Jumat, 05 April 2024

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Dekati $2,300

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik di perdagangan Asia pada hari Rabu, tetap berada di dekat rekor tertinggi di tengah meningkatnya permintaan safe haven setelah gempa bumi dahsyat di Taiwan, sementara ketidakpastian suku bunga AS juga mendorong permintaan emas.

Aksi jual yang luas di pasar saham, karena selera risiko memburuk, juga mendorong permintaan emas, bahkan ketika dolar dan imbal hasil Treasury AS melonjak menyusul komentar hawkish dari pejabat tinggi Federal Reserve.

Risk appetite mendapat pukulan baru pada hari Rabu setelah gempa bumi di Taiwan menghancurkan infrastruktur pulau itu dan pabrik-pabrik pembuat chip utamanya, sementara juga memicu peringatan Tsunami di beberapa bagian Jepang.

Spot gold naik 0,3% menjadi $ 2.286,40 per ounce, masih berada di dekat rekor tertinggi $ 2.288,43 yang dicapai pada hari Selasa, sementara gold futures yang akan jatuh tempo pada bulan Juni naik 1,1% menjadi $ 2.306,25 per ounce dan sedikit di bawah level tertinggi sepanjang masa di $ 2.308,85 per ounce pada pukul 00.47 ET (04.47 GMT).

Logam mulia ini semakin terdorong oleh dollar yang turun dari level tertinggi 4½ bulan pada hari Rabu.

Harga emas tetap berada di kisaran $2.300 meskipun ada tekanan dari Fed

Meningkatnya permintaan safe haven membantu harga emas sebagian besar menguat melewati peningkatan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi.

Beberapa pejabat Fed mengatakan dalam pidato terpisah bahwa inflasi yang tinggi dan kekuatan di pasar tenaga kerja berpotensi menunda rencana Fed untuk menurunkan suku bunga.

Komentar mereka muncul hanya beberapa hari sebelum data utama penggajian non-pertanian untuk bulan Maret, yang akan dirilis pada hari Jumat ini. Data ini secara konsisten mengalahkan ekspektasi dalam beberapa bulan terakhir, di tengah kekuatan yang terus-menerus di pasar tenaga kerja AS.

Logam mulia lainnya juga diuntungkan oleh peningkatan permintaan safe haven dan pelemahan dolar. Platinum futures naik 0,3% menjadi $940,05 per ons, sementara silver futures naik 2,2% menjadi $26,480 per ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Rabu, 03 April 2024

PT Rifan Financindo Berjangka - Iran Dan Israel Bersitegang, Harga Emas Dunia Ikut Memanas

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mencapai rekor tertinggi pada Rabu dini hari, (3/4/2024), karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, sebagian besar mengabaikan penguatan dolar dan mengurangi taruhan penurunan suku bunga AS. Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$2,268.44 per ons pada pukul 14:07. EDT (18.07 GMT), setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$2,276.89. Emas berjangka AS ditutup 1,1% lebih tinggi pada US$2,281.8. “Kami melihat sejumlah permintaan safe-haven mengalir ke emas, yang berkaitan dengan serangan Israel terhadap kedutaan Iran di Suriah,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities. Pasalnya, Iran bersumpah akan membalas dendam kepada Israel atas serangan udara terhadap kompleks kedutaan Iran di Damaskus.

Ole Hansen dari Saxo Bank mengatakan penawaran beli dari bank ritel dan bank sentral diikuti oleh spekulan yang mengikuti momentum yang telah memperpanjang posisi beli mereka setelah emas menembus di atas US$2.200. “Apa yang membuat reli emas begitu tidak biasa adalah bahwa hal itu terjadi meskipun ada hambatan yang signifikan seperti kenaikan dolar AS, imbal hasil Treasury yang meningkat, kemungkinan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama,” kata analis independen Ross Norman.

Dolar AS melonjak setelah data Senin menunjukkan manufaktur AS tumbuh untuk pertama kalinya dalam 1,5 tahun pada bulan Maret. “Jadi menurut saya ini sebenarnya sangat menarik karena jika kita melihat Bitcoin dan emas, keduanya tampaknya didukung oleh dua komponen yang sangat berbeda,” kata Norman. Para pedagang mengurangi spekulasi penurunan suku bunga pada bulan Juni menjadi 58% dibandingkan sekitar 60% sebelum data tersebut dirilis, yang dalam keadaan normal, akan menekan harga emas batangan tanpa imbal hasil. Namun meski pasar emas masih berada dalam "mood yang sangat bullish", pasar mungkin perlu melakukan konsolidasi di tengah pergeseran kembali ke pandangan yang lebih hawkish terhadap kebijakan Federal Reserve, kata Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : bisnis.com

Selasa, 02 April 2024

PT Rifan Financindo - EUR/USD Turun Ke Bawah 1.0750 Setelah Data AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - EUR/USD berada di bawah tekanan bearish yang baru dan jatuh di bawah level terendah sejak pertengahan bulan Februari di bawah 1.0750 di sekitar 1.0740 karena menguatnya dolar AS. Indeks dolar AS naik 0.40% ke 104.750.

Indeks dolar AS mengambil keuntungan dari keluarnya data makro ekonomi AS, Purchasing Manager Index (PMI) yang bagus sehingga membebani pasangan matauang EUR/USD.

The Institute for Supply Management (ISM) pada hari Senin mengatakan bahwa Purchasing Manager Index (PMI) AS bulan Maret naik ke 50.3, dibandingkan dengan angka pada bulan Februari di 47.8. Angka ini juga lebih kuat daripada yang diperkirakan dengan para ekonom memperkirakan angka PMI AS bulan Maret hanya membaik sedikit ke 48.5%.

Sektor manufaktur AS bergerak ke teritori ekspansi untuk pertama kalinya sejak September 2022. Permintaan positip, produksi menguat dan bahan mentah tetap akomodatip.

Dolar AS juga menguat setelah pembukaan pasar saham AS, Wall Street, yang saham – sahamnya berjatuhan.

Para investor kelihatannya sekarang percaya bahwa Federal Reserve AS (the Fed) akan mulai menurunkan tingkat bunganya pada bulan Juni. Pertaruhan ini diteguhkan oleh keluarnya angka Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Jumat minggu lalu.

Pada hari Jumat minggu lalu, Departeman Perdagangan AS melaporkan bahwa PCE inti AS bulan Februari naik 0.3%. Angka ini sesuai dengan yang diperkirakan para ekonom. Namun sebagai tanda bahwa tekanan inflasi belum pergi, laporan tersebut juga mencatat revisi naik dari inflasi bulan Januari dengan inflasi inti naik sebesar 0.5%.

Hal ini, bersamaan dengan resiko geopolitik yang muncul dari perang Rusia melawan Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah ikut membebani pasangan matauang EUR/USD.

Komentar yang hawkish dari para pejabat European Central Bank (ECB), tidak membantu Euro. Gubernur bank sentral Austria Robert Holzmann mengatakan pada hari Senin, bahwa ECB bisa menurunkan tingkat bunganya sebelum penurunan tingkat bunga oleh the Fed.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0725 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0695 dan kemudian 1.0660. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0770  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0805 dan kemudian 1.0840 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 01 April 2024

PT Rifan - Harga Emas Sedang Menjulang Tinggi Ke Rekor Termahal Sepanjang Masa

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia sedang menjulang tinggi ke posisi rekor termahal sepanjang masa pada perdagangan komoditas sesi Eropa hari Jumat.

Harga emas berada pada level tertinggi sepanjang masa pada $2230 per troy ounce di tengah spekulasi bahwa bank-bank sentral utama akan beralih ke penurunan suku bunga tahun ini.

Sementara itu meningkatnya ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan safe-haven untuk emas batangan. Dan sepanjang bulan Maret harga emas naik lebih dari 9% di bulan Maret.

Di Amerika Serikat, Federal Reserve mempertahankan prospek penurunan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini meskipun terdapat data inflasi yang tinggi.

Di Eropa, Swiss National Bank secara mengejutkan melakukan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Maret, sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral besar lainnya juga akan melakukan hal yang sama.

Di kawasan Asia, Bank of Japan mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya, namun diperkirakan akan mempertahankan sikap akomodatif untuk beberapa waktu.

Di kawasan lain, investor terus melakukan lindung nilai terhadap ketidakstabilan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah dengan komoditas emas.

Harga emas spot kini berada di kisaran 2232,38 atau naik 1,75%, untuk harga emas comex kontrak berjangka bulan Juni 2024 naik 1,90% menjadi 2254,80.

Secara teknikal harga emas sudah menembus 3 posisi resisten hariannya dan berpotensi mendaki ke resisten selanjutnya di kisaran 2240,30 – 2243,40.

Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, harga akan turun menuju pembukaan 2194,46 dan jika tembus akan meluncur ke support kuat hariannya di 2179,43 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Kamis, 28 Desember 2023

Rifan Financindo - Data Inflasi Yang Lebih Dingin Mempengaruhi Harga Emas

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Data inflasi yang lebih dingin memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan Maret, dengan para pedagang kini memperkirakan peluangnya sekitar 90%, menurut alat CME FedWatch .

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, harga perak naik 0,1% menjadi USD 24,225 per ounce, dan harga platinum naik 1,7% ke level tertinggi dalam enam bulan di USD 994,91.

Berbeda dengan harga emas, harga paladium turun 2,1% menjadi USD 1,149.30 dan bersiap untuk tahun terburuk sejak 2008 jika kerugian terus berlanjut - RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6

Rabu, 27 Desember 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - EUR/USD Kembali Naik Ke Arah 1.1040

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - EUR/USD kembali naik ke arah 1.1040 dan diperdagangkan di sekitar 1.1030, pada sesi perdagangan AS hari Selasa, di tengah perdagangan yang sepi karena liburan Natal.

Setelah terkoreksi normal diperdagangkan turun ke arah 1.1000 di sekitar 1.1020, EUR/USD berhasil naik kembali ke 1.1030 karena data inflasi PCE AS yang lemah pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu masih terus memberikan dukungan naik terhadap pasangan matauang EUR/USD.

EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan naik ke atas 1.1000 pada hari Kamis minggu lalu karena dolar AS berada dalam tekanan bearish setelah keluarnya data ekonomi AS.

Turunnya indeks dolar AS terjadi akibat melemahnya inflasi AS. Setelah keluarnya data inflasi AS sebagaimana dengan yang diukur oleh Personal Consumption Expenditures (PCE) yang lebih rendah daripada yang diperkirakan, dolar AS kesulitan untuk mendapatkan permintaan.

Core PCE price index tahunan turun ke 3.2% dari yang diperkirakan konsensus di 3.3% dan lebih rendah daripada angka sebelumnya pada bulan Oktober di 3.5%. Secara basis bulanan, inflasi ukuran Federal Reserve AS (the Fed) ini naik 0.1% dibandingkan dengan yang diperkirakan di 0.2%.

Pada minggu lalu, indeks dolar AS juga telah tertekan turun dengan keluarnya data GDP AS yang lemah.

Bureau of Economic Analysis (BEA) AS melaporkan laporan perkiraan final yang menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya bertumbuh sebesar 4.9% dibandingkan dengan yang diperkirakan dan angka sebelumnya sebesar 5.2%.

Laporan dari BEA AS ini membuat yield obligasi treasury AS turun tajam dan terjadi aksi jual terhadap dolar AS yang sebelumnya telah berada pada posisi di bawah karena naiknya ekspektasi mengenai penurunan tingkat bunga oleh Federal Reserve AS.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di 1.1000 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0950 dan kemudian 1.0915. “Resistance” terdekat menunggu di 1.1050  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.1100 dan kemudian 1.1150 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 26 Desember 2023

PT Rifan Financindo - Desember, Emas Buat Rekor Baru

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Harga emas telah mencapai titik All Time High (ATH) di level tertingginya yakni US$2.075,09 pada perdagangan Jumat kemarin. Posisi tertinggi, bukan di penutupan, sebelumnya ada di US$ 2.072 per troy ons.

Pada perdagangan Jumat harga emas akhirnya di pasar spot ditutup melesat 1,73% di posisi US$ 2.070,90 per troy ons. Posisi penutupan tersebut adalah yang tertinggi sepanjang masa.Posisi penutupan tertinggi sebelumnya adalah pada 6 Agustus 2020 yakni US$ 2.063,19 per troy ons.

Harga emas menguat ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat setelah The Fed mengisyaratkan akan mulai menurunkan suku bunga.

Dokumen "dot plot" The Fed menunjukkan jika anggota bank sentral mulai mengindikasikan adanya pemangkasan suku bunga.

Sebanyak delapan anggota memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga setidaknya tiga kali sebesar 75 bps pada tahun depan sementara lima lainnya memperkirakan pemangkasan suku bunga lebih dari 75 bps. Median ekspektasi suku bunga ada di angka 4,6% dalamdot plotterbaru, turun dibandingkan 5,1% pada proyeksi September - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia