Senin, 06 Juli 2020

PT Rifan - Menurut Analis, Emas ETF Akan Jadi Penentu Kenaikan Harga Emas Di Tahun Ini

PT RIFAN BANDUNG - Kinerja emas sepanjang 2020 akan ditentukan oleh aliran dana masuk ke emas ETF dan permintaan emas ritel di Cina dan India. Goldman Sachs Group Inc memperkirakan permintaan pada emas ETF karena rasa takut di negara-negara maju telah meminta persetujuan sekitar 18% terhadap kenaikan harga emas tahun ini.
 
Pandemi Covid-19 menyebabkan anjloknya permintaan emas fisik dari pembeli ritel tradisional di Tiongkok dan India. Kendati demikian, arus dana masuk dari investor barat melalui emas ETF mampu membuat harga si kuning memecahkan pendaftaran seperti.

Emas ETF yang sebagian besar terjadi di Amerika Utara dan Eropa telah mencapai peringkat tertinggi sejak 2009 lalu, sementara itu, permintaan ritel akan emas batangan dunia terbesar yaitu Cina dan India anjlok setelah Corona dibatalkan impor emas.
 
Meskipun pelonggaran kuncian telah dilakukan di dua negara ini, penjualan emas masih meningkat.
Perolehan ini menggarisbawahi tarik ulur global untuk investor barat yang mencari tempat yang aman dan pusat permintaan tradisional untuk emas di Asia, hal ini akan menjadi penentu pergerakan emas tahun ini.

Kami berharap investor AS dan Eropa tetap tertarik pada emas yang dibebaskan dari permintaan Asia. Jika pola pembelian juga naik untuk Cina dan India pada saat yang sama dengan apa yang Anda lihat di pasar ETF, maka harga akan naik lebih jauh lagi kata Darwei Kung , kepala manajer perdagangan dan portofolio di DWS Investment Management Americas Inc - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Rabu, 01 Juli 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Didorong Meningkatnya Permintaan Akibat Covid 19


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada hari Rabu petang dipicu karena permintaan logam safe haven ini timbul akibat ekonomi global dari lonjakan jumlah kasus covid-19 di banyak negara, harga Emas Berjangka naik 0,23% di $ 1,804,60 per ons dan emas spot XAU / USD menguat 0,40% ke $ 1,787,61 menurut data Investing.com melalui 16,19 WIB.
 
Menurut laporan yang dilansir The Economic Times dari Reuters Rabu petang, lonjakan jumlah laporan covid-19 di AS dalam beberapa hari terakhir telah membayangi harapan pemulihan ekonomi yang cepat yang mendorong arus masuk ke aset safe haven.
 
Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan meminta lebih banyak lagi untuk perbaikan AS untuk memperbaharui virus wabah yang telah menginfeksi lebih dari 10,48 juta orang di seluruh dunia.
 
Pasar kini fokus ke indeks manajer pembelian pembelian (PMI) AS dari Institute for Supply Management yang akan dirilis hari ini.
 
Dari tanah air sampai pukul 08.36 WIB Rabu pagi, harga emas Antam (JK: ANTM ) per gram naik Rp1.000 dari hari Selasa menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia. Harga Antam mencapai Rp918.000 dan harga sekarang naik ke Rp919.000 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com 

Selasa, 30 Juni 2020

PT Rifan Financindo - Covid-19 Bikin Khawatir, Harga Emas Global & Emas Antam Terbang

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Gelombang kedua Covid-19 masih menjadi masalah besar bagi para pelaku pasar. Terlebih lagi jika melihat fakta bahwa ini sudah ada lebih dari 10 juta kasus positif dan setengah juta penyebab virus tersebut. Jika sudah begini, emas menjadi instrumen investasi yang paling dicari.
 
Perkasa: Dolar AS dan Global Dilibas Tanpa Balas! Baca Juga: Rupiah Perkasa: Dolar AS dan Global Dilibas Tanpa Balas! 

Dilansir dari RTI, emas global di pasar spot sempat dibanderol tinggi hingga ke level US $ 1,773,60 per ounce pada perdagangan hari ini, Selasa (30/06/2020). Pergerakan emas dalam beberapa waktu terakhir terbilang perkasa dengan apresiasi 2,18% dalam penilaian atau nilai dengan 10,98% dalam tiga bulan ke belakang.
 
Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang (JK: ANTM ) ( Antam ) juga kembali meningkat. Dilansir dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam dibanderol dengan harga Rp918.000 per gram, naik Rp7.000 per gram dari harga perdagangan kemarin yang naik di angka Rp911.000 per gram - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

Senin, 29 Juni 2020

PT Rifan - Harga Emas Dunia Memudar Jelang Akhir Pekan Ini

 
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia masih menjadi perhatian para pelaku pasar seiring dengan posisinya sebagai aset lindung nilai saat wabah virus corona atau Covid-19 yang masih menghantam perekonomian global, meski begitu harga logam mulia ini tak selamanya naik terus, terkadang harga emas juga turun cukup dalam.

Harga emas sedikit menjauh dari level tertingginya. Harga emas di pasar spot sedikit berubah di posisi 1.762,11 dolar AS per ounce setelah menembus level tertinggi sejak Oktober 2012, yakni 1.779,06 dolar AS per ounce, sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,3 persen lebih rendah menjadi 1.770,60 dolar AS per ounce.

Laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis Kamis menunjukkan jutaan orang mengajukan tunjangan pengangguran lebih dari sebulan setelah banyak bisnis kembali beroperasi menyusul penguncian yang disebabkan virus corona.

Data lain menggarisbawahi ekspektasi bahwa ekonomi akan berkontraksi pada kuartal kedua dengan 
laju tercepat sejak Great Depression.

Namun, penguatan emas tertahan oleh aliran safe-haven menuju dolar AS. Indeks Dolar AS (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tercatat menguat 0,2 persen. Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya, platinum turun 0,5 persen menjadi 796,28 dolar AS per ounce. Logam itu jatuh ke level terendah sejak 15 Juni di awal sesi, setelah membukukan penurunan satu hari terbesar sejak 19 Maret - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Jumat, 26 Juni 2020

Rifan Financindo Berjangka - Banyak Ketidakpastian, Prospek Harga Emas Masih Akan Menguat


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Logam mulia kembali diburu investor seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar yang mendorong investor kembali mengumpulkan aset investasi aman seperti emas.

Business Manager Indosukses Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan bahwa penguatan harga emas didukung oleh eskalasi ketagangan hubungan China dan India sebagai buntut tuduhan atas pelanggaran perbatasan de facto di Pegunungan Himalaya.

Pasukan militer kedua negara terlibat dalam bentrokan, dan India melaporkan sebanyak 20 tentaranya tewas akibat peristiwa tersebut.

Selain itu, masih bertambahnya jumlah kasus baru Covid-19 di banyak negara juga menjadi katalis positif bagi harga emas untuk menguat,” ujar Suluh saat dihubungi Bisnis, Senin, pada perdagangan Senin hingga pukul 15.23 WIB harga emas di pasar spot bergerak di zona hijau dengan menguat 0,24 persen ke level US$1.748,5 per troy ounce.

Pada pertengahan perdagangan, emas di pasar spot sempat menyentuh level US$1.758 per troy ounce dan mendekati level tertinggi emas sejak 2012. Dengan demikian, harga emas kurang lebih 32 poin lagi menuju level tertingginya dalam 8 tahun terakhir (10/04/2012) sebesar US$1.790 per troy.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Agustus 2020 di bursa Comex bergerak naik 0,33 persen ke level US$1.758,8 per troy ounce. Emas berjangka pun sempat menyentuh level US$1.774 per troy ounce.

Sepanjang tahun berjalan 2020, harga emas telah bergerak menguat 15,66 persen.
Adapun, penguatan harga emas juga terjadi pada emas batangan buatan dalam negeri milik PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau emas Antam.

Pada perdagangan yang sama, emas untuk ukuran 1 gram berhasil melanjutkan penguatannya dan naik Rp2.000 per gram kembali ke level Rp907.000 per gram. Pada beberapa perdagangan lalu, emas Antam ukuran 1 gram sempat anjlok dan bergerak di bawah level Rp900.000 per gram.

Menurut Suluh, secara fundamental harga emas baik spot maupun emas Antam memiliki fundamental yang cukup mendukung untuk bertahan di zona hijau dalam jangka panjang. Namun, emas tetap dibayangi oleh aksi ambil untung karena harganya yang sudah terlalu mahal.

Emas spot juga masih memiliki potensi untuk bergerak di bawah US$1.700 per troy ounce akibat kekhawatiran pasar terhadap aksi likuidasi besar-besaran atau yang disebut cash is king seiring dengan pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

Suluh memprediksi dalam jangka pendek emas masih akan mencoba untuk menembus level resisten kuat di US$1.765 per troy ounce, level tertinggi pada Mei 2020. Jika, emas spot berhasil menembus level tersebut maka emas berpotensi untuk menguji level resisten lanjutan di US$1.770 per troy ounce.

Sementara itu, Suluh merekomendasikan untuk menahan pembelian emas Antam karena harganya yang sudah terlalu mahal. Dia mengatakan bahwa harga buyback Antam di kisaran Rp797.000 per gram saat ini cukup menarik untuk investor yang akan mengambil untung.

Kalaupun ingin tetap membeli, saya merekomendasikan beli ukuran di atas 10 gram karena kalau dihitung harga pergramnya jauh lebih murah dibandingkan dengan pecahan 1 gram - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA
 
Sumber : bisnis.com

Kamis, 25 Juni 2020

Rifan Financindo - Ada Ramalan Ngeri Dari IMF, Emas Diburu & Siap Ke US$ 1.800


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Setelah cetak rekor harga tertinggi barunya di tahun ini sekaligus dalam tujuh setengah tahun terakhir, harga emas ditutup melemah kemarin. Namun prospek emas dalam jangka panjang masih tak berubah.

Harga emas di pasar spot menguat tipis cenderung flat. Pada 08.35 WIB, harga emas dunia menguat 0,07% ke US$ 1.762,64/troy ons. Kemarin harga logam mulia ini ditutup di US$ 1.761,43/troy ons. 

Harga emas yang sudah sangat tinggi membuat investor tergoda untuk ambil untung. Apalagi di tengah peningkatan kasus infeksi baru virus corona yang terjadi di berbagai negara, sampai dengan hari ini, kasus kumulatif penderita Covid-19 secara global telah mencapai angka lebih dari 9,4 juta orang. Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kasus terbanyak.

Lonjakan kasus baru yang terjadi di Negeri Paman Sam membuat beberapa gubernur New York, New Jersey dan Connecticut memberlakukan kebijakan karantina 14 hari bagi para pengunjung dari sembilan negara bagian lain ketika sampai.

Di Jerman laju reproduksi virus juga mengalami peningkatan menjadi 2,76. Itu artinya 1 orang pasien atau penderita Covid-19 bisa menularkan ke hampir 3 orang lainnya. Peningkatan kasus di Jerman membuat Pemerintah Negara Bagian North Rhine-Westphalia kembali memberlakukan lockdown di dua distrik agar virus tidak menyebar lebih lanjut. Mini-lockdown ini rencananya berlaku hingga 30 Juni. 

Akibat dari merebaknya wabah, pasar kembali diliputi dengan kecemasan. Dini hari tadi tiga indeks utama Wall Street anjlok dengan Dow Jones turun 2,72% dan S&P 500 terpangkas 2,58%. Sementara di saat yang sama Nasdaq Composite melemah 2,19%.

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali merilis proyeksi ekonomi globalnya baru-baru ini. Lembaga yang bermarkas di Washington DC itu merevisi turun pertumbuhan ekonomi tahun 2020. IMF menurunkan 1,9 poin persentase proyeksi pertumbuhan output global menjadi minus 4,9% untuk tahun ini.

Bagaimanapun juga dengan prospek ekonomi yang masih 'gloomy' membuat para pemangku kebijakan diperkirakan masih akan menggelontorkan stimulus untuk meredam dampak pandemi. 

Suku bunga yang rendah dan banjir stimulus fiskal dan moneter membuat potensi inflasi yang tinggi ke depannya. Emas sebagai aset lindung nilai (hedging) menjadi instrumen investasi yang menarik. 
Dalam kondisi ketidakpastian dan ancaman tingginya inflasi di masa mendatang, maka prospek emas masih menarik. Investor mencari suaka dan lari ke emas. Permintaan yang tinggi turut mendongkrak harga emas lebih lanjut.

Harapan inflasi jangka panjang masih lemah dan memiliki ruang untuk naik kata Daniel Ghali ahli strategi komoditas di TD Securities, mengutip Reuters. Ketika Anda memiliki suku bunga rendah dan kenaikan inflasi, itu berarti suku bunga riil ditekan dan itulah faktor yang mendorong harga emas lebih tinggi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 24 Juni 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Bappebti Mencatat Pertumbuhan Transaksi Pasar Berjangka 40,6% Di Kuartal I


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Tingginya tekanan yang terjadi pada ekonomi Indonesia akibat penyebaran Covid-19 tidak menyurutkan minat untuk transaksi di Pasar Berjangka Komoditi (PBK). Hal ini terbukti melalui catatan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menunjukkan adanya pertumbuhan transaksi dalam tiga bulan pertama tahun 2020.
 
Kepala Bappebti Tjahya Widayanti mengungkapkan itu, Pasar berkembang berkembang pesat. Berdasarkan data yang dikeluarkan Bappebti, kinerja industri PBK dalam bentuk transaksi multilateral dan sistem perdagangan alternatif (SPA) tumbuh 40,58% sepanjang kuartal I-2020 dari periode yang sama tahun lalu.
 
Menurut dia, kinerja positif ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan di industri PBK dalam menghadapi modernisasi, tantangan, dan perkembangan teknologi informasi yang cepat. Selain itu, kementerian juga terus mendorong literasi terkait industri bursa Berjangka. Terkait, kondisi pasar tetap kondusif bagi para investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. 

Dia juga menambahkan, hingga saat ini PBK telah mengubah perjalanan panjang hingga diterbitkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi yang kemudian diamandemen menjadi UU Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU No 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. UU tersebut menjelaskan PBK sebagai sarana lindung nilai ( lindung nilai ), pembentukan harga (penemuan harga) yang diharapkan menjadi referensi harga, dan alternatif investasi.
 
“Bappebti sebagai regulator PBK di Indonesia juga terus meningkatkan pertumbuhan kerja sama strategis dan meningkatkan jumlah investor PBK, juga meningkatkan investasi yang meningkatkan melalui bursa,” ujar Tjahya dalam siaran pers, Rab.
 
Selanjutnya, Bappebti juga akan memberikan beberapa kontrak baru selain kontrak yang telah disepakati di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI). “Kami memperkirakan investor atau melakukan transaksi yang berani (online) akan meningkat. Hal itu bertentangan dengan upaya pemerintah, sektor ekonomi sejak diberlakukanya normal baru pasca pandemi Covid-19, ”tambahnya. 

Tjahya mengutip, tahun ini sudah ada beberapa kontrak baru yang sudah diluncurkan dan mendapatkan persetujuan dari Bappebti. Kontrak yang sudah ada di BBJ yaitu minyak sawit, kakao, kopi arabika dan robusta, emas, indeks emas. Sedangkan, kontrak yang sudah disepakati di BKDI yaitu minyak sawit mentah (CPO), olein, emas, minyak mentah, dan timah batangan. Di samping itu, Bappebti juga telah memberikan tanda daftar kepada sembilan calon pedagang aset kripto untuk melakukan transaksi perdagangan aset fisik kripto di bursa berjangka.
 
Sekretaris Bappebti Nusa Eka menambahkan, ruang pengembangan PBK semakin berkembang dengan adanya amandemen UU PBK. Kontrak berjangka selain memperjualbelikan produk berwujud (berwujud) juga berunding dengan produk tidak berwujud ( berwujud ), contohnya listrik, energi, dan perdagangan atau perubahan iklim.
 
PBK sebagai alternatif investasi harus diawasi oleh pemerintah karena industri PBK merupakan kegiatan bisnis yang kompleks. Kegiatan tersebut melibatkan dana masyarakat, melindungi masyarakat dari praktik yang merugikan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id