Selasa, 07 Maret 2023

PT Rifan Financindo - Emas Gagal Memanfaatkan Momentum Kenaikannya

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada awal jam perdagangan sesi AS hari Senin. Penurunan harga emas terjadi di tengah melemahnya dollar AS dan turunnya yields obligasi treasury AS yang menunjukkan bahwa harga emas telah gagal memanfaatkan momentum kenaikannya.  .

Emas berjangka kontrak bulan April turun $5.50 ke $1,851.00 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Mei turun $0.013 ke $21.225 per ons.

Fokus pasar berada pada Ketua the Fed Jerome Powell yang akan memberikan testimoni di depan Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu di depan Komite yang berbeda. Perkataannya akan diamati dengan seksama oleh pasar.

Akhirnya pada hari Jumat, AS akan mempublikasikan laporan Nonfarm Payrolls bulan Februari.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai setelah mengalami keuntungan yang solid pada hari Jumat minggu lalu.

Hal kunci di luar pasar emas adalah berbalik melemahnya indeks dollar AS setelah sebelumnya masih menguat. Harga minyak mentah berjangka Nymex stabil diperdagangkan di sekitar $79.25 per barel. Yields treasury benchmark 10 tahun AS berada pada 3.991%, turun sedikit dari pencapain minggu lalu di atas 4.0%.

Support & Resistance

Support” terdekat menunggu di $1,842 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,825 dan kemudian $1,800.

Resistance” terdekat menunggu di $1,864 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,875 dan kemudian $1,881 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews.com

Senin, 06 Maret 2023

PT Rifan - Bursa Saham Eropa Menguat, Data PMI Jasa Akhir Jadi Fokus

PT RIFAN BANDUNG - Bursa saham Eropa akan dibuka naik pada hari Jumat, didorong oleh penguatan di sesi Asia dan di Wall Street semalam menjelang rilis data aktivitas jasa zona euro.

Pukul 14.00 WIB, DAX futures Jerman menguat 0,3%, CAC 40 futures Prancis sebagian besar tidak berubah, sementara kontrak FTSE 100 futures di Inggris naik 0,3%.

Saham-saham di Eropa akan menyusul kenaikan di Asia sebelumnya, setelah data menunjukkan aktivitas di sektor jasa China tumbuh lebih baik dalam enam bulan di Februari, yang menyiratkan pemulihan kuat sedang berlangsung dengan baik di pasar ekspor yang penting bagi perusahaan-perusahaan Eropa ini.

Caixin/S&P Global services purchasing managers' index naik menjadi 55,0 di bulan Februari dari 52,9 di bulan Januari, tatkala sektor ini berekspansi dalam dua bulan setelah pemerintah mengakhiri pembatasan mobilitas yang parah untuk memerangi penyebaran COVID.

Data PMI jasa final untuk negara-negara terbesar zona euro, dan juga AS, dijadwalkan akan terbit pada sesi ini, dan diperkirakan akan menyiratkan ekspansi di sektor ini.

Menambah sentimen positif di Eropa yakni penutupan positif di Wall Street pada Kamis, usai para investor menyambut baik komentar dari Presiden Federal Reserve Atlanta Raphael Bostic.

Bostic mengatakan bahwa ia mendukung langkah yang "lambat dan stabil" sebagai tindakan yang tepat untuk the Fed atas kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan ini, daripada kenaikan 50 bps yang disarankan oleh beberapa rekannya.

Kembali ke Eropa, pasar telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan 50 basis poin oleh European Central Bank dalam waktu dua minggu, dan Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan pada hari Kamis bahwa lebih banyak kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk memerangi inflasi yang masih berada pada tingkat yang sangat tinggi.

Morgan Stanley mengatakan pada hari Jumat bahwa European Central Bank akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 4% sebelum berhenti, dari 3% saat ini.

Di sektor korporat, Lufthansa (ETR:LHAG) melaporkan profit operasional setahun penuh, membalikkan kerugian tahun sebelumnya, dengan peningkatan permintaan perjalanan yang sehat sehingga maskapai penerbangan Jerman ini berhasil membukukan "hasil yang jelas positif" pada tahun 2022 meskipun ada inflasi dan harga bahan bakar yang tinggi.

Laba perusahaan dari perusahaan penerbit Pearson (LON:PSON) dan perusahaan teknik IMI (LON:IMI) juga dijadwalkan akan hadir.

Harga minyak turun pada hari Jumat, tetapi bersiap untuk mengantongi kenaikan mingguan dari optimisme pemulihan permintaan bahan bakar China, negara importir minyak terbesar di dunia, melebihi kekhawatiran akan peningkatan stok AS serta kemungkinan pengetatan kebijakan moneter.

Pukul 14.00 WIB, minyak WTI turun 0,2% di $77,99 per barel, dan minyak Brent turun 0,2% menjadi $84,57.

Brent telah naik lebih 2% sepanjang minggu ini, menuju kenaikan minggu kedua berturut-turut, sementara WTI telah melonjak sekitar 2%, rebound dari penurunan kecil pada minggu sebelumnya.

Selain itu, emas berjangka naik 0,5% di $1.849,35/oz, sementara EUR/USD naik 0,2% di 1,0621 - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Senin, 27 Februari 2023

PT Rifan - Harga Emas Senin Turun Terendah 2 Bulan

PT RIFAN BANDUNG - Harga Emas bergerak lemah hari Senin dalam perdagangan sesi Asia, melayang di level terlemahnya dalam dua bulan karena data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve.

Harga emas spot bergerak turun -0,14% pada $1,808.64 per ons. Harga emas berjangka AS turun -0,09% pada $1,815.50 per ons

Harga PCE inti AS, pengukur inflasi pilihan Fed, melaju lebih cepat dari yang diperkirakan pada Januari, sementara belanja konsumen AS, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, melonjak ke level tertinggi hampir dua tahun bulan lalu.

Selama akhir pekan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada Reuters bahwa pembacaan inflasi yang panas menandakan bahwa perang melawan inflasi “bukanlah garis lurus” dan diperlukan lebih banyak pekerjaan.

Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga mengatakan pada hari Jumat bahwa “akan membutuhkan lebih banyak upaya dari pihak Fed untuk mendapatkan inflasi pada jalur penurunan yang berkelanjutan menjadi 2%.”

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan, membuatnya kurang menarik bagi investor.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas spot akan mencermati sentimen kenaikan suku bunga AS, yang jika terus hawkish akan menguatkan dolar AS dan menekan harga emas. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $1,793-$1777. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $1,822-$1,840 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 24 Februari 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Anjlok Tertekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka anjlok lebih lanjut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas naik karena pasar memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk periode yang lebih lama dari perkiraan. Melansir Antara, Jumat (24/2/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD14,70 atau 0,80% menjadi USD1.826,80 per ounce. 

Bursa Comex ditutup pada Senin (20/2/2023) untuk libur memperingati Hari Presiden.

Risalah pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed pada 31 Januari - 1 Februari yang dirilis pada Rabu (22/2/2023) menegaskan bahwa pembuat kebijakan dengan tegas mendukung rencana untuk terus menaikkan suku bunga dan mempertahankan lebih lama dari waktu yang diperkirakan.

Tetapi seruan mereka untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin dianggap sudah ketinggalan zaman, mengingat data setelah pertemuan Fed menunjukkan bahwa inflasi tetap jauh lebih panas dari yang diharapkan.

Dolar telah menguat ke level tertinggi baru enam minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Naiknya suku bunga juga mendorong peluang kerugian memegang aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan logam mulia lainnya. 

Data ekonomi yang dirilis Kamis (23/2/2023) juga membebani emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran turun 3.000 menjadi 192.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 18 Februari.

Perekonomian AS tumbuh pada laju tahunan 2,7% pada kuartal keempat 2022, sedikit lebih lambat dari tingkat pertumbuhan awal 2,9%, menurut angka pemerintah yang direvisi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret melemah 37,10 sen atau 1,71% menjadi USD21,306 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terpangkas USD7,80 atau 0,82% menjadi USD945,50 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

 

 

Kamis, 23 Februari 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Lesu, Investor Antisipasi Hasil Kebijakan The Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menurun di akhir perdagangan Selasa. Penurunan ini karena dolar AS lebih kuat ketika para pedagang mengantisipasi lebih banyak isyarat kebijakan moneter Federal Reserve. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange turun USD7,70 atau 0,42% menjadi USD1.842,50 per ounce. Sebelumnya emas diperdagangkan di level tertinggi USD1.856,40 dan terendah di USD1.839,00. 

Pelaku pasar sedang mencerna data ekonomi terbaru dengan indeks dolar AS menjadi menguat. Greenback terhadap enam mata uang utama lainnhya, naik 0,31 persen menjadi 104,1723.

Para pedagang juga menunggu rilis pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hari ini. Menurut para analis, mungkin secara tak terduga hawkish, sehingga memberi petunjuk ke arah yang ingin diambil Federal Reserve dengan melanjutkan kenaikan suku bunga.  

Pasar juga menunggu banyak pembicara Fed karena inflasi AS yang terlalu tinggi dan kekuatan di pasar tenaga kerja membuat kebijakan bank sentral menjadi fokus.

Pembacaan inflasi AS dari perkiraan dengan cepat menghentikan reli harga emas baru-baru ini, karena pasar secara drastis menilai kembali ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 17,50 sen atau 0,81% menjadi USD21,89 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD27,20 atau 2,95% menjadi USD948,60 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

Senin, 20 Februari 2023

PT Rifan - Emas Tertekan Karena Kekuatiran Hawkishnya Para Bank Sentral

PT RIFAN BANDUNG - Mengakhiri perdagangan pada minggu lalu, emas turun untuk minggu ke empat berturut-turut dengan pasar kuatir akan ke agresifan Federal Reserve dalam menangani inflasi untuk turun ke 2%. Pasar juga terpukul oleh munculnya data – data makro ekonomi yang lebih kuat daripada yang diperkirakan dan angka inflasi yang tetap tinggi pada minggu lalu.

Pada hari Kamis minggu lalu, emas terpukul turun ke kerendahan selama enam minggu karena munculnya laporan inflasi dari Producer Price Index yang panas. Sekarang pasar menjadi kuatir Federal Reserve akan menjadi hawkish secara agresif untuk waktu yang lebih lama. Para trader emas menganggap hal ini sebagai faktor bearish untuk prospek permintaan global karena para bank sentral memperketat kebijakan moneter mereka untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam usaha menurunkan inflasi.

Emas berjangka kontrak bulan April turun $6.80 ke $1,842.30 per ons. Perak berjangka Nymex bulan Maret turun $0.34 ke $21.37 per ons.

Pasar saham global kebanyakan turun dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Keengganan terhadap resiko dari para trader dan investor meningkat pada akhir minggu perdagangan yang lalu.

Hal kunci di luar pasar emas adalah naiknya dengan solid indeks dollar AS dan menyentuh ke ketinggian lima minggu di 103.885 dalam perdagangan semalam. Sementara harga minyak mentah berjangka Nymex turun solid dan diperdagangkan di sekitar $76.00 per barel pada hari Jumat minggu lalu.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,836 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,827 dan kemudian $1,820.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,854 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,870 dan kemudian $1,881 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews.com

Jumat, 17 Februari 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kamis Turun Terendah 1 Bulan Setelah Dolar Dan Imbal Hasil Treasury AS Meningkat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas memperpanjang kerugian ke level terendah lebih dari satu bulan pada hari Kamis karena dolar AS dan imbal hasil Treasury AS melanjutkan kenaikannya setelah pembacaan ekonomi AS baru-baru ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin terus menaikkan suku bunga.

Harga emas spot turun 0,3% menjadi $1.830,80 per ons pada pukul 10:16 ET (1516 GMT), level terendah sejak awal Januari.

Harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi $1.838,10.

Data menunjukkan indeks harga produsen AS melambung ke 0,7%, lebih tinggi dari perkiraan konsensus 0,4%, sementara data klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh, dengan klaim 194.000, dibandingkan dengan ekspektasi 200.000.

Menyusul data tersebut, patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, sementara dolar memperpanjang kenaikannya ke level tertinggi enam minggu, membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa dari sudut pandangnya bank sentral AS dapat menjadi lebih agresif dengan kenaikan suku bunga di masa depan jika inflasi naik secara mengejutkan.

Dua kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin diperkirakan oleh bank sentral AS pada bulan Maret dan Mei. Pasar keuangan sekarang memperkirakan pada kenaikan lain di bulan Juni.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset dengan imbal hasil nol.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun dengan penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS setelah data menunjukkan harga produsen AS meningkat dan klaim pengangguran menurun yang memberikan sentimen The Fed akan menaikkan suku bunga agresif untuk mengendalikan inflasi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com