jika terjadi peristiwa besar terkait iklim seperti angin topan dan banjir, Powell mengatakan sejauh itu yang harus dilakukan.

The Fed tahun ini akan meluncurkan program percontohan yang meminta enam bank terbesar di negara itu untuk mengambil bagian dalam “analisis skenario” yang ditujukan untuk menguji stabilitas lembaga jika terjadi peristiwa iklim besar.

Latihan ini akan berlangsung terpisah dari apa yang disebut stress test yang digunakan Fed untuk menguji bagaimana bank akan bertahan di bawah penurunan ekonomi hipotetis. Lembaga yang berpartisipasi adalah Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley dan Wells Fargo - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibinews.com

Selasa, 10 Januari 2023

PT Rifan Financindo - Emas Terangkat 8,10 Dolar AS Didorong Greenback Lebih Lemah

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk sesi kedua berturut-turut didorong oleh dolar AS yang lebih lemah di tengah ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve akan lebih lambat.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,10 dolar AS atau 0,43 persen menjadi ditutup pada 1.877,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di 1.886,40 dolar AS dan terendah sesi di 1.869,30 dolar AS.


Emas berjangka melonjak 29,10 dolar AS atau 1,58 persen menjadi 1.869,70 dolar AS pada Jumat , setelah anjlok 18,40 dolar AS atau 0,99 persen menjadi 1.840,60 dolar AS pada Kamis dan bertambah 12,90 dolar AS atau 0,70 persen menjadi 1.859,00 dolar AS pada Rabu


Dolar AS melemah secara keseluruhan pada perdagangan Senin (9/1) karena data AS baru-baru ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat memperlambat laju pengetatan kebijakan moneternya.
Reaksi pasar datang karena data Jumat (6/1) menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan upah yang moderat dan aktivitas sektor jasa yang lebih lemah di Amerika Serikat mendorong para pedagang untuk bertaruh pada kenaikan suku bunga Fed yang lebih kecil ke depan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,85 persen menjadi 103,0010, menyusul penurunan 1,11 persen di sesi sebelumnya.
Greenback yang lebih lemah membuat harga-harga komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi para investor pemegang mata uang lainnya.


Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal pada Senin (9/1), Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan Federal Reserve dapat meningkatkan suku bunga utamanya sebesar 25 atau 50 basis poin pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 1 Februari.


Dia lebih lanjut mencatat bahwa dia yakin suku bunga akan mencapai puncak 5,0 persen dan tetap di sana untuk menurunkan inflasi menjadi 2,0 persen.


Fokus sekarang beralih ke data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada Kamis (12/1) untuk petunjuk lebih lanjut tentang jalur suku bunga AS.


Inflasi IHK diperkirakan akan turun ke level terendah satu tahun pada Desember, menunjukkan bahwa serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam oleh Fed pada 2022 memiliki efek yang diharapkan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 11,1 sen atau 0,46 persen, menjadi menetap pada 23,871 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot 5,70 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.098,60 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com