Senin, 04 Juli 2022

PT Rifan - Emas Nyaris 'Tidak Bergerak', Terperangkap Dalam Bentrok Kenaikan Inflasi Fed


PT RIFAN BANDUNG - Bagi investor komoditas yang aktif, dua minggu terakhir di pasar emas dapat digambarkan sebagai sesuatu yang tidak aktif. Meminjam klise lama itu, mungkin sama mengasyikkannya dengan nelihat cat mengering.

Dalam perdagangan Rabu, harga emas berjangka bulan depan untuk Agustus di Comex New York turun tipis $3,70, atau 0,2%, di $1,817,50/oz setelah terjebak lagi dalam sentimen kenaikan suku bunga Fed. Itu hampir merupakan pola ulangan hari Selasa, ketika harga turun $3,60.

Untuk buyer emas, bagaimanapun, pergerakan ada dalam kisaran $20 sejak penutupan 17 Juni adalah bukti kekuatan yang melekat pada logam kuning dalam menghadapi rumor kenaikan suku bunga tanpa henti oleh Federal Reserve.

Bagi seller yang mencari posisi short emas, aksi dua minggu terakhir menunjukkan perjuangan untuk melewati $1.850 dan ini menunjukkan janji untuk tujuan mereka agar dapat menekannya kembali ke level $1.700.

Emas masih terjebak dalam kisaran perdagangan yang luas, tetapi penurunan di bawah $1800 tampaknya lebih kecil kemungkinannya karena puncak dolar kemungkinan tercapai," ungkap Ed Moya, analis pasar di platform perdagangan online OANDA.

Tetapi rekan Moya, Jeffrey Halley, yang mengamati riset Asia Pasifik untuk OANDA, memiliki pandangan yang berbeda untuk emas.

Emas tetap menjadi kelas aset yang terlupakan,” pendapat Halley. “Serangkaian capaian level tertinggi harian yang lebih rendah menunjukkan risiko penurunan meningkat untuk harga emas, meskipun masih kurang momentum untuk menembus kisaran $1800 hingga $1900,00. Bawalah buku yang bagus sampai kita melihat pergerakan arah yang besar oleh dolar AS.”

Pertanyaan tentang bagaimana emas akan bereaksi terhadap inflasi telah menjadi teka-teki bagi investor sejak naik ke rekor tertinggi di atas $2.100 pada Agustus 2020, kemudian jatuh ke level $1.600 pada satu titik sebelum kembali level $2.000 awal tahun ini, meskipun sebentar. Kendati posisinya banyak dipuji sebagai lindung nilai terhadap inflasi, hubungan emas dengan tekanan harga hampir tidak konstan selama dua tahun terakhir.

Inflasi AS, di sisi lain, konsisten meningkat selama sembilan bulan terakhir sementara ekonomi negara terus-menerus terancam.

Data terbaru dari Departemen Perdagangan AS pada hari Rabu menunjukkan Produk Domestik Bruto AS mengalami kontraksi sebesar 1,6% untuk kuartal I dibandingkan pertumbuhan 6,9% pada kuartal IV tahun lalu. Departemen tersebut mengeluarkan tiga data PDB untuk tiap kuartal. Yang menarik dari kuartal I adalah bahwa masing-masing dari dua perkiraan terakhir datang dalam persentase poin lebih rendah dari sebelumnya.

Angka PDB itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa Amerika Serikat sedang menuju resesi. Dengan kontraksi 1,6% pada kuartal I, ekonomi secara teknis akan masuk ke dalam resesi jika tidak kembali ke pertumbuhan positif pada akhir kuartal II, yang berakhir Kamis.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan dalam acara Bank Sentral Eropa (ECB) yang disiarkan langsung dari Portugal bahwa The Fed berlari melawan waktu untuk mengalahkan inflasi. Bank sentral tidak punya pilihan selain terus menaikkan suku bunga untuk mencapai hal ini, meskipun tidak ada jaminan bahwa hal itu dapat memberikan ‘soft landing’ bagi perekonomian, kata Powell.

Apakah ada risiko kita akan melangkah terlalu jauh [dengan kenaikan suku bunga]?" kata Powell. “Tentu ada risikonya. Kesalahan terbesar yang harus dilakukan — katakanlah seperti itu — adalah gagal memulihkan stabilitas harga.

Banyak ekonom mengatakan The Fed membiarkan "suku bunga terlalu rendah terlalu lama" dan pengejarannya sekarang dapat mengungkap pemulihan yang dibuat sejak tahun lalu dari pandemi virus corona. The Fed mempertahankan suku bunga antara nol dan 0,25% selama dua tahun selama pandemi, dan hanya menaikkannya tahun ini di bulan Maret. Sejak itu telah membawa suku bunga pinjaman utama menjadi antara 1,5% dan 1,75%. Bank sentral telah mengatakan akan melanjutkan kenaikan suku bunga sampai inflasi, berjalan pada angka tertinggi 40 tahun lebih dari 8% per tahun, kembali ke target 2% per tahun.

Lingkungan kenaikan suku bunga seperti itu hampir tidak terlalu bagus untuk emas - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Kamis, 30 Juni 2022

Rifan Financindo - - Bursa Eropa Melemah, Data Inflasi Negara Bagian Jerman Tak Beri Dorongan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa melemah pada Rabu petang di tengah kekhawatiran mengenai potensi perlambatan ekonomi di balik melonjaknya inflasi jelang pertemuan kepala bank sentral utama.

Pukul 14.45 WIB, DAX Jerman jatuh 1,1%, CAC 40 Prancis turun 0,3%, dan FTSE 100 Inggris melemah 0,5%.

Sentimen Eropa lemah pada hari Rabu menyusul kerugian di Wall Street semalam, setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah 16 bulan pada Juni lantaran masalah inflasi yang tinggi dapat menyebabkan ekonomi melambat signifikan di paruh kedua tahun ini.

Inflasi Spanyol tanpa diduga melonjak 10% dari tahun lalu di bulan Juni, data menunjukkan Rabu, angka tertinggi baru dalam 30 tahun dan naik dari 8,5% di bulan Mei.

Berita itu tidak terlalu memberi tekanan di Jerman. Pasalnya, negara bagian North Rhine-Westphalia, negara bagian dengan populasi terbesar di Jerman, mengatakan harga konsumen turun 0,1% pada Juni, dengan tingkat inflasi tahunan turun menjadi 7,5% dari 8,1%.

Itu adalah penurunan tingkat tahunan pertama sejak Januari dan menumbuhkan harapan bahwa inflasi inti kemungkinan mencapai puncaknya di Jerman, setelah mencapai 7,9% pada tahun ini di bulan Mei.

Namun, Bank Sentral Eropa (ECB) berkomitmen untuk menaikkan suku bunga pada bulan Juli, dan mungkin juga pada bulan September. Dengan pemikiran ini, pertemuan tahunan bank sentral di Portugal akan menjadi sorotan, di mana Presiden ECB Christine Lagarde, bersama dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey akan hadir dalam diskusi panel pada hari Rabu.

Investor akan mengamati apa yang dikatakan para bankir sentral ini soal peralihan antara mengendalikan inflasi sambil tetap berusaha memastikan pendaratan mulus bagi ekonomi global.

Di tempat lain, ada beberapa berita positif dari Asia setelah China mengumumkan pelonggaran persyaratan karantina bagi pelancong yang masuk, yang dapat dilihat sebagai relaksasi terbesar sejauh ini dari strategi "nol COVID" negara itu.

Dalam berita perusahaan, saham H&M (ST:HMb) naik 4,3% setelah peritel pakaian terbesar kedua di dunia itu melaporkan pendapatan sebelum pajak melonjak 33% tahun ke tahun di kuartal II, dan ini mengalahkan ekspektasi.

Saham Mulberry (LON:MUL) naik 3,2% setelah perusahaan mode asal Inggris tersebut, yang dikenal dengan tas mewahnya, melaporkan pemulihan pasca-COVID yang kuat, dengan penjualan dan laba mengalami lonjakan.

Harga minyak turun pada Rabu, mengembalikan beberapa keuntungan yang terlihat selama tiga sesi terakhir saat trader menunggu berita dari pertemuan OPEC+ hari Kamis.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitranya diperkirakan akan mengoonfirmasi peningkatan produksi moderat lain untuk Agustus, dengan ruang terbatas untuk peningkatan produksi yang signifikan karena sangat sedikit anggota yang memiliki kapasitas ruang yang tersedia.

Data persediaan minyak mentah resmi dari Badan Informasi Energi AS minggu lalu akan dipublikasikan nanti di sesi Rabu, bersama dengan data minggu lalu yang tertunda karena masalah sistem.

Pukul 14.50 WIB, harga minyak mentah AS berjangka turun 0,3% di $111,47 per barel, sedangkan kontrak Brent turun 0,3% menjadi $113,50.

Selain itu, harga emas berjangka turun 0,2% ke $1,818.50/oz, sementara EUR/USD melemah 0,1% di 1,0512 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 28 Juni 2022

PT Rifan Financindo - EUR/USD Naik Di Tengah Berbalik Turunnya USD

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - EUR/USD berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan naik diperdagangkan di sekitar 1.0598 dalam jam perdagangan sesi AS hari Senin. Indeks dollar AS memperpanjang penurunannya ke bawah 104.00 pada hari itu.

Ketakutan akan resesi menjadi tema utama pada hari – hari ini. Selama jam perdagangan sesi Eropa berita-berita menunjukkan bahwa S&P memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Uni Eropa menjadi 2.6% untuk tahun ini.

Sementara AS mempublikasikan Durable Goods Orders bulan Mei yang naik 0.7% MoM, mematahkan ekspektasi angka yang datar.

Support” terdekat menunggu di 1.0550  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0520 dan kemudian 1.0480. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0600 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0640 dan kemudian 1.0675 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

 

Senin, 27 Juni 2022

PT Rifan - AS, Inggris Dan Negara G7 Stop Impor Emas Rusia, Harga Emas Berpotensi Naik

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak menguat pasca ancaman larangan impor emas dari Rusia dalam KTT G7 di Jerman. Negara yang masuk dalam G7 yaitu Inggris, AS, Kanada, Jepang, Jerman, Prancis dan Italia, ditambah Uni Eropa.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melalui akun Twitternya @POTUS mengumumkan bahwa negara-negara anggota G7 akan melarang impor emas Rusia

"Amerika Serikat telah mengenakan biaya yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Putin untuk menolak pendapatan yang dia butuhkan untuk mendanai perangnya melawan Ukraina. Bersama-sama, G7 akan mengumumkan bahwa kami akan melarang impor emas Rusia, ekspor utama yang menghasilkan puluhan miliar dollar AS untuk Rusia," kata Biden dalam twitternya, Minggu.

Tak hanya AS, Inggris juga telah memberlakukan larangan tersebut. "Langkah-langkah yang kami umumkan hari ini akan langsung menghantam oligarki Rusia dan menyerang jantung mesin perang Putin," kata Perdana Menteri Boris Johnson dalam pernyataannya.

"Kita perlu membuat rezim Putin kelaparan dalam pendanaannya. Inggris dan sekutu kita melakukan hal itu," jelas Boris

Pada Senin pagi (09.30 WIB) harga emas spot menguat 0,45% di USD 1.835,79. Selanjutnya emas berjangka front-month untuk Agustus di COMEX New York naik 0,4%, menjadi USD 1,837,55 per ons.

Adapun dalam riset Valbury Asia Futures menambahkan harga emas (XAU/USD) naik karena dolar melemah dan kekhawatiran resesi meningkatkan daya tarik emas tetapi kenaikan suku bunga membuat harga berada di jalur penurunan mingguan.

"Resistance emas di 1.831,32 dan support 1.816,51," jelasTim riset Valbury Asia Futures, Senin.

Sebagai informasi, emas merupakan komoditas ekspor utama Rusia karena negara ini merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia. Menurut data terbaru dari World Gold Council, Rusia memproduksi sekitar 10% dari produksi emas dunia.

Larangan impor emas ini memperpanjang sanksi negara barat terhadap Rusia. Sebelumnya, negara Barat telah memberi sejumlah sanksi lain seperti pembatasan impor minyak dan gas serta perdagangan dengan bank dan individu Rusia. AS, Kanada dan sekutu Eropa sepakat di Februari untuk menghapus bank-bank utama Rusia dari sistem pesan antar bank, SWIFT, yang secara efektif memutuskan negara itu dari sebagian besar sistem keuangan global - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 10 Juni 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melemah 0,2% Jelang Rilis Inflasi AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada akhir perdagangan Kamis. Harga emas turun karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS mengurangi permintaan logam kuning menjelang laporan pekerjaan dan data inflasi AS yang akan menentukan laju pengetatan moneter Federal Reserve (Fed). Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD3,7 atau 0,2% menjadi USD1.852,80 per ounce, menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut namun masih naik 0,1% sepanjang pekan ini.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Bank Sentral Eropa (ECB) bertemu dan berencana untuk menaikkan suku bunga mulai Juli, pertama kalinya sejak 2011, dalam upaya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak di Eropa.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (9/6/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS meningkat 27.000 menjadi 229.000 dalam pekan yang berakhir 4 Juni, level tertinggi sejak Januari, yang agak mendukung emas. 

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 27,7 sen atau 1,25% menjadi USD21,817 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli anjlok USD35,7 atau 3,53% menjadi USD975,9 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Kamis, 09 Juni 2022

Rifan Finanacindo - Bursa Eropa Turun Saham Credit Suisse Anjlok Umumkan Rugi Di Kuartal II

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa turun pada Rabu (08/06) petang dalam perdagangan yang hati-hati menjelang rapat kebijakan penting European Central Bank (ECB), ditekan oleh peringatan dari laporan laba perusahaan raksasa perbankan Credit Suisse .

Pada pukul 14.50 WIB, DAX Jerman turun 0,1%, CAC 40 Prancis turun 0,3%, dan FTSE 100 di Inggris turun 0,1%.

Pertemuan penetapan kebijakan European Central Bank hari Kamis menjadi sorotan penting bagi investor Eropa lantaran Presiden ECB Christine Lagarde dan rekan-rekannya diharapkan menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada kuartal III dalam menanggapi rekor tingkat inflasi.

Bank sentral Australia dan India telah mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu ini, dan kegelisahan bertambah bahwa ECB dapat memberi isyarat jalur pengetatan yang lebih agresif daripada yang diperkirakan akibat inflasi konsumen Zona Euro berada di tingkat rekor, lebih dari 8%.

Data ekonomi yang dirilis Rabu menunjukkan produksi industri Jerman naik 0,7% pada bulan April, peningkatan yang lebih lemah dari estimasi karena pembatasan pandemi dan perang di Ukraina mengganggu rantai pasokan.

Dalam berita perusahaan, saham Credit Suisse (SIX:CSGN) jatuh 5,8% setelah bank tersebut mengumumkan akan mengalami kerugian di seluruh grup pada kuartal II.

Bank mengutip gabungan invasi Rusia ke Ukraina, pengetatan moneter signifikan oleh bank sentral utama sebagai respons atas peningkatan inflasi, dan pelonggaran langkah-langkah stimulus terkait COVID atas masalah yang timbul di kuartal tersebut.

Di sisi lain, saham Inditex (BME:ITX) melonjak 4,5% setelah perusahaan ritel mode itu mencatat kuartal terbaiknya dalam satu dekade selama tiga bulan terakhir hingga April, karena pelonggaran pembatasan pandemi di pasar utama seluruh dunia mendorong belanja pakaian baru.

Harga minyak masih bergerak naik pada Rabu, mempertahankan momentum kenaikan baru-baru ini ketika musim mengemudi saat musim panas di AS dimulai dan China keluar dari lockdown virus.

Data pasokan minyak mentah AS hari Selasa dari badan industri American Petroleum Institute menunjukkan peningkatan 1,8 juta barel untuk pekan terakhir 3 Juni, tetapi ini mungkin tidak memberikan banyak kelegaan di pasar pasalnya pasokan minyak mentah dan produk minyak global tetap sangat ketat.

Data resmi dari Badan Informasi Energi AS akan dirilis pada pukul 21.30 WIB.

Pada pukul 14.50 WIB, harga minyak mentah AS diperdagangkan naik 0,7% di $120,25 per barel, setelah mencatat penutupan tertinggi sejak 8 Maret pada hari Selasa. Kontrak Brent naik 0,5% di $121,20 per barel, setelah ditutup pada level tertinggi 31 Mei.

Selain itu, harga emas berjangka naik 0,1% ke $1,852.90/oz, sementara EUR/USD bergerak turun 0,1% di 1,0687 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 08 Juni 2022

PT Rifan Finanacindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Meroket Ditopang Sentimen Pasar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), terangkat oleh pelemahan dolar AS karena membaiknya sentimen pasar mendorong permintaan untuk mata uang berisiko lebih tinggi, namun keuntungannya dibatasi meningkatnya ekspektasi lebih banyak kenaikan suku bunga di AS dan Eropa. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terangkat 8,4 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 1.852,10 dolar AS per ounce, menghentikan kenaikan dua hari berturut-turut. 

Emas berjangka tergelincir 6,5 dolar AS atau 0,35 persen menjadi 1.843,70 dolar AS pada Senin, setelah merosot 21,2 dolar AS atau 1,13 persen menjadi 1.850,20 dolar AS pada Jumat, kerugian harian terbesar dalam waktu sekitar tiga minggu.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,13 persen menjadi 102,3080. Sementara euro, komponen terbesar dari indeks, reli karena investor menunggu pertemuan kebijakan utama oleh Bank Sentral Eropa (ECB) akhir pekan ini.

Bank Sentral Eropa akan menurunkan keputusan kebijakannya pada Kamis (9/6/2022) dan diperkirakan akan bergabung dengan rekan-rekan bank sentral global dalam bergerak untuk menekan inflasi. 

Di Asia Pasifik, bank sentral Australia (RBA) menaikkan suku bunga lebih dari yang diperkirakan pada Selasa (7/6/2022) dan memperingatkan kenaikan lebih banyak karena para pejabat mencoba mengendalikan inflasi yang dinilai tinggi secara signifikan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com